Hal-hal yang Dirindukan Saat Lebaran Tahun 2020. Tahun 2020 akan menjadi catatn tersendiri bagi dunia. Hal ini menyangkut merebaknya virus corona yang terus saja memakan korban setiap harinya. Virus corona telah mengubah dunia dan membuat sebuah pola kehidupan baru bagi manusia.

Seperti ramadan tahun ini yang terlihat berbeda seperti biasanya. Tak ada tarawih di masjid atau ifthar di sana, semuanya terlihat sunyi. Jalanan yang jika malam masih terlihat kehidupan, kini ikut senyap.

Lebaran kali inipun sepertinya tidak akan jauh berbeda suasananya seperti ramadan. Jika biasanya orang akan begitu antusias menyambut lebaran dengan baju baru, berbagai macam makanan, mempercantik rumah, kalia ini smeuanya terlihat bisasa saja.

Bahkan mungkin jika lebaran sebelum-sebelumnya banyak orang berusaha mengada-adakan di luar kemampuannya agar terlihat wah, bisa jadi kali ini harus bersyukur. Kondisi ekonomi yang sedang memburuk, bertambahnya orang yang hidup digaris kemiskinan, membuat kita berfikir ulang untuk berbuat berlebihan.

Melihat kondisi di atas saya membayangkan bahwa lebaran kali ini berbeda. Karenanya, bahkan sebelum ramadan usai saya sudah merindukan banyak hal jika lebaran nanti datang

Yang Dirindukan Saat Lebaran

1. Shalat Ied

Baru tadi pagi saya mendengar dari pengurus masjid, wacana shalat ied yang sebelumnya memang diijinkan oleh walikota kini batal. Pasalnya beberapa waktu lalu, banyak pengurus masjid yang terpapar covid19 dan harus melakukan perawatan di pulau galang.

Dari setiap lebaran, hal yang saya suka adalah perjalanan menuju lapangan shalat ied. hingga berkumpulnya ribuan orang di lapangan untuk mendengar khutbah dna dilanjutkan shalat. Sebuah suasana yang hanya terjadi setahun sekali.

2. Berkunjung dari Rumah ke Rumah

Sejak kecil tradisi di kampung halaman saya adalah berkunjung dari rumah ke rumah. Anak-anak muda semuanya keluar berkunjung k erumah tetua-tetua desa, atau orang yang sudha sepuh/tua di kampung. Rasanya bahagia dan ramai sekali. Dan suasana seperti ini tidak pernah saya temui lagi semenjak merantau. Bahkan di kampung halaman suami, anak-anak muda tetangga tidak ada yang sowan ke rumah orang tua. Hanya anak-anak kecil yang terkadang dari anatah berantah datang mengharap angpao dari tuan rumah.

3. Pulang Kampung

Entah sudah berapa puluh lebaran saya nggak pernah merasakan namanya pulang kampung ke tanah kelahiran. Biasanya saya mengikuti suami pulang kampung ke rumah mertua saya. Saya merindukan ini, ingin mengais kembali memori masa kanak-kanak, akankah masih sama.

tak muluk-muluk yang saya harapkan kali ini. Saya hanya berharap corona cepat berlalu sehingga semuanya kembali normal dan ramadan serta lebaran tahun depan kembali ceria dan meriah. (end)

#Day24
#BPNRamadan2020


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: