Lelaki Itu

Mati aku, batin Liwa. Tangan kanannya menepuk jidat. Dia segera berbalik arah, berniat kembali ke gerbang univeritas. Namun Liwa tersadar, 10 menit telah berlalu. Tak mungkin lelaki itu masih menunggunya di sana.

Jemari-jemari liwa bergerak pelan memijit-mijit keningnya yang terasa pening. Sungguh memalukan, rutuk Liwa dalam hati. Dia mencoba mengingat-ingat ciri-ciri lelaki itu, mengendarai motor vario CBS warna merah.  Helm berwarna merah hati dengan merk 3 suku kata menutup kepalanya. Wajahnya masih terlihat muda, berkulit hitam manis, hidungnya mancung. Senyumnya ramah saat bertanya untuk memastikan kembali tempat yang dituju. Liwa tak sempat mengamati postur tubuh yang dibalut Jaket berwarna hitam pada bagian dasar, di bagian punggung yang berwarna hijau bertuliskan nama sebuah ojek online yang terkenal di negeri ini.

Kuliah telah usai. Sepatu fantofel warna merah maroon yang terlihat manis di kaki Liwa terayun melangkah keluar gerbang. Ujung kerudung bermotif bunga-bunga dengan warna dasar baby pink melambai-lambai tertiup angin.  Kerudung itu terlihat serasi dengan gamis berwana dusty pink polos yang dikenakannya.

Liwa menyandarkan tubuh 165 cmnya di depan tembok gerbang universitas. Bangunan gedung di belakangnya tampak menjulang. Bangunan tempat Liwa menimba ilmu selama dua tahun lebih.  Jemari Liwa menekan satu fitur di halaman gawai. Hari ini dia harus rela untuk memakai moda transportasi umum. Ayah Liwa yang biasa mengantarkannya sedang ada urusan ke luar kota. Hanya perlu satu detik, pesananya mendapat respon. Dan dalam hitungan sekian menit sebuah motor yang dikenalnya mendekat. Tiba-tiba wajah Liwa memias. Liwa ingat betul wajah yang sekarang duduk manis di atas motor vario warna merah, meski tidak mengenakan jaket kebesaran. Lelaki yang sama yang mengantarkannya tadi pagi. Apakah lelaki itu juga kuliah di sini.?Wajah Liwa benar-benar memerah menahan rasa malu. Pikirannya melayang saat tadi pagi dengan spontan meraih tangan lelaki itu, menciumnya dan berlari meninggalkannya sambil berpesan untuk hati-hati. Tadi pagi, Liwa mengingat lelaki itu sebagai ayahnya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published.