July, 2018

now browsing by month

 

Menikmati Lezatnya Oleh-Oleh dari Jogja, Bakpia 5555 Mbak Fikki

Bakpia, salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Makanan yang berbentuk bulat ini dulu awalnya adalah makanan khas dari Yogyakarta yang terkenal dengan nama Bakpia Pathok biasanya berisi kacang hijau yang sudah dilembutkan. Namun, seiring berkembangnya zaman kini Bakpia sudah bervariasi, termasuk juga banyak industri rumahan yang memproduksi  Bakpia. Salah satunya adalah Bakpia bermerek 5555.

Kebetulan, rumah produksi Bakpia 5555 ini tidak jauh dari kediaman saya di sudut kampung di Sleman. Jika pada tahun 2000 dulu saya harus ke pusat kota jika ingin membeli bakpia untuk oleh-oleh, maka kali ini saya bisa mendapatkan Bakpia dengan mudah, masih fresh dari oven dan terjangkau harganya dengan kemasan yang menarik.

Meskipun Bakpia 5555 termasuk industry rumahan yang tergolong baru, namun rasanya begitu pas, tidak terlalu manis, dan juga lembut. Selain itu ada beberapa varian rasa yang bisa dipilih sesuai dengan selera kita. Ada 4 varian rasa yang disediakan yaitu, kacang hijau, kumbu hitam, tela (ubi) ungu, tela (ubi) madu. Saya sendiri paling suka dengan varian isi tela (ubi) ungu. Rasanya betul-betul pas. Ukuran bakpianya juga terasa pas disajikan sebagai camilan.

Bapia 5555 milik mbak Fiki ini dibungkus dengan kemasan menarik. Ada pilihan kotak, antara lain kotak berisi 10 biji bakpia dengan harga Rp 8.500,-, atau kotak isi 30 biji bakpia  dengan harga Rp 24.000,-, atau 60 biji bakpia dengan harga Rp 50.000, saya sendiri suka membeli kotak dengan isi 10 biji agar mudah membagi-bagikan ke tetangga atau handai taulan.

Dengan logo Bakpia Fresh from Oven, bakpia 5555 bisa bertahan 3-4 hari di dalam suhu ruang, dan dapat bertahan lebih dari seminggu jika disimpan di dalam freezer. Jika Anda ingin berkunjung langsung ke tempat pembuatan bakpia 5555 ini dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses produksinya Anda bisa berkunjung ke alamat : Kejambon Kidul, kelurahan Sindumartani, kecamatan Ngemplak Sleman, Yogyakarta (timur Pasar Jambon, Ngemplak, Sleman). Selain bakpia, Anda juga bisa menemukan berbagai macam jenis oleh-oleh yang lain sebagai alternative.

Pas di lidah, Pas di kantong, Pas untuk oleh-oleh, begitu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kelezatan Bakpia 5555. Anda penasaran untuk mencicipi kelezatannya, silahkan berkunjung ke Makmur sesuai alamat yang saya tuliskan di atas. Selamat berburu kelezatan bakpia 5555.

Review Novel : Serendipity

Penulis                        : Merry Maeta Sari

Penerbit                     : PT Elex Media Komputindo

Cetakan                   : Cetakan Pertama, 2014

Genre                        : Roman Dewasa

ISBN                            : 978-602-02-3117-4

 

Kembali saya ingin menuliskan novel manis bergenre Metropop yang berjudul SERENDIPITY. Novek ini sebenarnya ditulis oleh 3 orang penulis, salah satunya yaitu Merry Maeta Sari yang semua karyanya sudah saya baca terkecuali kumcer Phobia. Seperti yang saya tulis sebelumnya di dalam review Cintaku Itu Kamu, Halalku bahwa saya menyukai tulisan-tulisan Merry Maeta Sari yang selalu bertema realistis dan dengan karakter yang mudah kita temui di sekitar kita. Membaca novel-novel Merry Maeta Sari seolah kita selalu dibawa ke sebuah dunia realistis dengan manis pahit lika-likunya.

Seperti biasa Novel Metropop Serendipity ini bergenre religi (jika boleh saya bilang begitu) karena begitu melekatnya karakter Desta yang menonjolkan prinsipnya yang tidak mau pacaran sebelum menikah. Tetapi tetap saja pembaca yang lain boleh mengatakan jika novel ini bukan termasuk religi, karena pada kenyataanya sendiri saya bisa membayangkan ini seperti dalam lingkup tempat saya bekerja dimana ada karakter yang sangat agamis atau pun dengan karakter yang sosialis. Dan juga akhirnya ketika pembaca telah menyelesaikan membaca novel ini akan kalian temukan  empat tokoh utama yang mempunyai masing-masing karakter yang sangat kuat.

Serendipity berkisah tentang persahabatan empat manusia dengan kisah cinta di dalamnya. Mereka adalah Aya, Ela, Desta dan Juno. Aya adalah seorang gadis cantik sebagai salah satu pemred di majalah ternama dengan sifat angkuh, ceplas ceplos dan apa adanya. Ela adalah seorang guru TK, Ela yang baik hati dan cantik, namun terkadang terdengar tulalit. Desta sendiri seorang gadis berjilbab, seorang dosen yang cerdas, mempunyai prinsip No Pacaran, Nikah Yes. Pengidola tetangga lima langkah. Sedangkan Juno, satu-satunya cowok dalam lingkaran persahabatan mereka. Juno adalah seorang photographer yang bekerja satu kantor dengan Aya.

Keempat sahabat ini sama-sama single namun sedang bersemangatnya mencari pasangan hidup untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Hanya Aya yang saat itu sudah berstatus tunangan dan sekitar enam bulan lagi akan merayakan pesta pernikahan. Aya bertunangan dengan Reval, satu-satunya cowok dengan sifat nyaris sempurna yang mampu menggoyahkan hati Aya untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Sedangkan Ela, Desta dan Juno, 3 sahabat lainnya yang belum memiliki penampakan siapa yang akan mendampingi hidup mereka, meski Ela naksir berat dengan Mas Ipang, Abang Desta, cowok cool dan sholeh idaman para wanita, tetapi tentu saja Mas Ipang hanya menganggap sahabat-sahabat desta hanya sebagai adiknya.

Dalam dunia percintaan sendiri Aya tidak memiliki masalah, banyak laki-laki yang jatuh hati padanya. Masalah utama Aya justru berasal dari keluarganya sendiri yang membuat Aya tidak begitu percaya dengan dunia percintaan apalagi dunia pernikahan. Ayah Aya yang menikahi wanita lain selain ibunya membuat Aya begitu membencinya dan juga ibu beserta adik tirinya.

Konflik mulai nampak dan itu bermula ketika Ratna, adik Ela tiba-tiba berkunjung ke tempat kontrakan Ela dan mengaku hamil. Ela sebagai kakaknya tentu merasa bertanggungjawab dan ingin membantu menyampaikan berita naas ini kepada orangtuanya yang berada di kampung halaman, Yogyakarta. Namun saat mengutarakan permasalahan Ratna, justru menodong Ela untuk menikah secepatnya. Ela diberi waktu selama seminggu untuk mendatkan calon suami, jika tidak maka Ela harus menerima calon dari orangtuanya seorang duda tua beranak lima. Ela jelas saja kelimpungan mencari calon suami dalam waktu seminggu, sedang selama ini calonnya sama sekali belum kelihatan. Kemudian Ela meminta bantuan Desta dan Aya untuk mendapatkan calon suami sementara. Ela berharap Desta menyodorkan kakaknya alias Mas Ipang.sedang di sisi lain, Ela tidak pernah tahu jika ada cowok yang selama ini memperhatikannya dan siap menjadi imamnya dengan tulus. Lalu bagaimanakah akhirnya apakah lelaki yang menyukai Ela secara diam-diam itu dapat mempersunting Ela atau Ela justru jatuh ke dalam pelukan duda beranak lima?

Ketika Ela bingung dengan pencarian jodoh seminggunya, Desta sendiri sedang bingung dengan hubungannya dengan Reval, tunangan Aya yang pada kenyataanya mereka saling jatuh cinta. Akankah hubungan mereka tidak diketahui Aya? Akankah Aya tetap menikah dengan Reval jika mengetahui perempuan yang dicintai Reval ternyata adalah Desta.

Juno dan Desta selalu dibilang kembar oleh Ela dan Aya. Itu dikarenakan mereka selalu memiliki kesamaan pikiran atau seperti telepati. Dan tentu saja Juno mengetahui perasaan Desta sesungguhnya. Desta pun pada akhirnya mengetahui untuk siapa sesungguhnya cinta Juno ketika pada suatu hari yang tanpa disengaja, Desta membuka file leptop Juno dan membuka koleksi gambar di dalamnya. Dan Desta sungguh terkejut melihat kenyataan bahwa ternyata Juno telah mencintai Aya selama 7 tahun.

Novel ini alurnya mengalir, sungguh enak dibaca. Saya tidak bosan membaca setiap detil kalimatnya hingga ending. Membaca Novel ini seperti makan gado-gado, ada sedih, ada tawa, ada bahagia namun semuanya diramu dengan pas tidak ada yang overacting. Ending yang pas dan manis tentu dibuat agar kita tahu bahwa setiap perjuangan keras akan selalu berbuah manis.

Saya menangkap pesan dari novel ini bahwa, cinta itu bisa datang kapan saja dan kita tidak tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta. Seperti kita tidak tahu siapa jodoh kita, kita hanya perlu berikhtiar, dan mengembalikan hasil akhirnya kepada Dia-Yang Maha Kuasa.

Two tumbs saya sampaikan untuk penulisnya. 4.5/5 untuk novel ini. Selamat membaca!

Review Novel : Cintaku Itu Kamu, Halalku

Judul               : Cintaku Itu Kamu, Halalku

Penerbit         : PT Elex Media Komputindo

Penulis            : Merry Maeta Sari

Tahun Terbit  : Cetakan Pertama tahun 2017

Genre               : Roman Religi Dewasa

No ISBN          : 978-602-04-1182-8

 

Merry Maeta Sari, satu nama penulis yang karyanya saya temukan di Perpustakaan Online; Ipusnas. Pertama kali saya menemukan karyanya yang berjudul; Bismillah, Cinta!; saya kemudian mencari karya-karya Merry yang lainnya. Sejauh ini Merry Maeta Sari selalu membawa nuansa religi dalam setiap karyanya.

Laiqa : Hanya Kamu Cinta, Halalku adalah karya terbaru yang saya baca. Novel ini diterbitkan pada January 2017. Membaca kata pengantar di halaman novelnya, novel ini ternyata mengalami perjalanan panjang sebelum diterbitkan penerbit mayor pada tahun 2017. Awal mulanya, novel ini di tulis di watpadd pada tahun 2013, kemudian pada tahun 2015 dengan berbagai revisi, Merry berniat menerbitkannya secara indie, hingga kemudian pada tahun 2016 dia mencoba mengirimkannya ke sebuah  penerbit mayor dan akhirnya karya itu diterbitkan lagi dengan berbagai revisi dari cerita awal di Watpadd.

Membaca judulnya sendiri, kita sudah diarahkan untuk mengetahui jika novel ini bertema religi islami. Seperti dalam novelnya yang berjudul Cinta Rasa Mie Instant, Merry selalu menyodorkan sebuah tema tentang hubungan tanpa pacaran. Said it, Pacaran no, nikah yes.  Yang saya suka dari gaya penuturan kisah-kisahnya adalah bahasa Merry yang tidak menggurui, tokoh utama perempuan juga perempuan biasa yang mungkin bisa kita imajinasikan sering kita temui di sekitar kita.

Dalam Laiqa ini sendiri bertutur tentang pernikahan yang didasari atas kegusaran seorang ibu yang melihat anak perempuannya, Fika, yang berusia 28 tahun belum juga memiliki calon suami dan sepertinya tidak begitu antusias dengan sebuah pernikahan, meski dalam hati kecilnya ada keinginan untuk menikah.

Fika mencoba menemui 3lelaki yang diajukan ibunya, meski salah satu alasan terbesarnya adalah demi melihat binar kebahagiaan di mata ibunya. Namun lagi-lagi, tak ada satupun yang nyantol di hatinya. Bukan karena Fika mencari yang sempurna. Namun memang laki-laki yang sering disodorkan ibu kepadanya mempunyai tingkah yang aneh-aneh.

Hingga pada suatu hari, Fika dikenalkan dengan seorang lelaki bernama Abay, anak teman ibu Fika, Seorang lelaki yang tentu saja menarik perhatian Fika, namun ternyata usianya 4 tahun lebih muda daripadanya. Selain pendiam, profesi Abay yang seorang anggota kepolisian membuatnya terlalu sibuk. Pertemuan pertama mereka di sebuah kafe yang hanya diisi dengan diam, membuat Fika tidak yakin akan kelanjutan hubugannya dengan Abay. Terlebih Abay adalah cowok pendiam, cuek dan bahkan ketika Fika memncoba mengirim pesan kepadanya, balasan pesan itu akan lama atau bahkan terkadang tidak dibalas.

Lalu, apakah mereka jadi menikah? Tentu saja. Novel ini akan membuat baper sekaligus menguatkan bagi pembaca yang lebih memilih bukan jalan pacaran yang nggak jelas kapan rencana menikahnya.

Konflik yang disajikan dalam Novel ini juga tidak muluk-muluk,seperti ketika Gina, anak pemilik kost Abay, yang jatuh cinta sama Abay, tiba-tiba benar-benar melaksanakan ancamannya untuk bunuh diri jika Abay melanjutkan pernikahannya dengan Fika. Atau ketika Dito, mantan terindah Fika, yang ingin kembali pada Fika. Konflik-konflik yang datang setelah rencana pernikahan itu dicanangkan.

Membaca Novel ini kita akan mempelajari bagaimana Merry mampu membuat cerita dengan tema yang sudah biasa  menjadi sebuah cerita yang menarik, alur yang tidak membosankan. Novel yang ditulis dengan alur maju dan gaya penceritaan yang lincah dan ringan ini membuat pembaca mudah memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya.Dan justru ingin membuat saya membaca karya-karya Merry Maeta Sari yang lain. saya sematkan angka 4/5 untuk novel ini. Selamat membaca dan sukses untuk Merry, ditunggu karya berikutnya.