Pengalaman Mendampingi Belajar Daring Saat Pandemi – Hampir setahun Corona mengurung kita untuk tetap #Dirumahsaja. Kini awal semester baru dimulai. Meskipun ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan pola belajar tatap muka, tetap saja jumlah murid di dalam kelas dibatasi.

Saya pribadi tak pernah menyangka bahwa tahun 2020 penuh dengan tragedi. Corona membuat perubahan yang sangat nyata pada pola kehidupan manusia. Menjaga kebersihan, menjaga jarak, memakai masker, tetap stay di rumah jika tidak ada kebutuhan yang berarti. Bahkan untuk urusan sekolah, dilakukan secara daring.

ODOP ICC
ODOP ICC Day 6

Sekolah secara daring pun tidak sesederhana kelihatannya. Materi diberikan lewat grup, atau pakai google meet. Selain pembiasaan ini terlalu mendadak, perlu dana untuk membeli kuota agar selalu bisa ikut kelas daring.

Selain itu setelahnya, orangtua harus standby menunggu anak mengikuti kelas dan tentunya beberapa pekerjaan rumah harus ditukar jadwalnya untuk di selesaikan. Nah, tentunya orangtua yang memiliki anak sekolah di saat pandemi ini pasti kesan tersendiri dna merupakan salah satu

Kesan Mendampingi Anak Belajar Daring Saat Pandemi

Setiap orangtua pasti punya kesan sendiri mendampingi anak-anaknya belajar daring di rumah. Pernah dengar kan ya berita tentang seornag ibu yang sampai tega membunuh anaknya karena merasa susah sekali mengajari anaknya belajar? Miris sih kalau sampai seperti ini. Jangan sampai hanya karena soal peajaran sekolah kita sampai lupa diri. Berikut kesan saya mendampingi anak belajar daring:

#1 Mengukur Diri

Di sini saya bisa mengukur diri, di mana kemampuan saya memahami pelajaran sekolah anak. Karena bagaimanapun jga anaka akan lebih senang jika kita mampu menjawab saat mereka bertanya. Di sini sayapun harus belajar lagi. Ikut membaca materi pelajaran hingga saya paham.

#2 Melatih Kesabaran

Kesabaran saya benear-benar diuji, terutama ketika menjelaskan pelajaran Matematika. Ya Allah, di saat pelajaran ini saya benar-benar menjadi seseorang yang bukan diri saya. Saya sering tidak sabar mengajari anak memahami pelajaran matematika. Terkadang saya trauma kalau sudah pelajaran ini.

#3 Pandai Membagi Waktu

JIka biasanya anak anak sekolah secera tatap muka, maka saya akan melakukan pekerjaan rumah. Kali ini berbeda. Jam sekolah daring maka saya harus memantau anak-anak belajar, bahkan mendampinginya menyelesaikan tugas sekolah. Ada jadwal rutin yang tergeser dan saya harus menyesuaikannya agar semuanya bisa terselesaikan dan tidak terbengkelai?

#4 Siap-Siap Paket Kuota

Pernah sekali waktu saat ujian tengah semeste, listrik padam. Saya yang terbiasa memakai WIFI tentu saja kelimpungan. Waktu itu bantuan paket kuota dari pemerintah belum ada. Akhirnya saya membeli paket kuota agar tidak kehabisan waktu mengerjakan ujian.

#5 Tidak Menunda Pekerjaan

Kebetulan, tugas sekolah atau PR anak setiap hari selalu ada. Pernah sih Menundanya untuk menegrjakan. Ternyata banyak yang justru bikin capek dan ada yang ketinggalan. Sejak saat itu saya mengajarkan anak untuk tidak menunda pekerjaan, agar lebih enak dan pastinya tidak akan ada yang ketinggalan. Setelah anak saya merasakan pekerjaan yang selalu ontime dikerjakan, diapun setuju, lebih enak mengerjakan setiap hari, daripada menundanya.

Nah, mom, mungkin 5 hal diatas kesan saya saat mendampingi anak belajar daring di rumah. Mom, boleh share bagaimana kesan dan pengalaman mendampingi anak belajar daring saat pandemi di kolom komentar.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post komunitas Indonesian Content Creator.”

#odopicc #30hbcicc #indonesiancontentcreator #30haribercerita #odopiccday6

@indonesiancontentcreator
@mubadalah.id
@bonnels.id