PSBB dan Penerapannya
www.unsplash.com

Bagaimana Dahsyatnya Pengaruh Covid19 dalam Hidup? Ini yang Kualami. Covid19 memang telah mempengaruhi setiap sendi kehidupan manusia. Semuanya hampir dibuat lumpuh. Pasar di tutup, sekolah libur, mudik dilarang, banyak sendi ekonomi yang mati mata rantainya.

Indonesia sendiri tidak memberlakukan lockdown secara total. Hanya saja beberapa kota besar memberlakukan sisten PSBB yaitu sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar. Tujuan PSBB tidak jauh berbeda degan Sistem Lockdown, yaitu ingin mengurangi dampak menyebarnya virus Covid19 dengan aturan tertentu.

Beberapa aturan PSBB yang sudah kita rasakan seperti anjuran untuk #tetapdirumahsaja, libur sekolah dan atau libur kerja, pembatasan kegiatan keagamaan atau organisasi, atau juga pembatasan kegiatan dirumah ataupun tempat umum yang menyebabkan kerumunana atau berkumpulnya banyak orang. Selain itu dibatasinya juga moda transportasi dengan melarang pengendara sepeda motor berboncengan, jumlah penumpang angkutan umum misalkan yang biasanya 12 menjadi 6 untuk menjaga jarak.

PSBB sendiri bisa dilakukan oleh pemerintah daerah tingkat provinsi atau kota setelah mendapatkan persetujuan dari yang berwenang yaitu Menteri Kesehatan.

Apa Saja Aturan PSBB?

Beberapa peraturan yang diterapkan pemerintah kota ataupun pemerintah daerah tentang PSBB antara lain:

1. Belajar di Rumah

Dibatasinya kegiatan KBM baik formal maupun non formal, memaksa semuanya menggunakan kecanggihan alat digital ataupun memanfaatkan media sosial untuk menerima materi pelajaran sekaligus mengerjakan tugas.

PSBB dan Penerapannya
www.unsplash.com

2. Membatasi Kegiatan Keagamaan

Biasanya di setiap komplek perumahan kita akan menemukan kegiatan taklim yang disisi oleh ibu-ibu. Kegiatan ini biasanya rutin dilakukan dwimingguan atau bulanan. Selain kegiatan ibu ibu, bapak=bapakpun juga rajin mengadakan taklim dengan diisi pembacaan surah yasin.

Tetapi semenjak COVID19 datang, kegiatan ini dihentikan sama sekali. Setiap warga diharapkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di rumah mereka sendiri.

3. Dibatasinya Kegiatan Sosial dan Kebudayaan

Kegiatan masyarakat yang biasa dilakukan adalah gotong royong, ataupun kegiatan ibu-ibu PKK. Untuk sementara kegiatan ini dihentikan, ataupun jika tetap dilakukam, lakukan dengan berjarak dan memakai masker.

4. Peraturan Terterntu untuk Transportasi

Transportasi di sini meliputi semua aspek transprtasi baik di darat, laut maupun di udara. Seperti contoh penerapan aturan dalam transportasi darat, dimana pengendara sepeda motordilarang berboncengan. Ojek online hanya boleh mengantarkan pesanan barang. Angkutan kota mengurangi jumlah penumpang untuk melebarkan jarak.

Selain transportasi di atas, peraturan juga berlaku untuk transportasi barang seperti kargo, angkutan minuman dan makanan, atau supply barang ke minimarket dan lain sebagainya.

5. Dibatasinya Kegiatan di Tempat Umum

Masyarakat harus memperhatikan jumlah orang, mengatur jarak dan juga penggunaan masker jika memang kegiatan diluar ini harus dilaksanakn karena urgent.

Pemerintah masih mentolerir beberapa tempat umum untuk beraktivitas seperti di mall, minimarket ataupun pasar, hotel, fasilitas kesehatan , perusahaan dna lains ebagainya.

Semoga dengan diberlakukannya PSBB, COVID 19 epat musnah dari muka bumi ini. (end)

#Day4
#BPNRamadan2020
#BPN30DayRamadanChallenge2020


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.