#2019 Banyak Mimpi yang Harus Diperjuangkan

Setiap akhir dan awal tahun masehi pasti kita akan menemukan satu kata yang menjadi trending topic  yaitu RESOLUSI. Kata itu banyak diperbincangkan, menjadi topik utama di berbagai kalangan dan media. Bahkan resolusi para artis menjadi berita utama di sebuah acara gosip televisi. Selain itu mungkin kita juga bisa menemukannya di feed-feed media sosial di dunia maya yang mempertanyakan resolusi.

Sebenarnya apa sih resolusi itu?

Berdasarkan KBBI sendiri, resolusi berarti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah atau sidang); pernyataan tertulisa, biasanya berisi tuntutan suatu hal.

Bagi saya pribadi, resolusi berarti impian yang ingin saya raih di tahun-tahun mendatang.

Kalau nggak  punya impian, hidup lo kelar!

Itu kalimat suggesti yang saat ini sering saya gaungkan di dalam hati dan pikiran. Melihat tahun 2018 yang bagi saya ternyata jalan di tempat, tentu saya ingin di tahun 2019 ini semuanya berjalan jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Dan sebagai pengingat, saya tuliskan lagi impian-impian yang ingin diraih terutama dalam dunia kepenulisan di tahun mendatang:

Menerbitkan Buku/Novel Solo

Tahun 2018, buku saya yang terbit masih berupa antologi, 3 di antaranya antologi bersama teman-teman di komunitas ODOP, 2 diantaranya bersama teman-teman Komunitas Emak-Emak Belajar Nulis.  Meskipun impian untuk bisa menerbitkan buku solo termasuk dalam list di tahun 2018, ternyata saya tidak bisa menyelesaikannya.

Lalu apa yang saya lakukan untuk memudahkan mewujudkan impian itu? Saya bergabung dengan Nulis Aja Community, sebuah komunitas yang mewadahi para anggotanya untuk bisa menerbitkan buku solo. Di sana sistem belajarnya adalah membagi setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang yang akan dibawahi 1 mentor yang sudah berhasil menerbitkan buku solo, baik diterbitkan mayor ataupun selfblishing. Dengan tenggat waktu 4 bulan, diawali dengan setoran outline dan progress penulisan setiap harinya, diharapkan para anggota mampu menyelesaikan buku atau novelnya. Semoga di tahun 2019, buku saya bisa terbit, syukur-syukur bisa diterbitkan oleh penerbit mayor.

 

Tulisan Terbit di Media

Siapa sih yang tidak tertarik jika tulisannya di muat media? Ada berbagai keuntungan jika tulisan  dimuat di media, apalagi media nasional baik daring maupun laring. Keuntungannya antara lain mendapatkan imbalan atau honor, branding  diri, dan menambah portofolio di dunia kepenulisan yang bisa kita pakai saat mengajukan tulisan ke penerbit mayor. Enak kan? Namun, tentu saja perjuangan untuk bisa dimuat di sana itu tidak mudah, karena banyaknya pesaing yang juga punya niat sama, tulisannya dimuat di media.

Tentu saja hal yang harus saya lakukan adalah belajar mengenali karakter tulisan masing-masing media atau media yang ingin saya tuju. Ini salah satu langkah penting agar tulisan saya cocok dengan selera media tersebut. Selain itu saya juga bergabung dengan teman-teman yang sama-sama suka ngerumpiin dunia sastra, atau karya-karya yang dimuat di media koran. Komunitas Prosa Portulaca adalah salah satu komunitas yang beranggotakan ibu-ibu yang doyan ngerumpiin tulisan yang dimuat media koran. Kami belajar dari para penulis tersebut, mencoba menelisik kelebihan dan kekurangan hingga tulisan itu bisa dimuat dimedia.

 

Konsisten Ngeblog

Hari ini salah satu komuitas blogger yang saya ikuti membahas penghasilan dari blogging. Wah ternyata penghasilan mereka sungguh menggiurkan, bisa dibuat untuk jalan-jalan. Diperlihatkan salah satu invoice untuk satu tulisan dengan nilai 2 juta, wow siapa yang tidak pengin coba? Namun perjuangan mereka sudah panjang, hingga mampu menghasilkan uang dari blogging. Salah satu anggota tersebut mengatakan sudah dikontrak salah satu marketplace ternama di negeri ini sejak tahun 2015. Wow…2015 saja saya belum mengenal blog. Kuper banget ya?

Nah melihat penghasilan yang tidak kalah dengan kerja kantoran tersebut, sebagai IRT sejati tentu saja saya juga ingin menghasilkan uang dari rumah. Kalau bisa mengapa tidak?

Nah, untuk mewujudkan kekonsistenan ngeblog tersebut (masalah dapat duit apa tidak, saya pikirkan nanti) tentu saja saya harus punya pemicu semangat. Saya bergabung di beberapa komunitas blogging yang sangat aktif antara lain Blogger Perempuan Network, Blogger Kepri, 1 Minggu 1 Cerita dan Estrilook community.

Blogger Perempuan sendiri setiap hari konsisten memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk share link blog mereka di satu feed FB yang telah di sediakan. Setiap hari temanya selalu berbeda. Namun dari situ kita bisa belajar untuk membuat jenis tulisan seperti apa, terutama jika tidak punya ide sama sekali.

Blogger Kepri sendiri beranggotakan blogger yang tinggal di daerah Kepulauan Riau. Grup ini cukup aktif. Setiap Senin, Rabu dan Jumat, memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk share link tulisan mereka d WAG. Dan anggota lainnya wajib Blogwalking. Selain itu grup ini juga membahas berbagai hal yang berhubungan dengan dunia blogging dan juga share info berbagai lomba blog.

Untuk grup 1minggu1cerita, anggota 1m1c wajib memposting 1 cerita dalam 1 minggu. Jika 6 kali berturut-turut tidak setor, maka akan di kick dari grup. Tujuan grup ini adalah membiasakan diri menulis di blog meskipun hanya sekali dalam seminggu agar tidka memebratkan bagi yang memiliki kesibukan. Sesekali dalam sebulan admin akan memberikan tema tertentu dan anggota wajib menulis berdasarkan tema tersebut.

Estrilook Community, Komunitas ini juga sangat aktif. Di bulan Januari ini Estrilook Community mengadakan challenge One Day One post selama 31 hari dengan tema bebas. Tujuan Estrilook agar anggotanya konsisten ngeblog, menaikan DA/PA blog, dan juga sebagai wadah para perempuan untuk menyuarakan pikirannya lewat tulisan.

Nah ketika saya menyadari bahwa sudah ada jalan yang membantu tercapainya impian-impian saya, semoga saya dijauhkan dari kemalasan untuk  tetap tegak penuh semangat mewujudkannya. Bismillah. (end)

#Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day1 
#Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway yang diadakan oleh Sabrina Lasama dengan tema Resolusi Kepenulisan di tahun 2019

One thought on “#2019 Banyak Mimpi yang Harus Diperjuangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.