Review Novel : Serendipity

Penulis                        : Merry Maeta Sari

Penerbit                     : PT Elex Media Komputindo

Cetakan                   : Cetakan Pertama, 2014

Genre                        : Roman Dewasa

ISBN                            : 978-602-02-3117-4

 

Kembali saya ingin menuliskan novel manis bergenre Metropop yang berjudul SERENDIPITY. Novek ini sebenarnya ditulis oleh 3 orang penulis, salah satunya yaitu Merry Maeta Sari yang semua karyanya sudah saya baca terkecuali kumcer Phobia. Seperti yang saya tulis sebelumnya di dalam review Cintaku Itu Kamu, Halalku bahwa saya menyukai tulisan-tulisan Merry Maeta Sari yang selalu bertema realistis dan dengan karakter yang mudah kita temui di sekitar kita. Membaca novel-novel Merry Maeta Sari seolah kita selalu dibawa ke sebuah dunia realistis dengan manis pahit lika-likunya.

Seperti biasa Novel Metropop Serendipity ini bergenre religi (jika boleh saya bilang begitu) karena begitu melekatnya karakter Desta yang menonjolkan prinsipnya yang tidak mau pacaran sebelum menikah. Tetapi tetap saja pembaca yang lain boleh mengatakan jika novel ini bukan termasuk religi, karena pada kenyataanya sendiri saya bisa membayangkan ini seperti dalam lingkup tempat saya bekerja dimana ada karakter yang sangat agamis atau pun dengan karakter yang sosialis. Dan juga akhirnya ketika pembaca telah menyelesaikan membaca novel ini akan kalian temukan  empat tokoh utama yang mempunyai masing-masing karakter yang sangat kuat.

Serendipity berkisah tentang persahabatan empat manusia dengan kisah cinta di dalamnya. Mereka adalah Aya, Ela, Desta dan Juno. Aya adalah seorang gadis cantik sebagai salah satu pemred di majalah ternama dengan sifat angkuh, ceplas ceplos dan apa adanya. Ela adalah seorang guru TK, Ela yang baik hati dan cantik, namun terkadang terdengar tulalit. Desta sendiri seorang gadis berjilbab, seorang dosen yang cerdas, mempunyai prinsip No Pacaran, Nikah Yes. Pengidola tetangga lima langkah. Sedangkan Juno, satu-satunya cowok dalam lingkaran persahabatan mereka. Juno adalah seorang photographer yang bekerja satu kantor dengan Aya.

Keempat sahabat ini sama-sama single namun sedang bersemangatnya mencari pasangan hidup untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Hanya Aya yang saat itu sudah berstatus tunangan dan sekitar enam bulan lagi akan merayakan pesta pernikahan. Aya bertunangan dengan Reval, satu-satunya cowok dengan sifat nyaris sempurna yang mampu menggoyahkan hati Aya untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Sedangkan Ela, Desta dan Juno, 3 sahabat lainnya yang belum memiliki penampakan siapa yang akan mendampingi hidup mereka, meski Ela naksir berat dengan Mas Ipang, Abang Desta, cowok cool dan sholeh idaman para wanita, tetapi tentu saja Mas Ipang hanya menganggap sahabat-sahabat desta hanya sebagai adiknya.

Dalam dunia percintaan sendiri Aya tidak memiliki masalah, banyak laki-laki yang jatuh hati padanya. Masalah utama Aya justru berasal dari keluarganya sendiri yang membuat Aya tidak begitu percaya dengan dunia percintaan apalagi dunia pernikahan. Ayah Aya yang menikahi wanita lain selain ibunya membuat Aya begitu membencinya dan juga ibu beserta adik tirinya.

Konflik mulai nampak dan itu bermula ketika Ratna, adik Ela tiba-tiba berkunjung ke tempat kontrakan Ela dan mengaku hamil. Ela sebagai kakaknya tentu merasa bertanggungjawab dan ingin membantu menyampaikan berita naas ini kepada orangtuanya yang berada di kampung halaman, Yogyakarta. Namun saat mengutarakan permasalahan Ratna, justru menodong Ela untuk menikah secepatnya. Ela diberi waktu selama seminggu untuk mendatkan calon suami, jika tidak maka Ela harus menerima calon dari orangtuanya seorang duda tua beranak lima. Ela jelas saja kelimpungan mencari calon suami dalam waktu seminggu, sedang selama ini calonnya sama sekali belum kelihatan. Kemudian Ela meminta bantuan Desta dan Aya untuk mendapatkan calon suami sementara. Ela berharap Desta menyodorkan kakaknya alias Mas Ipang.sedang di sisi lain, Ela tidak pernah tahu jika ada cowok yang selama ini memperhatikannya dan siap menjadi imamnya dengan tulus. Lalu bagaimanakah akhirnya apakah lelaki yang menyukai Ela secara diam-diam itu dapat mempersunting Ela atau Ela justru jatuh ke dalam pelukan duda beranak lima?

Ketika Ela bingung dengan pencarian jodoh seminggunya, Desta sendiri sedang bingung dengan hubungannya dengan Reval, tunangan Aya yang pada kenyataanya mereka saling jatuh cinta. Akankah hubungan mereka tidak diketahui Aya? Akankah Aya tetap menikah dengan Reval jika mengetahui perempuan yang dicintai Reval ternyata adalah Desta.

Juno dan Desta selalu dibilang kembar oleh Ela dan Aya. Itu dikarenakan mereka selalu memiliki kesamaan pikiran atau seperti telepati. Dan tentu saja Juno mengetahui perasaan Desta sesungguhnya. Desta pun pada akhirnya mengetahui untuk siapa sesungguhnya cinta Juno ketika pada suatu hari yang tanpa disengaja, Desta membuka file leptop Juno dan membuka koleksi gambar di dalamnya. Dan Desta sungguh terkejut melihat kenyataan bahwa ternyata Juno telah mencintai Aya selama 7 tahun.

Novel ini alurnya mengalir, sungguh enak dibaca. Saya tidak bosan membaca setiap detil kalimatnya hingga ending. Membaca Novel ini seperti makan gado-gado, ada sedih, ada tawa, ada bahagia namun semuanya diramu dengan pas tidak ada yang overacting. Ending yang pas dan manis tentu dibuat agar kita tahu bahwa setiap perjuangan keras akan selalu berbuah manis.

Saya menangkap pesan dari novel ini bahwa, cinta itu bisa datang kapan saja dan kita tidak tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta. Seperti kita tidak tahu siapa jodoh kita, kita hanya perlu berikhtiar, dan mengembalikan hasil akhirnya kepada Dia-Yang Maha Kuasa.

Two tumbs saya sampaikan untuk penulisnya. 4.5/5 untuk novel ini. Selamat membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published.