>
Kredit Pintar
Finance / Lifestyle

#JadiBerani Mengatur Keuangan Menjadi Lebih Baik

#JadiBerani Mengatur Keuangan Menjadi Lebih baik. Seorang ibu rumah tangga dituntut untuk mampu menjadi apapun. Menjadi financial controller, guru, pendidik, chef, interior design, enterpreneur, ibu, istri atau babysister, dan mungkin profesi lainnya yang tak pernah dibayangkan.

#JadiBerani mengatur Keuangan lebih baik
#JadiBerani Mengatur Keuangan

Mengapa semua profesi tersebut mau tidak mau harus bisa dilakukan oleh seorang perempuan terutama setelah mereka menikah? Selain alasan bahwa wanita bangga bisa melakukan semuanya itu, ada alasan lain yang lebih mendasar yaitu menghemat pengeluaran agar tidak lebih besar pasak daripada tiang.

Peribahasa Lebih Besar Pasak Daripada Tiang mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan yang akhirnya membuat kita harus pontang panting menutupinya dengan meminjam uang dari pihak lain.

#JadiBerani Mengatur Keuangan Lebih Baik

Melihat kemudahan dengan adanya financial lending berbasis teknologi kamu harus semakin #jadiberani mengelola uangmu . Godaan dengan segala kemudahan fasilitas akan membuat mereka tergelincir. Berikut tips agara kamu tetap pintar mengatur keuangan:

1. Membuat Anggaran Bulanan

Dengan membuat anggaran keuangan ini, kamu bisa memulainya dengan menganggarkan pengeluaran wajib seperti membayar zakat penghasilan (kalau muslim), angsuran rumah/membayar kontrakan, listrik, air, biaya sekolah anak atau kirim orangtua, biaya makan sebulan. Selebihnya bisa diposkan ke hal-hal yang lebih manfaat.

2. Kebutuhan Vs Keinginan

Biasakan kamu belanja hanya sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan menuruti hawa nafsu atau keinginan saja karena nanti akan menyesal saat akhir bulan uang sudah habis. Membelanjakan uang karena keinginan berarti kamu berperilaku konsumtif. Misalkan saja kamu membeli gawai keluaran terbaru hanya karena ingin terlihat keren padahal gawai lama masih berfungsi sangat bagus. Atau kamu membeli baju hanya karena diskon gede-gedean.

3. Sisihkan untuk Tabungan atau Investasi

Tabungan sangat penting untuk keperluan mendadak atau keperluan jangka panjang. Akan lebih bagus lagi jika kamu memilih tabungan berjangka atau tabungan pendidikan untuk anak yang memang tidak bisa diambil sewaktu waktu. Selain itu, investasi mungkin juga pilihan yang bagus. Jika kamu tidak atau belum memiliki kemampuan untuk berwirausaha, investasi bisa dilakukan dengan menaruh modal kepada pengusaha dengan perjanjian bagi hasil yang adil atau sesuai dengan kesepakatan. Investasi ke reksadana juga bisa menjadi pilihan.

4. Memiliki Penghasilan Tambahan

Saat ini banyak tawaran pekerjaan yang bisa dilakukan diluar jam kerja alias freelancer. Tapi ingat, jika kamu mengambil pekerjaan ini, kamu harus pandai mengatur waktu dan juga menjaga kesehatan. Agar semuanya berjalan dengan baikdan tentu saja tidak menambah pengeluaran karena sakit.

4. Kenali Rasio Hutang

Pakar keuangan mengatakan bahwa jangan sampai kamu memiliki ratio hutang dengan besaran 30% dari jumlah pendapatanmu. Dengan nominal rasio sebesar itu, berarti kamu akan mampu membayar hutang setiap bulannya.

Berbicara masalah hutang, saat ini kemudahan teknologi membuat kamu bisa meminjam uang dari rumah. Banyak pinjaman online yang dijamin OJK menawarkan pinjaman, salah satunya Kredit Pintar. Tetapi ingat, jangan sampai kemudahan meminjam uang di fintech ini membuat kamu terlena sehingga rasio hutangmu melebihi yang seharusnya.

#JadiBerani Meminjam Uang di Kredit Pintar

Saya sendiri yang pernah mengalami saat kebutuhan di luar perencanaan itu datang tiba-tiba. Tiga anak kami sekolah di swasta dan pak suami kebetulan waktu itu melanjutkan kuliah, walhasil uang gaji terasa pas-pasan. Tidak ada sisa untuk ditabung.

Pagi itu keluarga di Yogya mengabarkan jika Ibu akan menjalani operasi di salah satu rumah sakit pemerintah di sana. Tentu saja hati merasa khawatir sekali. Apalagi bulan itu suami harus melunasi uang semester dan anak-anak harus daftar ulang dengan nominal yang hampir sama dengan jumlah uang semester suami. Namun, ada rasa bersalah jika tidak membantu sedikitpun biaya perawatan ibu, sedang selama ini beliau seorang diri menghidupi kami.

#JadiBerani mengatur Keuangan
Mengatur Keuangan

Hingga dipertengahan bulan, uang untuk keperluan sehari-hari sudah tidak cukup lagi hingga akhir bulan. Tidak ada uang untuk pegangan. Bingung sekali rasanya waktu itu. Padahal hari gajian masih hitungan jari tangan.

Rasanya seperti tercekik ketika mau meminjam kepada teman. Antara rasa malu dan segan yang bercokol di dada. Seorang teman kerja yang melihat kebingungan saya, memberi tahu untuk mencoba pinjaman online di Kredit Pintar. Waktu itu saya masih ragu. Hati saya masih bertanya apakah benar jika mudah dan gampang syaratnya?” Teman saya menjawab dengan mantap bahwa meminjam di sana sangat cepat dan dia telah membuktikannya.

Akhirnya pagi itu saya melangkah ke pantry kantor untuk mengisi semua persyaratan sebelum pengajuan pinjaman dilakukan. Tidak butuh waktu lama untuk mengisi semua dokumen, hanya kurang lebih 15 menit. Di hari yang sama dana dari Kredit Pintar bisa cair.

#JadiBerani Mengenal Kredit Pintar

Kredit pintar adalah salah satu layanan pinjam meminjam yang berbasis dengan kecerdasan teknologi atau biasa disebut financial technology lending atau peer to peer lending (P2P lending). Pinjaman yang bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi yang bisa diunduh melalui playstore.

Setelah kamu mengunduhnya, kamu bisa melakukan pendaftaran dengan mengisi dokumen yang dibutuhkan mengikuti pertunjuk di applikasi.

#jadiberani bersama Kredit pintar
Cara Meminjam uang di Kredit Pintar

Perlu diketahui, jika meminjam di Kredit Pintar memiliki tahapan nominal pinjaman yang disetujui. Misalkan untuk pertama kali pinjaman, Kredit Pintar menawarkan plafon sebesar Rp 500.000,00. Jika kamu mampu membayarnya tepat waktu atau sebelum jatuh tempo maka kamu akan memiliki catatan bagus dan plafon pinjaman akan dinaikan menjadi Rp 1.000.000,00. Begitu seterusnya jika track record kamu tidak tercela, nilai plafon pinjaman semakin besar diiringi masa tenggang pengembalian semakin lama.

Kelebihan dan Kekurangan Kredit Pintar

Berdasarkan pengalaman saya berinteraksi dengan Kredit Pintar, ada beberapa kelebihan dan kelemahan yang bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum menjadi nasabah.

Kelebihan P2P Lending Kredit Pintar

1. Persyaratan Mudah

Syarat untuk menjadi nasabah sangat mudah. Hanya perlu mengisi data diri seperti, alamat tempat kerja, gaji/ besar pendapatan. Tanpa perlu agunan.

2. Dimanapun dan Kapanpun

Menggunakan Aplikasi Kredit Pintar yang bisa kamu download di Playstore, memudahkan kamu untuk mengajukan pinjaman dimanapun dan kapanpun.

3. Approval Cepat

Pinjaman yang kamu ajukan akan disetujui dengan cepat. Apalagi kalau kamu memiliki latar belakang pembayaran yang nggak pernah macet. Nggak sampai satu jam uang akan masuk ke rekeningmu.

Kredit Pintar

Kekurangan P2P Lending Kredit Pintar

Kekurangan ini hanya berdasarkan rasa ketidaknyamanan yang saya rasakan.

1. Biaya Administrasi Dipotong dari Nominal Pinjaman

Dengan pemotongan biaya administrasi dari jumlah nominal pinjaman membuat peminjam tidak bisa menerima secara utuh sesuai nominal pinjaman. Contohnya adalah pengajuan pinjamanRp 1.200.000,00, tetapi karena ada potongan administrasi sebesar Rp 60.000,00 maka peminjam hanya menerima Rp 1.140.000,00. Sedang sebenarnya peminjam memang memerlukan uang nominal Rp 1,2 juta. Ini berarti peminjam harus mencari lagi dana sebesar Rp 60.000 untuk memenuhi nominal uang hingga Rp 1.200.000,00

2. Data Kontak di Gawai

Sebenarnya bukan hanya Kredit Pintar saja tetapi semua Financial Technology menerapkan bahwa data kontak di gawai bisa di akses oleh mereka. Memang sih, alasan ini bisa diterima mengingat pihak fintech tidak bertemu langsung atau tidak mengenal baik calon peminjam. Kemungkinan terburuk lainnya adalah data nasabah yang diisi saat mendaftar tidak akurat. Hal ini sangat beresiko apabila nasabah mangkir dari kewajibannya mengembalikan pinjaman. Dengan menagih kepada semua teman yang ada di kontak gawainya, membuat jera dan memberi efek malu kepada peminjam dana.

3. Bunga Tinggi

Sebenarnya wajar jika pinjaman daring seperti ini dibebani dengan bunga tinggi. Selain karena tidak adanya agunan, bank konvensional yang bukan daringpun menetapkan bunga yang tidak sedikit. Tetapi jika ada tujuan menolong seseorang untuk meringankan bebannya, alangkah lebih baiknya bunga yang ditetapkan tidak begitu tinggi.

3. Belum Ada yang Syariah

Bunga yang diterapkan oleh bank sifatnya adalah riba. Bagi orang yang sangat berhati-hati tentu menghindari hal ini. Andaikan ada pinjaman daring dengan akad syariah, kemungkinan lebih banyak lagi menarik pihak nasabah. Semoga suatu hari nanti pihak Kredit Pintar bisa membuat pinjaman dengan manajemen syariah.

#Jadiberani Lakukan Lebih untuk Hidup Lebih Baik

Semua orang tentu ingin hidup lebih baik. Tentunya hal itu harus dimulai dari diri sendiri. Memperbaiki hal-hal kecil yang berhubungan dengannya. Seperti sebagai seorang ibu rumahtangga, bagaimana bisa mengatur uang belanja. Atau bagi yang masih jomblo tidak berperilaku hidup gengsi yang akhirnya akan membunuh diri sendiri.

Ini kisah nyata dari teman suami, ketika dia harus mengorbankan kerjaannya karena rasa malu akibat tidak mampu melunasi pinjaman di fintech. Seperti pada poin kekurangan atau kelemahan no 2 di atas, bahwa pihak lending bisa mengakses no kontak digawai nasabah. Begitulah tagihan yang menunggak ditagih ke teman-teman si A , bahkan hingga ke atasan dan pelanggan. Tentu saja dia merasa malu.

#Jadiberani Terus lakukan Lebih

Hal ini bukan terjadi hanya sekali saja, tapi berulang. Suami bercerita jika si A tersebut memang gemar travelling, kadang tiba-tiba dia sudah ada di Ibukota, kemudian tiba-tiba sudah update status berada di Singapura atau Malasya atau Thailand.

Saya tidak menyalahkan pihak fintech dalam hal ini. Seharusnya sebagai nasabah, mereka sudah mengetahui S&K yang berlaku. Pihak fintech tentunya juga tidak mau dirugikan dengan nasabah yang ingin senang tetapi tidak mampu mengembalikan pinjaman. “Enak di elu, nggak enak di gue dong,” begitu mungkin mereka akan bilang.

Melihat pengalaman di atas, mari lakukan lebih untuk hidup yang lebih baik. Kamu harusberani hidup sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan pendapatan. #Jadiberani hidup hemat, giat bekerja, lebih kreatif lagi. Jangan sampai kemudahan dalam meminjam dana di fintech seperti Kredit Pintar disalahgunakan hanya untuk memenuhi hawa nafsu atau berfoya-foya. Pintar-pintarlah mengatur hidup, agar kamu #jadiberani melakukan lebih.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog #JadiBerani terus lakukan lebih bersama Kredit Pintar”

Author

wiwid.nurwidayati80@gmail.com
Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

Comments

16 July 2020 at 23:48

memang susah ya mbak kalau harus disiplin mengatur keuangan, saya juga belum pernah pakai apps semacam ini. Mungkin bakalan saya coba, siapa tahu jadi jago ngelola uang, hehe.. Tx mbak Wid.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: