Komunitas One Day One Post (ODOP), Happy Milad ke-5. Saya sungguh terkejut membaca status WA story teman-teman di komunitas ODOP yang menyatakan kalau Komunitas Literasi satu ini sudah berusia 5 tahun. Rasanya baru kemarin belajar membuat blog dan belajar konsisten menulis setiap hari. Tak terasa sudah 5 tahun komunitas ini telah tumbuh di antara guyub rukun sesama anggotanya yang penuh semangat anak-anak muda.

Jika dibandingkan dengan umur manusia, usia 5 tahun adalah masa usia pra TK. Anak-anak masih belajar untuk mengenali dunia. Begitu juga mungkin Komunitas ini , meskipun sudah banyak perubahan tetapi tetap harus maju agar tetap bisa mempersembahkan yang terbaik bagi generasi pencinta literasi.

Cerita Tentang Komunitas ODOP

Saya sendiri adalah anggota ODOP periode 2. Saat itu ada sekitar 50-an anggota dalam angkatan saya. Namun seperti namanya, One Day One Post, Setiap anggota wajib membuat satu tulisan setiap hari, dianjurkan diposting di dalam blog. Waktu itu hampir sebagian besar anggota tidak paham atau belum memiliki blog. Bang Syaiha, Founder ODOP, dengan tekun membimbing anggotanya membuat blog dan juga menyemangati untuk tetap terus menulis.

Tulisan apa yang ditulis di blog? Saat itu tidak ada ketentuan pasti dari bang Syaiha, yang penting menulis dalam satu hari. Saya masih ingat dan hal itu membekas hingga saat ini adalah saat jam mendekati waktu deadline, kami saling berebutan mengisi link di grup share link. Senengnya waktu itu setiap anggota juga BW ke blog temennya. meskipun nggak wajib (tapi dianjurkan) semua link, tetapi dulu setiap tulisan yang di share di sana pasti ada yang mengunjungi. Hal itu membuat diri semakin bersemangat.

Tulisan diangkatan 2 yang membekas diingatan saya adalah tulisan Aa’ Gilang. Tulisannya lucu-lucu tetapi tetap berisi. Selebihnya dengan berjalannya waktu, saya bisa mengetahui karakter tulisan masing-masing anggota atau pemilik blog.

Bagaimana dengan Komuitas ODOP saat ini?

Komunitas ODOP
Happy Milad ODOP ke-5

Komunitas ODOP dari Waktu ke Waktu

Komunitas ODOP saat ini sudah berada di angkatan ke-7. Saya lupa kapan saat pembukaan tiap angkatannya. Seingat saya, saat awal dibentuk dulu hanya untuk jangka 3 bulan, maksudnya setiap 3 bulan dibuka kelas angkatan baru.

Pra-ODOP & ODOP Angkatan 1 dan 2

Weh, apa itu pra ODOP? Kata Bang Syaiha anggota pra odop adalah angkatan diawal-awal sebelum komunitas ini resmi ditetapkan. istilah tepanya adalah angkatan test pasar, atau test ombak. Angkatan pra ODOP sendiri yang masih tersisa adalah kang Sae dan Uncle Ik.

Untuk angkatan 1, saya mengenal mereka setelah digabung menjadi satu grup di WA. Tulisannya keren-keren. Ada Audrey yang saat itu masih duduk di bangku SMP tetapi tulisannya bagus banget.

Angkatan ODOP 1 dan 2 dulu belum ada program yang terstruktur. Tetapi percakapan di grup WA tak pernah sepi dan pembahasannya daging semua.

ODOP Angkatan ke-3

Ketika Angkatan 3 dibuka, Bang Syaiha mulai memikirkan jika bisa komunitas ODOP ini memiliki struktur organisasi yang bagus. Maka sejak angkatan 3, dibentuklah PJ atau penanggung jawab yang nantinya akan memikirkan program apa saja yang akan diterapkan pada anggota angkatan 3, dan bertanggungjawab penuh demi keterlangsungan kegiatan harian anggota.

Ada beberapa hal yang coba diterapkan di ODOP angkatan 3, antara lain optimasi dan pengenalan blog yang saat itu tanggung jawabnya diserahkan kepada kak Tran, kemudian ada belajar menengenai fiksi dan nonfiksi yang penyampaiannya tetap dilakukan didalam satu grup WA angkatan 3.

Saya sebagai salah satu PJ saat itu merasa takjub dengan angkatan3 ini. Mayoritas anggotannya sudah pro, dalam artian sudah di atas rata-rata semua. Ada Kang Fery yang tulisannya dengan tema Creepypasta masih teringat hingga saat ini.

ODOP Angkatan 4

ODOP angkatan 4 juga cukup antusias mengingat baru beberapa hari dibuka yang mendaftar sudah ratusan.. Mulai angkatan ini struktur kerja dan programnya juga mulai tertata rapi. Untuk mempermudah komunikasi dan interaksi, grup dibagi menjadi gruo-grup kecil yang digawangi oleh PJ-PJ dari angkatan sebelumnya. Ada materi dan juga tantangan yang harus diperhatikan dan sekaligus di selesaikan jika tidak ingin terkick dari grup kecil.

Selain itu di angkatan ini mulai dibentuk kelas fiksi dan non fiksi, dimana selain diajarkan berbagai materi dasar juga beberapa kali mendatangkan penulis kenamaan digrup untuk saling tukar pengalaman dan wawasan. selain itu juga tantangan tiap hari dimasing-masing kelas juga

ODOP Angkatan 5,6 dan 7

Untuk ODOP angkatan ini saya tidak bisa menceritakannya lebih banyak. tetapi melihat hasil tulisan-tulisan mereka, angkatan ini mayoritas angkatan yang sudah pro dalam artian tidak gaptek dengan blog dan dunia literasi.

Program Komunitas ODOP Saat Ini

Ada 3 program besar di komunitas ODOP saat ini yaitu:

1.RCO (Reading Challenge ODOP)

Sebagai seorang blogger atau penulis, tentunya kita tidak boleh jauh-jauh dari bacaan tho ya. untuk itu, Komunitas ODOP membentuk program RCO dimana setiap anggota yang mengikuti program ini wajib membaca setiap hari dan melaporkan jumlah halaman yang dibaca di grup. Selain itu, mereka juga mendapatkan challenge dengan mereview buku dan juga tema buku tertentu yang wajib dibaca minggu tersebut.

2. OTM (ODOP Tembus Media)

Salah satu tujuan program ini dibuka adalah agar tulisan para anggotanya bisa dimuat di media, baik media daring maupung luring. Selain untuk branding, penulis juga mendapat income dari usaha kerasnya memerah ide dan menuangkannya dalam tulisan. Sudah banyak karya para anggota ODOP yang di muat di media. Beberapa diantaranya dimuat di harian Solopos untuk kolom cerpen, puisi dan resensi juga kolom Jon Koplo. Bahkan salah satu anggotanya beberapa waktu lalu terpilih sebagai salah satu Writers UBUD tahun 2019, Heru Mahadewa.

3. Blogger Squad ODOP

Tentunya program ini diperuntukkan kepada para blogger yang telah menjadi anggota ODOP. Didalamnya tentu banyak sharing seputar dunia perbloggingan, dan tak lupa challenge dan BW alias blog walking yang menajadi ciri khas para blogger.

4. Ngodop.com

Website ini milik ODOP dan dipersilahkan bagi anggotanya untuk mengirimkan karyanya di sini. Meskipun komunitas ini terbilang kecil tapi ada reward lho dari setiap karya yang dimuat.

Karya Emas Anggota ODOP

Seperti sudah tradisi, setiap angkatan di dalam komunitas ini menghasilkan karya bersama alias antologi.

Surat Cinta untuk Penulis Pemula

Angkatan 1
– Surat Cinta Untuk Penulis Pemula

Angkatan 2
– Love Pasta (Fiksi)
– Mutiara Hitam dari Papua (Non Fiksi)

Angkatan 3
– Nostalgia Biru (Fiksi)
– Rahasiaku ( Non Fiksi)

Angkatan 4
– Freunde (Fiksi)
– Ternyata Aku Bisa Menulis ( Non Fiksi)

Angkatan 5
– No Karya Bersama-

Angkatan 6
– Klasik ( Fiksi)

Angkatan 7
– Slice of Life ( On Going)

Antologi Lintas Angkatan
– Birama Rona Budaya (lahir dari Ramadan Writing Challenge tahun 2018)
– Fillistin ( Persembahan untuk Palestina, hasil penjualan didonasikan untuk Palestina)

Freunde
Freunde

Selain karya antologi, kini banyak anggota dari komunitas ini yang telah menelurkan buku solonya.

Kesan Terhadap Komunitas ODOP

Komunitas ini bagi saya adalah rumah tempat belajar, tempat tumbuh dan mendapatkan keluarga baru. Tak ada yang benar-benar rela meninggalkan grup satu ini. Ketika kekeluargaan terjalin begitu erat antara satu anggota dengan anggota lainnya yang mungkin sangat suah ditemukan di komuniats lainnya.

Happy Milad Komunitas ODOP ke 5, semoga semakin maju, jaya dan bermanfaat bagi semuatama pecinta literasi. (End)


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

4 Comments

Wakhid · 9 June 2020 at 06:20

Lama gak menanpakkan diri. Kangeeen akutuuuh

    Wiwid Nurwidayati · 9 June 2020 at 10:28

    Eh Pak ketua. Sama pake, kangen, mau muncul nggak pede

Lisa lestari · 5 July 2020 at 20:16

Mbaaakeeee … love pasta, aku kangeeeen dengan odop 2

    Wiwid Nurwidayati · 6 July 2020 at 21:56

    iyo e mbak…

Leave a Reply

Your email address will not be published.