9 Tips Memenangi Lomba Menulis yang Harus Diketahui Ibu-Ibu Doyan Nulis . “Dia kok ikut lomba lagi sih. Pasti menang. Kalau saya kalah, ya wajar saja. Saingan saya aja para juara.” Pernah nggak kamu berkata seperti itu saat ikut lomba. Melihat berjejer nama yang sudah tidak asing lagi memenangi lomba, kini namanya bertengger kembali menjadi salah satu pemenang.

Saya pernah lho berfikiran seperti itu. Akhirnya apa yang saya lakukan? Berhenti bertarung atau terus ikut lomba? Saya sih tetap ikut lomba lagi. Lha wong, setelah baca tulisan mereka, tulisannya memang apik dan unik. Amat jauh jika dibandingkan dengan tulisan saya yang mainstream dan membosankan. Siapa juga juri yang mau ngelirik.

Rasa kecewa itu memang ada. Terutama kecewa pada diri sendiri yang nggak cepat belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya dan kurang peka memandang sekitar sehingga tulisan terkesan monoton. Belum lagi tulisannya acak adut, bikin yang baca jadi mangkel (sebel) karena banyaknya typo dan nggak terstruktur dengan baik, alias nggak nyambung antar paragrafnya.

Saya berharap banget ada seseorang yang sudah sering memenangi lomba, atau jadi juri lomba, kasih bocoran sejujur-jujurnya bagaimana tipsnya biar bisa menang lomba, terutama lomba blog. Kalau menang kan seneng banget, karena selain hadiahnya bisa membantu dapur ngepul, bisa menambah portofolio sebagai penulis atau blogger.

Belajar Memenangi Lomba Bersama IIDNxIM3Ooredoo

Bulan September hingga awal Oktober 2020 kemarin harapan saya itu terwujud. IIDN bekerjasama dengan IM3 Ooredoo yang memberikan ilmu-ilmu daging tentang Mengoptimalkan Peluang Blog. Dan salah satu episodenya membahas tentang Memenangi Lomba Blog.

Sebelum membahas cara memenangi lomba blog yang disampaikan mbak Widyanti Yuliandri, Ketua Umum Komunitas IIDN, ada kesan yang ingin saya sampaikan saat mengikuti webinar ini.

#1 Funny Moment di Webinar ke-25

Episode ke-25 dengan tema Memenangi Lomba Blog ini memberikan kesan lucu dan juga semangat yang menggebu untuk terus maju mencoba berbagai event lomba. Kesan lucu yang terasa lain dari biasanya itu pada saat pengambilan gambar/foto peserta.

Saat itu mbak Lita Widi sebagai moderator meminta para peserta untuk memakai atau membawa barang yang berwarna kuning atau merah. Sontak saja peserta yang sedang tidak memakai kerudung atau baju berwarna kuning atau merah mencari barang lain yang warnanya senada. Sampai ada yang bawa kain serbet (lol).

Tips menang Lomba
Salah Satu Selfie saat Webinar ke -25

#2 Annoying Moment di Webinar ke-1

Pada episode pertama merupakan webinar yang juga memberi kesan tersendiri hingga kini. Kesan menjengkelkan lebih tepatnya. Saya nggak bisa lupa sampai hari ini. Ini sih bukan karena teknis pelaksanaan dari tim IIDN atau tim IM3Ooredoo, tapi dari peserta.

Kesan tak terlupakannya adalah saat ada salah satu peserta yang ikut webinar di hari tersebut tidak mute atau mematikan microphone di zoomnya. Sedangkan dia sepertinya sedang berada di luar, belanja di toko. Ngobrol sama suami dan anaknya. Lingkungan suaranya juga berisik. Aduh saya pribadi sangat terganggu.

Kenapa nggak ditegur? Sudah ditegur sih sama host, tapi sepertinya peserta tersebut tidak menyimak jalannya webinar. Jadi nggak dengar dan nggak paham kalau zoomnya tidak dimute. Tapi pas sesi foto di akhir acara, dia muncul lho, maksudnya dibuka videonya. Kok tahu itu dia? Iya kan udah saya tandai namanya. He…he…he

Penting Saat Ikut Webinar Via Zoom!

Jadi teman-teman, kalau ikut webinar via zoom, pastikan mute ya microphonenya! Agar peserta lainnya tidak terganggu dan bisa mendengar dengan jelas materi yang disampaikan. Karena dengan mendengar materi webinar dengan baik, kita diharapkan bisa meningkatkan dan memperbaiki kualitas serta mengoptimalkan peluang blog. Salah satunya dengan memenangi berbagai lomba kepenulisan.

9 Tips Memenangi Lomba Blog

Jika ditanya sudah berapa kali saya mengikuti lomba blog? Sepertinya sudah 20 kali saya ikut lomba blog. Menangnya baru 2 kali. Jadi prosentase menang saya baru sekitar 1%. Nah, mbak Wid saja selaku yang berpengalaman sebagai juri, prosentase kemenangannya baru sekitar 25% – 30%. Dari sekitar 100 lomba yang diikutinya, sekitar 25-an lomba yang dinyatakan sebagai juara. Lah gimana kabarnya dengan saya?

Jadi, kalau kita nggak selalu menang lomba atau belum pernah menang, nggak usah berkecil hati, yang penting kita sudah berusaha menyajikan naskah terbaik. Mungkin nanti di lomba yang ke 150, kita bisa menjadi salah satu pemenangnya.

9 tips dari ahlinya mengenai cara memenangkan lomba kepenulisan dari sudut kualitas tulisan dibawah ini bisa diterapkan dan bisa jadi memliki peluang lebih besar untuk memenangi lomba:

Pahami tema
Membaca Untuk Memahami

#1 Memahami Tema Lomba

Ini paling krusial banget loh di dalam lomba. Andai kita salah dalam memahami tema, sudah pasti akan dicoret dari daftar pemenang.

Saya pernah mengalami ini. Beberapa waktu yang lalu salah satu brand laptop terkemuka di Indonesia mengadakan lomba dengan tema Dare to Be You. Lah saya malah menceritakan hal lain tentang pengalaman dan perkembangan laptop dari zaman old hingga ke zaman masa kini. Pastinya nggak akan menang.

Maka, jangan seperti saya! Kenali cara memahami tema dengan 2 langkah berikut:

a. Pahami dengan Baik Tema

Cara memahami dengan baik tema adalah dengan lebih banyak menggali informasi tentang produk atau tema melalui browsing di internet atau jurnal internasional. Usahakan jangan jadikan halaman pertama dan kedua di laman google sebagai rujukan, karena kemungkinan besar banyak orang telah memakai ulasan tersebut sebagai acuan.

b.Kenali Penyelenggara Lomba

Mengenali penyelenggara lomba itu penting. Salah satunya karena akan mempengaruhi gaya penulisan kita. Misalkan siapakah penyelenggara lomba? Apakah tujuan diadakannya lomba? Apakah kelebihan atau value dari apa/ produk yang dibahas tersebut? Dan lagi kalau memang tema lomba tersebut tidak sesuai dengan bahasan blog kita, disarankan tidak perlu ikut lomba, sebab nanti akan dinilai tidak konsisten.

Cara Menang Lomba Menulis
9 Cara Memenangi Lomba Menulis

#2 Unik dan Jangan Monoton

Merujuk pada poin pertama untuk mengenali tema, maka cari sesuatu yang unik yang bersinggungan dengan tema atau produk yang akan diulas. Pengalaman pribadi digabungkan dengan riset yang mendalam akan membuat tulisan kita lebih berisi dan unik.

Jangan memakai bahasa yang monoton atau gaya bahasa yang sudah usang. Contoh bahasa yang terdengar monoton : “Pada suatu hari”, “seperti yang telah kita ketahui” dan lain sebagainya. Mungkin juga kita bisa mencoba dengan membacanya secara lantang, agar rasa tulisan bisa dirasakan. Apakah kaku, atau mungkin ada yang masih mengganjal.

#3 Menyelesaikan Masalah Pembaca

Tulisan harus memberikan solusi bagi pembaca. Kita bisa mendapatkan “masalah” yang sering dihadapi orang berdasarkan survey (bisa lewat status di sosial media atau angket), wawancara dengan teman atau tetangga, membaca buku, atau justru berdasar pengalaman pribadi. Dengan mengetahui masalah dan juga bagaimana penyelesaiannya, kita bisa merangkumnya menjadi tulisan yang menarik dan berbobot.

#4 Memahami Referensi Tulisan

Beberapa penyelenggara biasanya memberikan referensi sebagai bahan tulisan. Maka pahami referensi tersebut dan olah menggunakan gaya bahasa kita sendiri. Selain itu kita bisa menambah bobot tulisan dengan browsing dari berbagai sumber seperti jurnal internasional.

Jika kita browsing dari laman google, usahakan jangan mengambil referensi dari halaman pertama. Sebab biasanya sudah banyak yang menggunakan referensi tersebut.

#5 Perhatikan Pembuatan Judul

Judul merupakan jendela dari sebuah tulisan. Dengan melihat atau membaca judul, seorang calon pembaca bisa melanjutkan masuk ke artikel karena tertarik dengan judul yang dibacanya. Maka perhatikan 4 poin penting dalam pembuatan judul seperti di bawah ini:

  • Judul sesuai dengan tema dan brief / peraturan –> Jika rule meminta peserta lomba memakai kalimat atau kata kunci tertentu, maka kita harus melakukannya dan menjadikan judul tetap menarik, tidak kaku.
  • Menarik dan sesuai isi –> Menarik berarti siapapun yang membaca judul tersebut membuat ingin membaca isinya. Tetapi jangan bikin judul jenis “klik bait” ya. itu loh jenis judul yang sangat menarik tapi isinya zonk.
  • Melakukan riset kata kunci –> Agar tulisan kita dicari dan kemudian dibaca banyak orang, lakukan riset kata kunci. Sekarang ini sudah banyak tool gratis yang membantu riset keyword lebih tepat sasaran.
  • Muat kekuatan produk yang diulas –> sisipkan 1 atau 2 kata yang mengandung kekuatan produk. Misalkan produk kosmetik, kita bisa sisipkan “Anti kerut” atau anti aging di dalam judul.

#6 Ilustrasi atau InfoGrafis

Menggunakan gambar hasil karya sendiri akan menambah nilai lebih di mata juri. Sebab dengan grafis karya sendiri berarti kita paham dengan yang kita tulis lalu menuangkannya dalam sebuah ilustrasi atau infografis. Tetapi perlu dicatat bahwa hal ini berlaku jika pihak penyelenggara tidak mensyaratkan menggunakan gambar dari mereka.

#7 Logika Terstruktur dengan Baik

Logika, perpaduan antar paragraf, berikut opening juga closing harus selaras saling berhubungan. Dan berikan kesan yang menarik, sehingga pembaca ingin membacanya hingga tuntas.

Tips menang lomba menulis
Sosial Media Sharing

#8 Sosial Media Sharing

Jangan lupa untuk menyebar tulisan ke media sosial yang kita miliki. Lebih baik memiliki engagement bagus atau seperti adanya interaksi yang baik antara pembaca dan penulis. Dengan demikian tujuan penyelenggara akan tercapai karena campaign mereka dibaca oleh banyak orang.

#9 Hal Remeh yang Menyebabkan Gagal Menjadi Juara

Ada beberapa hal remeh yang kita anggap biasa tetapi akibatnya fatal. Beberapa hal tersebut antara lain, akun sosial media yang digembok, typo atau salah mengisi form pendaftaran, salah mention, salah hastag, atau referensi yang dipakai terlalu mainstream.

Banyak ternyata ya, poin-poin yang harus diperhatikan agar bisa memenangi lomba. Tetapi ada satu hal lagi yang mungkin dilupakan, kalau blogger ataupun content creator membutuhkan internet yang stabil dan kuota yang memadai untuk menghasilkan karya yang bagus dan juga tepat waktu. Selain itu juga mereka perlu asupan ilmu maupun referensi dari google, youtube, jurnal internasional ataupun ikut webinar.

Beruntungnya IM3 Ooredoo memahami para blogger dan juga content creator, sehingga mereka menawarkan produk-produk baru yang bisa dijadikan pilihan untuk menunjang aktivitas mereka.

IMPreneur Partner Tepat Memenangi Lomba

Produk baru yang ditawarkan IM3 untuk mendukung para enterpreneur berkomunikasi dang menghasilkan karya adalah IMPreneur. Produk ini menawarkan banyak pilihan fitur yang menguntungkan.

IMPreneur

Cara kerja IMPreneur mempermudah kepala keluarga atau pimpinan pelaku bisnis mengontrol jumlah penggunaan kuota internet di dalam keluarganya atau di dalam lini bisnisnya. Kepala tim berhak membagi kuota ke anggotanya sesuai dengan kebutuhan. Kepala tim atau kepala keluarga harus menggunakan kartu matrix yang didaftarkan , tetapi anak buah boleh memakai produk indosat lainnya.

Cara mendapatkan IMPreneur harus ke Gerai Indosat, lalu pilih paket yang diinginkan. Pihak IM3 akan memberikan kartu utama, dan kepala keluarga atau yang memegang kartu utama mendaftarkan anak buah yang akan disharing quotanya. Untuk anak buah bisa menggunakan kartu indosat selain Matrix. Tetapi untuk kartu utama wajib menggunakan kartu Matrix yang baru.

Contohnya jika IMPrenerur dipakai dalam sebuah keluarga. Kepala keluarga yang memiliki 3 anak membeli IMPreneur paket Pro yang akan mendapatkan 120 GB kuota utama dan 10 GB kuota aplikasi. Kepala keluarga berhak membagi kuota internetnya kepada istri dan 3 anaknya.

Kelebihan IMpreneur
Kelebihan Produk ImPrenenur

Misalkan nih kepala keluarga mendapat 50 GB, istri 30 GB karena seorang content creator, anak pertama karena sudah kuliah mendapatkan 20 GB, anak kedua sudah SMA mendapatkan 15 GB, anak yang terakhir mendapatkan 5 GB karena masih SD.

Selain bisa sharing kuota, banyak kelebihan yang didapatkan yaitu nelpon dan SMS bebas pulsa ke sesama operator, free kuota aplikasi, 25 menit free telpon ke operator lain dan juga sharing ke anak buah hingga 20 orang. Sangat hemat dan mudah dikontrol.

Paket IMPrenenur
Pilihan Paket IMPreneur

“Jika Kamu ingin menyerah, ingatlah semua usahamu. Kamu Bisa Bisa Bisa

-Devia-

Tips memenangi lomba menulis ahlinya telah kita dapatkan dari orang yang perpengalaman. Saatnya kita bangkit, menerapkan apa yang telah disampaikan, didukung dengan internet yang lancar dan terjangkau dari IM3 Ooredoo. Insya Allah kita bisa menghabiskan sisa kegagalan yang ada. Jangan pernah menyerah! Karena kita tidak tahu satu dua langkah kita ke depan adalah jalan menuju kemenangan. Keep moving and positive thinking!

β€œTulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging” 


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

46 Comments

Renov · 11 October 2020 at 00:13

Keren materinya mbak.
Mbak juga keren lah 2 dari 20 lomba sih itu udah Ok.

Saya sendiri,
keinginan gede buat ikut lomba, tapi realisasinya berbeda jauh. Rata-rata karena seringnya lupa jadwal lomba, ngga ngelist dan ngga memprioritaskan.

Ayo mbak, Kita semangat lagi ikutan.

Btw semoga menang ya lomba ini.

    Wiwid Nurwidayati · 11 October 2020 at 13:40

    Iyo mbak. materinya bagus-bagus. kalau dirangkum semua dalams atu tulisan akan jadi panjang banget.

Suparto Parto · 11 October 2020 at 17:40

Mantap, Mbak Wiwid. Siap mencoba!

    Wiwid Nurwidayati · 11 October 2020 at 21:47

    Ayo Pak, coba terus sampai kita nggak bisa berbuat apa-apa.

Farida Pane · 12 October 2020 at 14:10

semoga setelah ini giliran kamu yang langganan juara lomba blog, ya. kan udah dapat tips2nya.

    Wiwid Nurwidayati · 12 October 2020 at 17:28

    Aamiin, mbak.

Erin · 14 October 2020 at 10:15

Aku juga banyak gagalnya ikutan lomba blog. Tapi syukuri saja, kegagalan adalah awal dari keberhasilan, asal mau belajar dari kegagalan itu. Untuk kuota internet boleh nih pakai IM3 Impreneur.

    Wiwid Nurwidayati · 14 October 2020 at 18:15

    iya mbak, tapi klo lomba itu kayak adrealin semakin meningkat pas nulisnya, Padahal pas dibaca lagi tulisan saya masih gitu gitu aja.

Asih Mufisya · 14 October 2020 at 17:18

Tipsnya lengkap Mbak. Ikutan lomba mau banget, tapi suka lupa atau kurang yakin sama tulisan yang dibuat. Tips ini jadi bantu banget buat saya. Makasih Mbak.

    Wiwid Nurwidayati · 14 October 2020 at 18:16

    sama sih mbak. Seneng tapi klo bisa ikut lomba meksi nggak menang.

Twitter: @iffiarahman · 14 October 2020 at 17:47

Bener banget nih mom tips tipsnya. Tapi aku sendiri kalo ikutan lomba blog udah minder duluaaan, mentalnya masih mental tempe nih πŸ˜…

    Wiwid Nurwidayati · 14 October 2020 at 19:02

    merangkum dari apa yang disampaikan narasumber mbak, seoga bermanfaat bagi yang baca

Chairina · 14 October 2020 at 19:45

Super lengkap banget pembahasannya. Aku suka quote yang akhir.
Kalau udah mulau lelah dan menyerah yang terbaik emang melihat semua usaha yang udah kita lakukan sejauh ini.

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:51

    Sebenarnya ini masih banyak mbak, tips yang lainnya. hanya saja nanti yang baca gumoh. hehehehe

kyndaerim · 14 October 2020 at 19:52

Tipsnya cucok banget buat aku nih mbak. Karena seringnya kalo ikut lomba blog, suka grasagrusu, makanya nggak menang, wkwk..

Apalagi internet yang kadang ngadat, udahlah jadi nggak semangat. Untung ada IM3 ya, semangat ikut lomba blog jadi balik lagi dan lebih terencana dengan baik πŸ˜€

Makasih banyak tips nya mbak Wid πŸ˜€ Sukses untuk lombanya :*

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:50

    sama-sama mbak, ini saya rangkum semoga saja bermanfaat bagi orang.

Jihan · 14 October 2020 at 21:28

well noted banget mbaaa. terimakasih resumenya, bakal aku bintangin. Jadi inget kemarin ikut lomba dan kalah hehe setelah aku cek ternyata lupa follow medsosnya penyelenggara haha mungkin ini salah satu keteledoran yang ngga bisa dimaafkan

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:48

    iya ya, kita kadang terlewat hal-hal yang sepele

Reskia - KuskusPintar.com · 14 October 2020 at 21:56

Kalo menurut saya dari pengamatan tulisan para juara, rata-rata tulisan mereka didukung dengan gambar yang wow. Ada desain infografisnya, gambar ilustrasi dan lain sebagainya. Nah, selain kudu belajar nulis kita juga bisa belajar desain hehe

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:48

    iya, desain grafisnya bgus tambah videonya juga. Saya masih jauh.

Anonymous · 14 October 2020 at 22:54

halo kak,
bicara soal perlombaan menulis di blog waktu awalpun saya sama seperti kakak, banyak minder dan gak pede-an. udah liat list yang ikutan eh si dia si dia lagi, udah deh pasti gue kalah! hahahaha. tapi ya gpp, kekalahan itu jadi ladang belajar juga sih kak. semoga kedepannya saya atau kakak yang jadi juaranya, hihihihi

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:47

    iya ladang belajar dans emoga kita jadi peka.

eka fitriani larasati · 14 October 2020 at 22:55

halo kak,
bicara soal perlombaan menulis di blog waktu awalpun saya sama seperti kakak, banyak minder dan gak pede-an. udah liat list yang ikutan eh si dia si dia lagi, udah deh pasti gue kalah! hahahaha. tapi ya gpp, kekalahan itu jadi ladang belajar juga sih kak. semoga kedepannya saya atau kakak yang jadi juaranya, hihihihi

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:46

    iya kak. Aamiin allohumma aamiin. Semoga bisa sesekali menang lomba ya.

Rani Oktapiani · 14 October 2020 at 23:27

Duh jadi rasa tertampar gitu, karena sebenarnya saat ini saya mungkin adalah salah satu orang yang berpikiran “ah sudahlah saya gak menang, saingannya hebat-hebat” Dan endingnya malah malas ikut lomba. Padahal bisa jadi gak menang karena angka merhatiin dengan detail lomba apa yang sedang diikuti. Terimakasih mbak ulasannya lengkap banget.

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:46

    kadang juga begitu mbak. Yang ikut pasti yahud yahud. Mereka yang sering jadu juara. Tapi kata mbak wid, justru disitu tantangannya. Kita harus bisa mengalahkan mereka.

    Sarieffe · 23 October 2020 at 06:58

    Aku banget nih mba, sering typo kalau ngetik. Beberapa kali ikut lomba blog, aku juga kurang nemukan feel dan maunya penyelenggara. Semoga dengan belajar terus menerus dan gigih mengikuti lomba blog, nanti kita ikutan masuk nominasi ya mba

Shafira - ceritamamah.com · 15 October 2020 at 05:03

Betul mbak wiwid, beberapa kali ikut lomba sepanjang tahun ini yang jadi juara itu lagi itu lagi..memang ya mereka unik, aku pernah jadi semangat ikut lomba tapi perah juga karena lagi ngedraft trus ga sengaja bw ke tempat mereka eh jadi minder dan insecure sendiri. akhirnya sekarang banyak belajar buat melesat lagi mbak wid hihi..anyway terima kaish saran dan sharingnyaa…

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:45

    iya mbak, infografis mereka lengkap dna cantik ditambah tulisannya juga nggak ngebosenin.

Arai Amelya · 15 October 2020 at 05:37

Tipsnya ini cocok banget buat aku mbak. Aku itu masih termasuk deadliners yang ikut lomba, dan sering lupa kalau udah tenggat waktu haha. Hasilnya ya gitu, gada yang maksimal. Mungkin emang harus diubah lagi tahapannya buat ikut lomba, wish me luck kalau ada lomba lagi mbak!

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 05:53

    sama sih mbak. Saya juga begitu deadliner akut. amiin, semoga kita lebih baik ke depannya.

Dwi Sumartini · 15 October 2020 at 08:30

terimakasih banyak mbak sharingnya. makin semangat mau belajar, biar suatu saat nanti bisa ikut lombaa

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 11:49

    Sama-sama mbak.

nyi Penengah Dewanti · 15 October 2020 at 09:56

Barokallah ya Mba Wid, bisa mengikuti acara zoom IIDN bareng indosat
aku juga ikutan tapi sering sinyal eror, jadilah aku nggak nyimak materi dengan baik. Sering keluar zoomku. Sedih. Tapi makasih dengan postinganmu ini mba

    Wiwid Nurwidayati · 15 October 2020 at 11:49

    iya mbak, senang bisa ikut acara penuh ilmu mbak.
    Wah sayang banget ya mbak, semoga lain waktu bisa ikut lagi dan internet bisa berjalan lancar.

Fenni Bungsu · 18 October 2020 at 10:43

9 tips lomba ini boleh ah coba dipraktekkan, karena pengen juga ikutan lomba terus bisa menang, aamiin.

    Wiwid Nurwidayati · 20 October 2020 at 11:52

    iya mbak, ini sebenare masih ada lagi tambahan. Cuma nanti jadi panjang banget dan bosan.

Dyah Kusuma Susanti · 18 October 2020 at 23:14

mantap artikelnya nih mba. bisa dipraktekkan, karena saya masih banyak mengabaikan juga beberapa item. huhu,

Andina · 19 October 2020 at 00:48

Saya ikutan juga webinar ini. Udah kaya grand finale semua webinar im3 ooredoo dan IIDN deh. Alhamdulillah, jadi lebih ngerti gimana menangin lomba. Semoga mujarab ya buat yang ikutan

    Wiwid Nurwidayati · 20 October 2020 at 11:48

    webinar ini daging semua ya mbak. banyak ilmu baru yang saya dapat. Tinggal mempraktekannya.

www.derisafriani.com · 19 October 2020 at 03:26

Ala bisa karen biasa. Semakin banyak ikut lomba, semakin terasah. Saya baru 2x jadi pemenang hiburan untuk lomba blog. Tapi memang termasuk jarang ikutan lomba. Untung-untungan juga, karena penilaian juri itu sangat relatif.

    Wiwid Nurwidayati · 20 October 2020 at 11:49

    iya bener, semakin dapat feelnya dan tahu trik gimana mememnangkannya.

Ludyah Annisah · 26 October 2020 at 06:59

Suka banget nih mba sama ulasannya. Dan, untuk menjadi juara itu memang enggak boleh asal-asalan dalam prosesnya. Mesti jeli dan Utamanya riset mendalam. Noted banget nih mba

    Wiwid Nurwidayati · 26 October 2020 at 21:38

    iya mbak. Ini sebenarnya masih sebagian, masiha da banyak lagi. Tapi takut kepanjangan.

    Wiwid Nurwidayati · 27 October 2020 at 20:50

    Iya mbak bener banget. Riset dan teruus nulisnya nggak mepet dateline.

Cara Mendapatkan Follower Instagram Secara Organic Ala Nevie Rost - Wiwid Story · 28 October 2020 at 11:18

[…] Baca Juga:Tips Memenangi Lomba Menulis Ala Mbak Widyanti Yuliandri (Ketua IIDN) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.