Review Novel : Cintaku Itu Kamu, Halalku

Judul               : Cintaku Itu Kamu, Halalku

Penerbit         : PT Elex Media Komputindo

Penulis            : Merry Maeta Sari

Tahun Terbit  : Cetakan Pertama tahun 2017

Genre               : Roman Religi Dewasa

No ISBN          : 978-602-04-1182-8

 

Merry Maeta Sari, satu nama penulis yang karyanya saya temukan di Perpustakaan Online; Ipusnas. Pertama kali saya menemukan karyanya yang berjudul; Bismillah, Cinta!; saya kemudian mencari karya-karya Merry yang lainnya. Sejauh ini Merry Maeta Sari selalu membawa nuansa religi dalam setiap karyanya.

Laiqa : Hanya Kamu Cinta, Halalku adalah karya terbaru yang saya baca. Novel ini diterbitkan pada January 2017. Membaca kata pengantar di halaman novelnya, novel ini ternyata mengalami perjalanan panjang sebelum diterbitkan penerbit mayor pada tahun 2017. Awal mulanya, novel ini di tulis di watpadd pada tahun 2013, kemudian pada tahun 2015 dengan berbagai revisi, Merry berniat menerbitkannya secara indie, hingga kemudian pada tahun 2016 dia mencoba mengirimkannya ke sebuah  penerbit mayor dan akhirnya karya itu diterbitkan lagi dengan berbagai revisi dari cerita awal di Watpadd.

Membaca judulnya sendiri, kita sudah diarahkan untuk mengetahui jika novel ini bertema religi islami. Seperti dalam novelnya yang berjudul Cinta Rasa Mie Instant, Merry selalu menyodorkan sebuah tema tentang hubungan tanpa pacaran. Said it, Pacaran no, nikah yes.  Yang saya suka dari gaya penuturan kisah-kisahnya adalah bahasa Merry yang tidak menggurui, tokoh utama perempuan juga perempuan biasa yang mungkin bisa kita imajinasikan sering kita temui di sekitar kita.

Dalam Laiqa ini sendiri bertutur tentang pernikahan yang didasari atas kegusaran seorang ibu yang melihat anak perempuannya, Fika, yang berusia 28 tahun belum juga memiliki calon suami dan sepertinya tidak begitu antusias dengan sebuah pernikahan, meski dalam hati kecilnya ada keinginan untuk menikah.

Fika mencoba menemui 3lelaki yang diajukan ibunya, meski salah satu alasan terbesarnya adalah demi melihat binar kebahagiaan di mata ibunya. Namun lagi-lagi, tak ada satupun yang nyantol di hatinya. Bukan karena Fika mencari yang sempurna. Namun memang laki-laki yang sering disodorkan ibu kepadanya mempunyai tingkah yang aneh-aneh.

Hingga pada suatu hari, Fika dikenalkan dengan seorang lelaki bernama Abay, anak teman ibu Fika, Seorang lelaki yang tentu saja menarik perhatian Fika, namun ternyata usianya 4 tahun lebih muda daripadanya. Selain pendiam, profesi Abay yang seorang anggota kepolisian membuatnya terlalu sibuk. Pertemuan pertama mereka di sebuah kafe yang hanya diisi dengan diam, membuat Fika tidak yakin akan kelanjutan hubugannya dengan Abay. Terlebih Abay adalah cowok pendiam, cuek dan bahkan ketika Fika memncoba mengirim pesan kepadanya, balasan pesan itu akan lama atau bahkan terkadang tidak dibalas.

Lalu, apakah mereka jadi menikah? Tentu saja. Novel ini akan membuat baper sekaligus menguatkan bagi pembaca yang lebih memilih bukan jalan pacaran yang nggak jelas kapan rencana menikahnya.

Konflik yang disajikan dalam Novel ini juga tidak muluk-muluk,seperti ketika Gina, anak pemilik kost Abay, yang jatuh cinta sama Abay, tiba-tiba benar-benar melaksanakan ancamannya untuk bunuh diri jika Abay melanjutkan pernikahannya dengan Fika. Atau ketika Dito, mantan terindah Fika, yang ingin kembali pada Fika. Konflik-konflik yang datang setelah rencana pernikahan itu dicanangkan.

Membaca Novel ini kita akan mempelajari bagaimana Merry mampu membuat cerita dengan tema yang sudah biasa  menjadi sebuah cerita yang menarik, alur yang tidak membosankan. Novel yang ditulis dengan alur maju dan gaya penceritaan yang lincah dan ringan ini membuat pembaca mudah memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya.Dan justru ingin membuat saya membaca karya-karya Merry Maeta Sari yang lain. saya sematkan angka 4/5 untuk novel ini. Selamat membaca dan sukses untuk Merry, ditunggu karya berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.