Review Novel Amore : Love; Interrupted

Judul            : Love, Interrupted

Penulis           : Maya Lestari GF

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka

Cetakan        : I, 2014

Jumlah Hal  : 272 Hal

ISBN             : 978 – 602 – 03 – 0423 – 6

Genre           : Amore, Romance

Pada awalnya membaca novel ini saya tidak berekspetasi apa-apa melihat di sampulnya tercetak dengan besar kata AMORE, meskipun saya mengenal nama maya Lestari Gf bukanlah penulis baru. Maya Lestari GF adalah penulis yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan. Sejak tahun 1999, karya-karyanya, baik berupa cerpen maupun Artikel, telah dipublikasikan di berbagai media massa. Namun ini novel karya Maya Lestari GF yang say abaca, hingga membuat saya terus hunting buku-buku karya beliau lainnya.

Membaca novel karya Maya Lestari GF ini saya benar-benar dibuat terpukau. Mbak maya menawarkan sesuatu yang berbeda, Sesuatu hal yang bisa diambil untuk dibawa pulang sebagai pelajaran, bukan hanya kisah cinta yang diceritakan secara lebay seperti novel Amore pada umumnya yang saya baca.

Dari segi ide, saya mengakui bahwa ini mirip drama-drama Korea, salah satunya Full House, meski di drama ini mereka tidak dijodohkan. Nah di Love, Interrupted ini cerita bermula dari inisiatif orangtua Axel yang menjodohkannya dengan Aisha, gadis yatim piatu yang tidak dicintai Axel. Kemudian mereka membuat suatu kesepakatan sebelum pernikahan itu dilaksanakan, karena Axel memiliki seorang kekasih yang telah di pacarinya selama 6 tahun, Amelia.

Aisha yang memang pada dasarnya mencintai Axel menerima perjanjian itu, meski pada kenyataanya hatinya sungguh terluka. Melihat lelaki yang sudah sah menjadi suaminya, mengatakan dengan terang-terangan jika dia ingin melaksanakan pernikahan ini tidak seperti semestinya karena dia mencintai wanita lain.

Apakah lalu Aisha harus berdiam diri menunggu 1 tahun hingga kemudian Axel mencampakkannya? Tentu tidak. Disinilah plot disajikan dengan baik. Dan dibagian ini pulalah banyak pelajaran penting untuk para wanita.

Menikah itu butuh skill. Amelia tidak memilikinya. Tapi Aisha memiliki skill ini. (Love, Interrupted hal 267)

Ini pernyataan yang menyatakan bahwa untuk mencapai suatu pernikahan yang kuat dibutuhkan skill untuk merawatnya. Apakah semua instant begitu saja? Tentu tidak. Di dalam novel ini juga diceritakan bagaimana Aisha berjuang keras menyusun hidupnya, menulis target-target yang ingin dicapainya hingga dia mencapai skill ini yang membuat Axel, suaminya, bisa mencintainya tanpa paksa.

Love, Interrupted Hal 78

Wajar bukan jika para wanita berjuang untuk membahagiakan suaminya hingga sang suami mencintainya tanpa berpaling lagi kepada wanita lain?

Aisha melakukannya, karena dia menyadari jika dia hanya meratapi nasibnya itu tidak akan berguna. Dia bertekad merebut hati suaminya dari Amelia. Rencana disusun. Semuanya berjalan dengan sempurna. Aisha yang pandai memasak hingga sahabat-sahabat dan keluarga Axel sangat menyukai masakannya. Aisha pandai meronce dari manik manik akirlik.  Aisha yang seorang penulis, photographer dan pemain piano yang berbakat. Aisha yang mengerti setiap kebutuhan Axel. Sampai pada suatu malam Axel melukis cinta ditubuh Aisha, yang itu berarti telah melanggar kesepakatan bersama pada poin satu. Namun tak ada yang mau membicarakanya terlebih Aisha mengetahui jika itu kemungkinan hanyalah kekhilafan Axel.

Selain plot yang sangat apik, karakter yang digambarkan penulis juga sangat hidup. Saya bisa menggambarkan sosok Aisha, Axel, Sandra dan beberapa tokoh utamanya dengan baik. Settingnya mengambil daerah Sumatra Barat, seperti pada tiga novel mbak Maya lainnya yang sudah saya baca. Sepertinya selain ingin mengenalkan Sumatra Barat, mbak Maya ingin mengajarkan pada kita untuk menulis setting dari daerah terdekat kita di mana kita berada sehari-hari.

Nah konfliknya bagaimana? Endingnya bagaimana? Selain konflik batin Aisha yang begitu terluka melihat kenyataan bahwa Axel tidak menaruh hati padanya disampaikan hampir disetiap bab. Aisha yang jatuh bangun menambal hatinya agar tidak benar-benar terluka menghadapi kenyataan bahwa Axel tidak menginginkannya.  Konflik yang benar-benar membuat pembaca akan terrbawa secara emosi justru ditaruh di dua bab terakhir. Di sinilah pembaca seolah ditunjukkan bahwa seorang lelaki itu mempunyai ego tersendiri. Sebuah ego yang harus dipahami para wanita pendamping hidupnya. Konflik yang benar-benar membuat saya kesal karena Axel berdalih melupakan semua kesepakatan yang telah dibuatnya, seolah dia tidak ingin terlalu disalahkan atas semua yang terjadi.

 

Lalu apakah Aisha mampu menaklukan hati Axel? Pada novel-novel karya Maya lestari GF, saya selalu disuguhi bahwa sesuatu yang telah kamu usahakan sungguh-sungguh maka kamu akan menuai yang baik. bahwa seterpuruk apapun dirikita saat ini, kita harus memeprjuangkannya dan akan ada hasil yang akan emngikutinya meskipun terlihat mustahil. Novel-novel Maya selalu mengajak kita optimis meraih impian kita inginkan. Novel yang recommended banget untuk dibaca hingga kita bisa mengambil pesan yang ingin penulis sampaikan. (end)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.