3 Kota Tujuan Mudik Saat Lebaran. Mudik nggak ya? Sepertinya kita semua sudah tahu, polemik yang disampaikan pemimpin no 1 di Indonesia tentang pernyatan beliau bebarapa waktu lalu. Beliau mengatakan bahwa kita nggak boleh mudik tetapi boleh pulang kampung.

Memang biasanya mudik dan pulang kampung tujuannya sama, yaitu pulang ke kampung halaman di mana sanak saudara berada. Saya baru menyadari penggunaan kata ini saat dulu masih bekerja dan mengajukan cuti. Saat itu biasanya kita akan menjawab mudik saat orang bertanya di hari-hari menjelang lebaran. Namun jika cuti itu bukan di hari raya biasanya jawabannya adalah pulang kampung.

Intinya menurut saya yang bukan ahli bahasa, mudik dan pulang kampung itu perwujudannya sama yaitu kembali ke sanak keluarga di mana berada. Hanya penggunaan katanya saja yang berbeda waktu.

kinipun mudik menjadi pembahasan yang penting. Hari-hari menjelang lebaran begini, biasanya orang sudah bersiap-siap untuk mudik. Tetapi di tengah wabah pandemi yang menggila ini, akankah kita mengikuti nafsu untuk tetap mudik?

Tidak, itu jawaban saya. Alangkah lebih baik saat pandemi yang sangat riskan ini tetap di rumah saja. Mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Bahkan mungkin saya akan menutup pintu, tidak menerima tamu di lebaran besok.

Tetapi seandainya mudik, saya memiliki 3 kota pilihan. Satu kota adalah tujuan utama di mana biasanya saya dan keluarga menghabiskan lebaran di sana.

3 Kota Pilihan untuk Mudik Saat Lebaran

1.Tanjung Pinang

Tanjung Pinang adalah kota dimana biasanya kami menghabiskan lebaran. Selain memang di sana adalah saudara tertua suami, letak Tanjung Pinang yang tidak jauh dari Batam memudahkan kami untuk berkemas dan mempersiapkan perjalanan.

Hanya memerlukan perjalanan dengan kapal ferry selama 70 menit dari Pelabuhan Punggur, kita sudha sampai di Pelabuhan Sri IndraPura Tanjung Pinang. Harga tiket biasanya Rp 52.000,00/orang saja. Di dalam kapal biasanya kru akan menawarkan jajanan seperti mie rebus dan mie goreng instant. Harganya rata-rata Rp 10.000,00. Cukup untuk mengganjal isi perut jika belum sempat sarapan atau makan.

2.Yogyakarta

Yogya adalah kampung halaman saya. Di sana sanak keluarga saya sebagian besar bermukim. Sejak menikah saya belum pernah mudik. Tentu saja karena biaya perjalanan yang sangat mahal jika mendekati lebaran. Maka impian saya untuk lebaran tahun depan adalah mudik ke Yogyakarta. Saya ingin sungkem kepada ibu dan nyekar ke makam Bapak dan Simbah.

3. Rengat, Pematang Reba, Indragiri Hulu

Kota kecil yang berjarak 4 jam dari pekanbaru ini adalah kota dimana keluarga suami berada. Dulu saat masih tinggal di Pekanbaru, setiap lebaran kami mudik ke Rengat. Perlu waktu sekitar 4-5 jam menggunakan mobil sewa sejenis innova, atau rush.

Hal yang selalu tidak dilupakan saat perjalanan dari Pekanbaru – Rengat adalah jalannya yang jelek, banyak lubang di sana-sini. Namun 6 tahun ketika kami di sana semuanya muali berubah lebih baik, emskipun ada bagian-bagian jalan di daerah tertentu yang memasng masih jelek.

Satu hal lain yang saya sukai saat mobil berhenti di rumah makan untuk istirahat. meskipun seringnya kami tidak makan, tetapi berhenti di Pangkalan Kerinci ini membuat saya sedikit melepaskan lelah.

Meskipun ada 3 kota tujuan untuk mudik, tetapi ya, tahun ini kami #dirumahaja. (end)

#Day25
#Mudik
#BPNRamadan2020


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: