Pantai Tanjung Momon

Pantai Tanjung Momon
Sumber gambar : www.travelingyuk.com

Dru, masih ingat nggak resolusi kita? Kau bilang resolusi ini sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita.

Dru, tentu kau ingat, 5 hari lagi, tepat pada 5 Februari, perayaan ulangtahun pernikahan kita yang ke 15. Kubilang jika kau tidak perlu menorehkan resolusi untuk menikmati keindahan pantai sebagai hadiah ulangtahun pernikahan kita tiap tahunnya. Tapi kau bilang itu salah satu cara untuk tetap menyalakan cinta di antara kita.

Sejak kapan kau bersikap romantis seperti ini, Dru? Jujur aku tak pernah mengingatnya, sebab awal pernikahan kita, kau tidak seperti ini. Kau dingin, sibuk dengan pekerjaanmu dan kau akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop saat di rumah. Kau orang IT, kata orang memang seperti itu sifatnya, nggak romantis dan nggak peka. Kubiarkan saja, yang terpenting kau masih imam terbaikku dan masih memberiku nafkah lahir batin.

***

“Wah lumayan juga harga kamarnya, Yang,” kubilang padamu saat kau minta aku browsing harga hotel di https://www.tiket.com

“Tak mengapa, Yang. Setahun sekali. Nggak nyampai 5 juta bukan per malamnya?”jawabmu sekilas tanpa mengalihkan wajah dari “war” di gawai pintarmu.

Aku hanya menggeleng, lalu sadar jika kau sedang sibuk dengan war-war itu.

Harga Kamar di salah satu resort
Sumber www.tiket.com

“Perayaan ulangtahun pernikahan, berarti itu merayakan cinta kita yang masih bertaut, Yang. Harga hotel itu tidak sepadan dengan kesanggupanmu menjadi istriku. Aku ingin kau bahagia.” Begitu ucapmu tiba-tiba terdengar dari belakangku. Hembusan nafasmu kemudian terasa di bawah cuping telingaku. Usia kita berdua memang berada di gerbang 40-an, tetapi rasanya kita tetap masih seperti dulu, muda selalu.

Kini hanya pilu setiap mengingat percakapan itu.  Padahal setelahnya aku sudah membayangkan jika kita akan menyusuri Pantai Trikora 1 hingga Trikora 4. Memilih pantai ini sebagai pilihan merayakan cinta kita, tentu bukan tanpa alasan. Selain kita telah menyusuri semua pantai dan resort yang ada di Batam, yang mana beberapa resort diantaranya adalah awal terciptanya resolusi kita untuk merayakan cinta di pantai. Kita ingin sesuatu yang sedikit berbeda. Kita berdua setuju ketika mengatakan bahwa pantai adalah sesuatu yang lepas, sesuatu yang tanpa batas, begitu luas, menyejukkan dan sekaligus membahagiakan. Begitulah harapmu kepadaku, begitu juga harapku kepadamu agar kita tetap menyejukkan dan membahagiakan saat saling memandang ketika kelak keriput merampas kemolekan kulit kita.

Selain alasan sentimentil di atas, kita berdua juga berjanji akan menyusuri semua pantai indah yang ada di Kepulauan Riau ini satu persatu. Pun menuju Pantai Trikora dari Batam tidak cukup sulit. Berdasarkan review di salah satu situs traveller, Jika tidak ingin kelelahan, kita bisa menyewa mobil dengan harga normal yang akan membawa kita ke pantai yang terletak di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang atau sekitar 45 km ke arah timur dari kota Tanjung Pinang itu. Pantainya sangat indah, airnya bersih, banyak batu-batu besar yang menambah keindahannya juga pohon kelapa yang menjulang di tepi pantai.

Pantai Trikora

Pantai Trikora – Bintan, Kepulauan Riau Sumber gambar : https://travel.detik.com/

“Aku harus keluar kota, Yang.” Katamu di akhir minggu Desember tahun lalu.

Seperti biasa aku mengangguk. Sebagai orang IT di perusahaan nasional ternama, tentu pelanggan perusahaanmu tersebar dari berbagai perusahaan dan aku memahaminya. Bukan sekali ini kau melakukan perjalanan ke luar kota.

Malam itu kupersiapkan segala keperluanmu agar esok hari saat keberangkatanmu semua sudah tersedia.

“Aku sedang di Anyer. Sedang makan-makan sama pelanggan,” bunyi pesan darimu yang masuk ke gawaiku di hari yang sama pada malam harinya. Bibirku melengkung. Lalu kuketikkan balasan secepatnya.

Namun tak berapa lama berlalu, berita itu menghujamku. Berbagai media, www.detik.com salah satunya mengabarkan berita yang meluluhlantakkan hatiku. Kuhubungi gawaimu. Nihil. Kubrowsing semua media yang memberitakan tentang bencana itu, kuharap ada setitik harapan untuk melihatmu.

***

Pantai di kepulauan Riau

Resolusi Dru and Ann

Dru, kuingatkan lagi resolusi tahunan untuk merayakan cinta kita. Tetapi, apakah aku harus pergi, Dru? Ya…sepertinya aku akan tetap pergi kali ini. Alasanku pastinya ingin menunaikan keinginanmu untuk mengunjungi Pantai itu di saat ulang tahun pernikahan kita. Aku percaya kau melihatku, Dru. Aku percaya.

Catatan rencana perjalanan kita masih kusimpan di sini, Dru. Kapan kita akan menunaikannya, jika kau tidak ada lagi di sisiku, Dru?

 

 


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: