Film Pihu
Book Review

Kisah Pilu Pihu, Sebuah Review Film Pihu

Film Pihu
Sumber : www.imdb.com

Pertama mengetahui dan kemudian tertarik untuk menonton film Pihu ini setelah membaca status WA seorang teman yang begitu menyentuh dan menyebutkan Pihu. Lalu saya bertanya pada beliau, apakah judul filmnya? Dan dia menjawab bahwa judul filmnya adalah Pihu. Kemudian saya carilah film Pihu ini di salah satu website dan menemukannya.

Film Pihu yang berdurasi selama 1 jam 7 menit 23 detik ini difilmkan berdasarkan kisah nyata. Saya sebagai emak-emak yang sudah memiliki anak, benar-benar merinding menyaksikan film Pihu. Memang benar, tak semua orang yang menikah siap menjadi bapak / mama atau pasangan yang baik bagi pasangannya hingga sepanjang hayat.

Film Pihu
Sumber Gambar : www.hindustantimes.com

Dalam film ini tidak akan kalian temukan banyak pemain. 99% film ini hanya akan menampilkan sosok Pihu dengan karakter alami sebagai anak, dan seorang mama yang “tidur begitu lelap=meninggal.” Setting tempatnya di dalam rumah Pihu sendiri. Meski sesekali didengarkan sosok tetangga, atau petugas kebersihan, pengantar susu, yang hanya diperlihatkan tapak kakinya yang mondar-mandir di depan pintu rumah Pihu, Pihu hanya bisa mengintip langkah kaki dari celah bagian bawah pintunya (biasa untuk menyelipkan koran atau surat) dan dikarenakan suaranya yang kecil maka orang–orang yang sempat mengetuk pintu rumahnya itu tidak bisa mendengar suara Pihu.

Film Pihu
sumber gambar : www.hindustantimes.com

4 menit pertama film ini diisi dengan animasi tentang Pihu dan keluarganya yang sedang merayakan ulang tahun dan juga nama-nama kru pembuat film ini. Setelah animasi selesai, film dibuka dengan adegan saat Pihu membuka mata dari tidurnya. Kemudian mencoba membangunkan mamanya yang hanya bergeming meski Pihu yang saat itu merasa haus sudah memanggilnya untuk bangun. Melihat mamanya tetap bergeming, Pihu turun dari ranjang dan mencari ayahnya.

Di sini dimulailah kepedihan-kepedihan melihat anak berusia 2 tahun yang tidak tahu bahaya melakukan segalanya sendiri.  Ketika tak juga menemukan ayahnya, pihu kembali ke kamar dan mencoba membangunkan mamanya dengan segala cara. Bahkan dicobanya memutarkan sinetron kesukaan mamanya, diputar dengan suara keras berharap mama mendengarnya.

Pada awal cerita saya tidak mengerti jika mama Pihu itu telah meninggal. Saya kira mama Pihu adalah jenis orang yang tidurnya begitu nyenyak, susah bangun. Namun ketika Pihu menangis setelah dia berhasil menyelesaikan buang air kecilnya, lalu kesulitan memakai celana panjang dan mencoba membangunkan mamanya yang tetap bergeming, Pihu naik di atas tubuh mamanya, menangis pilu dan jatuhlah botol dengan pil yang berserakan kemudian dari tangan mamanya.

Film Pihu
Sumber Gambar : www.hindustantimes.com

Setelah pil berserakan, telepon berdering, dan Pihu yang susah payah mengambil ponsel tersebut justru jatuh di bawah lemari, namun suara ayah Pihu yang marah-marah terhadap istrinya, Puja, mengumpat bahwa istrinya lebih baik mati, semakin menguatkan apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga mereka

Lalu kemudian di nampakkan wajah mama Pihu yang penuh luka, lalu Pihu berinisiatif mencari salep di meja rias. Dikaca rias terpampang tulisan berwarna merah yang sepertinya menggunakan lipstik.

Gaurav aku bertengkar dengan keluargaku demi menikahimu, tapi apa yang kudapat darimu? Katamu kau akan pulang hanya saat kumati. Aku pamit. Tadinya aku akan mengajak Pihu, tapi aku tak kuasa. Sampai jumpa. Puja.

Penggambaran plot digambarkan dengan tersirat sehingga penonton menyimpulkan sendiri dari alur yang saling berkesinambungan. Semua akting Pihu terlihat alami, seolah tak ada kru pembuat film disekitarnya. Bahkan saya bertanya-tanya di dalam hati, apakah kameranya jenis kamera tersembunyi? Namun membaca dari salah satu situs, pemeran Pihu menghabiskan 4 bulan lamanya bersama produer dan kru agar dia terbiasa dengan anggota kru dan sebaliknya kru film bisa mengamati pola perilakunya.

Siapkan tisu saat menonton film ini, karena akan kalian saksikan bagaimana perjuangan Pihu di dalam rumah itu karena dia lapar dan ingin bermain keluar bersama teman-temannya. Bisa kalian bayangkan anak kecil berusia 2 tahun, menghidupkan microwave untuk menghangatkan kue paratha dengan timing 19 menit yang tentu saja kuenya goson. Setelah menemukan kue parathanya gosong dia lalu membakar kue paratha di atas kompor yang menyala (4 tungku dengan api yang menyala dan tak dimatikan), pemanas air yang tidak sengaja dihidupkannya justru meledak, meminum beberapa butir pil tidur yang berserak dilantai, terkunci di dalam kulkas meski kemudian bisa keluar, terjebak di asap karena rumah hampir kebakaran dan beberapa adegan lainnya yang benar-benar bikin hati perih.

Film Pihu ini sangat bagus untuk pelajaran bagi orang tua dan calon orang tua. Dan lagi film ini masuk Guiness Book of World Record karena hanya memiliki satu karakter dan itu dimainkan oleh anak berusia 2 tahun.

Finally, pesan yang saya dapatkan setelah menonton film ini adalah ketika menikah kita butuh kerjasama yang baik antar dua manusia yang mungkin sifat dan adatnya sudah mengakar ketika dia masih belum menikah. Karena memang menikah tak seindah yang dibayangkan, di sana diperlukan adanya saling pengertian, mengalah salah satunya saat sedang bertengkar, mengkomunikasikan dengan baik setiap hal yang terjadi antara mereka sebagai pasangan hidup dan juga sebagai orangtua. Tidak peduli bahwa ditempat kerja salah satu pasangan atau dua-duanya mendapat penghargaan sebagi karyawan terbaik, tapi sebagai istri/suami atau orangtua memang harus menempatkan diri pada posisi sebaik-baiknya.

Selamat menonton film ini. Very recommended.

Judul Film : Pihu

Jenis Film : Domestic Drama

Tanggal rilis : 16 November 2018

Sutradara : Vinod Kapri

Pemeran : Pihu Myra Vishwakarma, Prerna Vishwakarma

NB:Maaf kalau banyak spoiler.

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

36 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: