Lifestyle

Perayaan Hari Raya di Tanjung Pinang : Mengunjungi Patung Seribu Wajah Wihara Ksitigarbha Budhisattva

Lapangan Pamedan Tanjung Pinang

Perayaan Hari Raya di Tanjung Pinang : Mengunjungi Patung Seribu Wajah Wihara Ksitigarbha Budhisattva. Perayaan Hari Raya Idul Fitri terasa semakin sempurna jika dirayakan bersama keluarga. Berkumpul bersama, saling bertukar kabar setelah sekian lama tidak bersua. Itu yang terjadi dengan keluarga esar saya di Yogyakarta. Dari ke enam bersaudara, 4 di antaranya pergi merantau. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya-apalagi tahun ini di mana harga tiket sudah melambung tinggi- saya sekeluarga menghabiskan lebaran pertama dan kedua di rumah kakak ipar di Tanjung Pinang.

Tanjung Pinang adalah salah satu kota kecil di Kepulauan Riau, sekaligus merupakan ibukota nya.  Tanjung Pinang bisa dicapai melalui jalan laut dari Batam dengan menaiki kapal fery dengan jadwal keberangkatan setiap 30 menit sekali, mulai dari jam 07.00 wib hingga jam 17.30 wib. Harga tiket Batam-Tanjung Pinang tidak terlalu mahal, bahkan di hari raya harga tiket tidak ikut-ikutan naik seperti armada lainnya yaitu Rp. 57.500,00 di tambah tiket pass masuk pelabuhan yaitu Rp 10.000,00. Jadi totalnya adalah Rp 67.500,00.

Kami melaksanakan salat ied di Lapangan Pamedan Tanjung Pinang. Pagi itu cuaca begitu teduh, beruntung tidak turun hujan, meski kakak mengatakan bahwa beberapa hari ini Tanjung Pinang sering diguyur hujan. Suasana salat ied juga tampak ramai, meskipun rasanya tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, terbukti bahwa kami masih mudah untuk mencari tempat parkir yang tidka jauh dari pintu masuk lapangan. Salah satu keistimewaan salat di Lapangan Pamedan adalah bahwa Gubernur Kepulauan Riau turut salat di sini, bahkan memberikan kata sambutan dan ucapan Selamat hari raya sebelum salat di mulai.

Suasana teduh tidak berlangsung lama, menjelang siang langit Tanjung Pinang gelap dan hujan lebat turun serta. Hari pertama kami yang berencana akan mengunjungi patung seribu, harus menunda hingga hujan reda. Dan sekitar pukul 16.00 wib, hujan mulai reda dan kami memutuskan untuk mengunjungi Patung Seribu yang terletak daerah dekat bandara Tanjung Pinang.

Mengunjungi Patung Seribu Wajah Wihara Ksitigarbha Budhisattva

Wihara ini terkenal dengan nama Patung Seribu Wajah, namun sumber dari pihak wihara sendiri jika sebenarnya jumlah patungnya belum genap 1000, namun sedang dalam masa perencanaan. Meskipun kita tahu bahwa wihara merupakan salah satu tempat ibadah bagi umat Budha, tetapi wihara yang satu ini memang dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Tanjung Pinang. Jika teman-teman sedang bermain ke Batam dan akan melanjutkan wisata ke Bintan, maka wisata ke Patung Seribu Wajah ini pasti menjadi salah satu  paket di dalamnya.

Patung Seribu Wajah di Tanjung Pinang
Patung Seribu Wajah Wihara Ksitigarbha Budhisattva

Wihara ini sendiri diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pada Februari 2017, yang dibangun sejak 2010 secara gotong royong oleh komunitas Tionghoa.

Di depan pintu gerbang saat kita masuk untuk pertama kali, akan disambut dengan patung berukuran sangat besar dengan background tembok yang dibangun mirip dengan banteng. Saat kita masuk di balik tembok yang menyerupai banteng tersebut, akan kita jumpai deretan patung seribu wajah biksu.

Patung Seribu Wajah Wihara Ksitigarbha Budhisattva

Pengunjung sore itu tidak begitu ramai, mungkin juga karena hujan lebat di jam-jam sebelumnya yang membuat orang-orang enggan untuk keluar rumah. Oh, ya tiket masuk ke wihara ini hanya Rp 5.000,00 saja, dan yang wajib membayar hanya khusus bagi dewasa, anak-anak usia Sekolah Dasar masuk secara gratis.

Sayang sekali, tidak lama setelah kami masuk, petugas memberitahukan bahwa wihara akan segera tutup, padahal kami belum puas untuk berfoto ria mengabadikan setiap sudut wihara ini. Mungkin lain waktu saya harus mengunjungi lagi tempat ini.

Jika teman-teman berkunjung ke Tanjung Pinang, tidak ada salahnya untuk mampir ke tempat ini. Instagramable banget dan tentu saja bisa jadi bahan tulisan atau bahan upload untuk Vlog dan blog kita. (end)

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: