Raja Ampat di Papua, The Last Paradise dari Ujung Timur Indonesia. Apa yang ada dibenak teman-teman ketika mendengar kata Papua? Apakah tambang emas ataukah keindahan Raja Ampat atau mayoritas penduduknya yang memiliki ciri tertentu? Bisa jadi ketiga hal diatas memang yang terlintas di benak teman-teman. Tak salah memang karena Papua memiliki kekayaan alam yang tiada bandingannya.

Saya sendiri awal mengenal Papua secara lebih dekat lewat Novel yang berjudul Tanah Tabu karya Anindhyta S.Thayf. Novel ini menjadi juara 1 Sayembara DKJ tahun 2008. Novel yang menceritakan salah satu kehidupan Suku Dani di Papua. Dari novel ini saya sedikit banyak tahu bagaimana budaya di Papua, lingkungan kehidupan dan juga tentang tambang emas yang beberapa saat lalu menjadi polemik. Pada dasarnya Tanah Tabu mengambarkan sisi muram dari Papua.

Pada kenyataannya, selain memiliki sisi kelam, Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Sebagian besar wilayah Papua masih diselimuti hutan lebat. Tak salah jika Papua menjadi destinasi wisata hijau di Indonesia.

Wilayah Papua yang masih terbilang masih perawan, menyebabkan banyak orang melakukan penelitian di sana. Salah satunya adalah para pencinta lingkungan ataupun peneliti-peneliti dari berbagai berbagai lembaga. Selain meneliti habitat hutan, mengedukasi masyarakat-masyarakat pedalaman maupun masyarakat yang tinggal di sana, organisasi-organisasi itu juga berusaha untuk mempertahankan hutan di Papua untuk tetap menjadi hutan alami ataupun hutan lindung. Sehingga hutan tidak semakin tergerus oleh aktifitas deforestasi.

Deforestasi Hutan di Papua

Deforestasi adalah upaya pemusnahan hutan atau penggundulan hutan untuk dijadikan lahan pertanian atau peternakan ataupun pembangunan/perkotaan.

Berdasarkan situs yang membahas hutan di Papua, pada tahun 2005-2009 luas hutan Papua adalah 42 juta hektar. Namun, 2 tahun kemudian hanya tinggal 30.07 juta hektar saja. Begitu cepatnya deforestasi hutan di Papua. Seperti dalam catatan situs tersebut, berdasarkan informasi pemerintah setempat bahwa setiap tahunnya hutan Papua mengalami deforetasi seluas 143.670 hektar pertahun. Bahkan di Papua Barat sendiri deforestasi tercatat sekitar 25% atau 293 ribu hektar pertahunnya.

Mengapa kita membahas deforestasi. Kita lihat saat ini Kalimantan dan Sumatra yang dulu diharapkan menjadi penyumbang paru-paru dunia, kini sudah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Hutan Papua jika dibiarkan saja tanpa ada masyarakat ataupun lembaga berwenang yang mengontrolnya bisa jadi tidak lama lagi akan bernasib sama. Adakah dampak dari deforestasi?

Deforestasi Hutan Papua
sumber : IG @EcoNusa_Id

Berikut beberapa dampak deforestasi:

1. Kebakaran Hutan yang menyebabkan gangguan pernafasan
2. Banjir yang menghanyutkan rumah-rumah
3. Longsor yang menghancurkan desa-desa
4. Erosi menyebabkan sedimentasi
5. Nyamuk malaria yang mudah berkembang biak di air hangat
6. Penebangan bakau yang mengakibatkan pesisir mudah terkena badai dan tsunami

Bandingkan manfaat hutan alami yang bisa kita rasakan:

1. Udara yang sejuk dan bersih alami
2. Air hujan untuk tanaman
3. Air tanpa sedimentasi untuk pembangkit listrik Air
4. ketersediaan Air tawar untuk minum dan irigasi
5. Burung dan kelelawar menyerbuki tanaman dan memakan serangga
6. Makanan dan obat-obatan alami

Deforestasi Hutan Papua
Hutan yang masih utuh – sumber : IG @EcoNusa_id

Melihat betapa pentingnya menjaga hutan agar tetap ada di muka bumi ini, kitapun perlu memabntu mengupayakan hutan tetap terjaga.

5 Langkah Menjaga Hutan dari Deforestasi Bersama EcoNusa

EcoNusa adalah salah satu organisasi nirlaba di Indonesia yang memiliki tujuan mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia. Econusa juga berperan menjembatani komunikasi para pemangku wilayah kepentingan di daerah Timur yaitu Papua dan Maluku.

Seperti langkah yang dilakukan oleh EcoNusa beserta komunitas-komunitas yang telah dibangun di wilayah timur yaitu Papua dan Maluku untuk memberikan pengetahuan dan wawasan akan pentingnya menjaga hutan. Seperti yang dipaparkan EcoNusa, selain warga Papua sendiri kitapun bisa mendukung ataupun ikut berpartisipasi menjaga hutan dengan melakukan langkah-langkah dibawah ini:

1. Hemat penggunaan kertas dan minyak sawit
2. Menanam Pohon
3 Mengurangi sampah dengan menerapkan reuse, reduce, recycle
4. Memperbanyak pengetahuan tentang lingkuan atau isu-isu tentang lingkungan
5. Mengajak keluarga, teman, oranglain untuk ikut peduli lingkunab

Dengan 5 hal di atas kita diharapkan mampu menekan penebangan hutan untuk pertumbuhan kebun sawit, dan atau dijadikan bubur kertas. Selain itu, dengan memiliki ilmu yang memadai tentang lingkungan niscaya mindset kita akan selaras dengan sikap kita terutama dalam hal menjaga kelestarian lingkungan.

Daya Tarik Ekologi di Papua

Ditengah ancaman deforestasi yang semakin mengkhawatirkan, Papua memiliki daya tarik sendiri terutama dalam hal wisata dan kekayaan alam lainnya. Alam yang masih perawan membuat berbagai macam ekosistem langka bermunculan, dan bahkan telah dilindungi oleh pemerintah tentang keberadaanya. Seperti burung yang termasyur dari Papua, Cenderawasih, dimana burung ini memiliki 4 jenis yaitu Cenderawaih Raja, Cendrawasih Belah Rotan, Cenderawasih Botak dan Cenderawasih Merah.

Burung Cenderawasih dari Papua
4 Jenis Burung Cenderawasih. Sumber IG @EcoNusa_Id

Selain satwanya yang masyur, tentu kita juga sudah sering mendengar tentang keindahan alamnya terutama Raja Ampat yang sering di sebut The Last Paradise nya Indonesia. Memang, melihat postingan foto diberbagai media sosial ataupun website yang menampilkan keindahan alam Raja Ampat membuat saya ingin menelusuri beberapa daerah di sana.

Raja Ampat sendiri sebenarnya salah satu kepulaun di Papua, yaitu Kepulauan Raja Ampat. Kepulauan Raja Ampat ini mencakup 5 pulau kecil yaitu pulau Waigeo, Salawati, Misool, Batanta dan Kofiau. Kepulauan yang memang terkenal sangat memukau ini mendukung terbentuknya terumbu karang terkaya di dunia.

Wah Hal ini semakin membuat saya ingin menelusuri Kepulauan Raja Ampat dna kalau bisa Papua seluruhnya.

Tempat-Tempat Impian yang Ingin dikunjungi di Papua

Menelusuri keindahan Papua dalam cerita, didukung dengan potingan foto yang menampilkan Papua yang begitu memukau membuat saya ingin mengunjunginya secara langsung, terutama Raja Ampat di Papua yang terkenal dengan nama The Last Paradise ini. Selain itu ada beberapa tempat lain yang ingin saya kunjungi antara lain:

1. Kepulauan Raja Ampat di Papua

Setiap mendengar kata Raja Ampat yang terbayang di pikiran saya adalah Maldivesnya Indonesia. Tempat dengan gugusan-gugusan pulau kecil, air yang jernih serta resort yang dibangun secara alami adalah alasan saya ingin mengunjunginya.

Krieco Resort Raja Ampat di Papua
Kri Eco Resort. Sumber IG @Elainamin

Salah satu impian saat di Raja Ampat adalah stay di Kri Eco resort. Bangunan resort di atas laut yang terlihat sangat nyaman, sungguh akan membuat saya betah menikmati liburan disuguhi pemandangan yang sangat memukau.

Selain itu ada beberapa daerah di kepualauan Raja Ampat ini yang ingin saya kunjungi:

1a. Wayag Island di Waigeo Raja Ampat Papua

Gugusan pulau yang terlihat seperti gunung-gunung kecil atau kars yang menjulang disertai air biru jernih berkilauan membuat tempat ini terlihat seperti surga. Aduh surga saja saya belum tahu, namun begitulah menggambarkan betapa pulau ini begitu memikat. Di sini juga kabarnya para pelancong bisa bertemu dengan hiu-hiu dan berenang di antaranya.

Wayag Island Raja Apmat di papua
Wayag Island. Sumber IG @Endhyphotoarts

Untuk mendapatkan spot menarik tentang keindahan Wayag Islands, pelancong harus mendaki bukit bebatuan dengan daya tempuh sekitar 40-45 menit. Memang terbilang lama ya, tetapi setelah mencapai puncak bukit ini kelelahan akan terbayar dengan keindahannya.

1b. Pantai Kaleg Misool di Raja Ampat Papua

Salah satu alasan untuk mengunjungi pantai ini adalah pantainya begitu bersih dengan pasir putih dan juga air laut yang jernih dan berwana biru kemilau. Di sekeliling pantai tumbuh hutan berbukit yang membuat pantai semakin terlihat sejuk dan menyenangkan.

Pantai Kaleg Raja Ampat di papua
Pantai Kaleg. Sumber IG @Fathur.monkey

2. Desa Wisata Arborek

Desa ini masih berada di kepulauan Raja Ampat. Melihat postingan di IG Econusa saya begitu penasaran merasakan sensasi liburan ataupaun stay di desa yang posisinya ditengah-tengah laut ini. Hmmm, sepertinya mendebarkan dan seperti sebuah tantangan untuk menaklukannya.

Desa Wisata Arborek Papua
Sumber IG @EcoNusa_id

Seperti sebagian besar pantai yang berada di kepulauan Raja Ampat ini, pasir putih, keejernihan pantai dan kearifan lokal menjadi daya tarik sendiri bagi pelancong untuk mengunjunginya. Desa ini juga memnghasilkan topi dan tas string yang tentunya bisa dijadikan sebagai oleh-oleh atau cinderamata.

3. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman ini merupakan salah satu taman konservasi laut terbesr dan terluas di Indonesia. Salah satu hal yang membuat saya ingin mengunjungi tempat ini selain karena keindahannya dan saya kira merupakan penangkaran burung cenderawasih, saya penasaran untuk bisa bertemu atau melihat Hiu Bodok dan Hiu Paus yang bagi saya merupakan ikan paling menyeramkan seperti yang sering saya lihat di televisi.

Taman NAsional Teluk Cenderawasih di Papua
Sumber IG @EcoNusa_id

4. Digawe, Padang Rumput di Atas Awan

Penasaran sekali rasanya bagaimana menapak di padang rumput yang berada di atas awan. Tetapi menurut artikel yang saya baca, Digawe berada pada ketinggian 3000 meter di atas laut. Padang rumput Digawe ini terbentang sepanjang Pegunungan Jaya Wijaya. Jika begini berarti untuk mencapai padang rumput ini saya harus menaklukan Pegunungan Jaya Wijaya terlebih dahulu. Hmm….perlu latihan sepertinya agar bisa menaklukan dan mendapatkan hadiah istimewa berupa keindahan padang rumput di atas awan.

Digawe, padang rumput di atas awan
Sumber IG @EcoNusa_id

Nah, kalau teman-teman yang belum pernah ke Papua, daerah mana saja yang ingin teman-teman kunjungi?

#BeradatJagaHutan #PapuaBerdaya #PapuaDestinasiHijau #ECONusaXBPN #BlogCompetitionSeries


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

55 Comments

kangamir.com · 7 April 2020 at 19:29

Pantainya masih sangat indah dan alami. Jadi pengen berkunjung dah

    Wiwid Nurwidayati · 7 April 2020 at 21:10

    Iya Kang Amir. Pengin banget berkunjung ke Raja Ampat. Klo bisa menjelajah papua
    Wisatanya masih ijo dan perawan kelihatannya.

Hasnah Siregar · 13 April 2020 at 08:51

Waaah, bagus-bagus banget tempatnya ya, Mbak 🙂

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:41

    iya, mbak. Masih perawan

Ella Fitria · 13 April 2020 at 12:19

Aaaa pengen juga ke Raja Ampat. Tp kudu nabung dulu, semoga tahun ini bisa main ke sana. Pantai2nya bikin mumpeng bgt buat jelajah Raja Ampat ya mbak..

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:41

    iya, mbak. Tiket pesawatnya mahal ya. belum lagi yang lain-lainnya.

Hasnah Siregar · 13 April 2020 at 17:31

Waaah, foto-fotonya buat mupeng abis ya, Mbak. Mudah-mudahan suatu hari bisa ke sana. Pasti indah banget suasananya.

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:40

    ya, mbak. Semoga suatu hari nanti bisa ke sana ya. Amiin,

Haeriah Syamsuddin · 14 April 2020 at 07:40

Ternyata, burung cendrawasih pun terdiri dari beberapa jenis. Kirain, satu jenis saja. Memang, tanah Papua tuh kaya banget. Dari dulu pengen ke tempat ini, qadarallah sampai sekarang keinginan itu belum tersampaikan.

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:40

    iya, mbak. saya juga baru tahu ada banyak macamnya.

Lithaetr · 14 April 2020 at 08:04

Jujur, saya itu selalu jatuh cinta dengan keindahan alam Indonesia Timur, khususnya Papua. Alamnya cantik, banyak hewan-hewan yang cantik, dan selalu ingin berkunjung ke Papua. Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung ke Papua. Makanya saya sedih jika ada yang tega merusak keindahan itu 😑

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:40

    iya, mbak. Hampir semua bagian di Papua masih perawan, masih alami. Sedih memang klo hutan digunduli apalagi dengan alasan sawit dan perumahan. geram, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

rizqillahzaen · 14 April 2020 at 12:00

selalu ngiler kalau lihat keindahan alam papua. semoga bisa kesana sama keluarga. amin…

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:37

    iya, sama. Aamiin, semoga dikabulkan.

Siti Mutmainah · 14 April 2020 at 15:25

Dibenak ku pertama kali yang mucul kalo denger kata Papua itu raja Ampat inisih wishlist aku banget dan belum kesampaian sampe sekarang huhu., Emnag Papua ini punya alam yang sangat indah belum pernah kesana sih tapi liat beberapa foto dan info tentang Papua luar biasa banget bikin mupeng dan ga sabar pengen kesana, semoga alam Papua tetap terjaga

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:36

    iya, mbak. Selain Raja Ampat banyak lagi tempat yang indah yang bisa kita kunjungi.

Dian Rahayu Permanasari · 14 April 2020 at 16:13

Waaah … kudet nih saya. Kalau nggak baca tulisan ini, saya nggak tahu kalau selain Raja Ampat masih banyak destinasi menawan di Papua. Nice info 😊

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:34

    iya mbak, selain Raja Ampat, banyak destinasi wisata hijau lain yang masih memikat.

Yustrini · 14 April 2020 at 20:46

Kalau dengar Papua pasti bayangannya hutan yang masih lebat dan pertambangan emasnya. Ternyata Papua ini menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Jadi ingin ke sana.

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:33

    saya dulu juga gitu, hutan lebat, koteka, dan freeport. Ternyata alamnya sangat menawan

isdamaya seka · 14 April 2020 at 21:00

Masyaa Allah, bagusnya yaa…
Beda banget dgn pantai2 di sini, kotor airnya.
Semoga suatu hari bisa berkunjung ke sana. Aamiin

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:33

    iya, mbak. Cantik banget ya, masih perawan.

Meilawati Nurhani · 14 April 2020 at 21:29

Wah sayang banget ya kalau hutan-hutan di Papua nggak dijaga, karena yang identik dengan papua itu selain kekayaan alamnya juga hutan-hutannya yang banyak yang pasti berkontribusi banget sebagai paru-paru dunia. Memang masyarakat harus terus menerus diedukasi supaya seenggaknya bisa mengurangi deforestasi ini.

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:32

    Berdasarkan artikel di hutanindonesia memang begitu mbak. Biasa duit. Tapi tidak hanya di papua.

Vidyagatari · 14 April 2020 at 22:16

Zaman sekarang klo berbicara ttg wisata Papua, Raja Ampatlah yg ada di benak. Sudah terkenal sekali pesona Raja Ampat, semoga dgn terknalnya Raja Ampat tidak serta merta merusak ekosistem yg sdh ada. terima kasih ulasanny kak ^^

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:31

    Benar banget mbak. Raja Ampat yang di benak ya, Setelah kita telusuri lagi ternyata hampir di setiap sudut Papua menyimpan keindahan alam yang tiada taranya

Arif Rudiantoro · 15 April 2020 at 06:36

Alhamdullilah uda sekitar 15 tahun jadi orang Papua kebetulan tinggal di Timika wilayah PT Freeport Indonesia (tambang emas) sudah banyak yg di lalui, dari pas lagi kacau2-nya Timika (perang suku, pengibaran bintang kejora, pembunuhan dll) sampai menyaksikan pipa emas bocor, sampai masyarakat se kota Timika berbondong2 mengambil lumpur konsentrat, lucu memang karung beras sampe di jual 50 k

Dari yg kejadian buruk maupun positif, dapat di simpulkan orang Papua sebenarnya baik walapun bertampang sangar yg penting kita juga tulus dg mereka.

Alam Papua tiada duanya dg ciri khas hutan yg lembab dan sangat lebat yg masih menyimpan misteri, tapi sayangnya saya blum pernah ke Raja Ampat semoga suatu saat nanti 🙂

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:30

    WAh gimana itu rasanya pas kacau-kacaunya Bang?

Dhika Suhada · 15 April 2020 at 07:19

Surga dunia banget ya mbak. Banyak keindahan yang belum terjamah. Andai ada kesempatan bisa ke papua, saya mau deh bisa travelling menikmati indahnya Papua😍

    Wiwid Nurwidayati · 15 April 2020 at 07:42

    Bener banget. The last paradise beneran. Semoga awet ya.

Susana Devi · 16 April 2020 at 00:56

Saya pernah ke NTT, Mbak. Dan saya kok ngerasa, Indonesia tuh semakin ke timur semakin eksotik pemandangannya. Pengen deh suatu saat bisa jalan-jalan ke sana.

    Wiwid Nurwidayati · 16 April 2020 at 08:01

    oh Lombok ya, yang terkenal di NTT. Wah Lombok pasti juga sangat banyak tempat wisata yang menggoda kantong eh mata.

Jihan · 16 April 2020 at 10:20

Papua keren-keren Ya, Mbak Destinasi wisatanya. Semoga bisa kesana bareng keluarga suatu hari nanti. Semoga kalo papua jadi rame alamnya tetep hijau gitu ya Mbak..

    Wiwid Nurwidayati · 16 April 2020 at 18:21

    ya, mbak keren banget. amiin.

    Wiwid Nurwidayati · 16 April 2020 at 18:21

    Keren keren banget.Rasanya menjelajah papua nggak akan pernah ada habisnya ya.

Dyah Kusuma Susanti · 16 April 2020 at 16:59

Asyik y mba Wiwid. Rasanya pingin ke Papua segera. Menikmati alamnya yang indah alami

    Wiwid Nurwidayati · 16 April 2020 at 18:22

    Semoga suatu hari nanti bisa ke sasa dan alamnya masih alami

Salbiah · 16 April 2020 at 18:56

Huh, pingin nangis, mupeng. Sejak dulu pingin ke raja empat to blm pernah kesampean. Surga dunia, ya, di raja ampat. Semoga suatu saat bisa berwisata di sana, aamiin. Gambar-gambarnya cantik banget Mbak, bikin hati tertarik.

    Wiwid Nurwidayati · 17 April 2020 at 17:50

    iya, surga dunia ya…mungkin di daerah lain tidak seindah papua yang masih perawan.

Lia Yuliani · 17 April 2020 at 04:27

Wah, Raja Ampat masih tetep jadi destinasi impian saya. Bak surganya Indonesia dari Timur, Indah banget panoramanya. Saya juga pengen lihat indahnya warna-warni terumbu karang sama kehidupan di bawah laut.

    Wiwid Nurwidayati · 17 April 2020 at 17:49

    penasaran ketemu sama hiu…biasanya kalau nengok film itu kan hiu hiu itu ganas. ini kok kayaknya bersahabat banget.

Erin · 17 April 2020 at 14:34

Kalau ke Papua Raja Ampat memang tujuan utama. Suka banget sama lautnya, biru dan jernih.
Soal kekayaan alam memang papua ini kaya banget, semoga hutan-hutan di sana gak terus-terus di deforestasi agar tetap alami dan asri.

    Wiwid Nurwidayati · 17 April 2020 at 17:48

    Iya, mbak…lautnya itu ya…jernih berkilau…menggoda banget untuk didatangi

Denik · 18 April 2020 at 19:09

Tempatnya masih asri dan alami semua ya? Bikin mupeng. Cuma jauhnya itu yang bikin mikir… hehehe

    Wiwid Nurwidayati · 18 April 2020 at 21:17

    iya mbak, masih berat diongkos ya sepertinya

Ranti · 19 April 2020 at 10:16

Raja Ampat udah masuk di bucket list liburanku mbaa hehe. Udah pingin banget ngerasain gimana realnya Wayag Island dan Pantai Kaleg.

Btw artikelnya bagus mba 🙂 Good luck yah semoga kepilih jadi pemenang.

    Wiwid Nurwidayati · 19 April 2020 at 21:41

    Terimakasih mbak. Menuliskan ini hanya berharap impian saya jkelak dikabulkan oleh Allah. Mengunjungi Raja Ampat dan wisata lain di Papua.

Nisya Setyawan · 19 April 2020 at 15:58

Sudah pernah ke raja ampat mba? Saya pernah ke sorong, selangkah lagi menuju raja ampat, sayangnya belom diizinkan ke sana… waktu itu perjalanan dinas soalnya, padahal kalau belom pesen tiket pulang ke jawa, mau lanjut ke raja ampat hihihi

    Wiwid Nurwidayati · 19 April 2020 at 21:40

    Belum mbak, makanya saya tulis tempat di papua yang ingin saya kunjungi, mbak.
    Tapi mbaknya keren, udah pernah sampai ke Sorong. Sudha dekat, moga suatu hari bisa sampai ke Raja Ampat.

Irena Faisal · 19 April 2020 at 20:36

Raja Ampat adalah salah satu wishlist aku untuk family holiday. Semoga ada kesempatan dan rezekinya bisa kesana 🙂

    Wiwid Nurwidayati · 19 April 2020 at 21:39

    Bener banget mbak. Sayapun menjadikan Raja Ampat masuk ke wishlist destinasi yang mau dikunjungi. Ammin, semoga dikabulkan.

Diah Alsa · 20 April 2020 at 08:22

MasyaAllah, tempat-tempat di Papua itu indah banget yaaa, aneka satwa nya pun juga tak kalah menariknnya, hutannya dan segala isinya.

    Wiwid Nurwidayati · 20 April 2020 at 20:15

    iya, ternyata cendrawasih pun banyak macamnya.

Siska Dwyta · 23 April 2020 at 14:20

Kalau sebut Papua pasti ingatan saya melayang ke Kepulauan Yapen Mbak soalnya lahir dan besar di sana sih, hehe. Ya intinya banyak keindahan yang terbentang di Papua, bukan cuma di Raja Ampat saja tapi emang sih pesona Raja Ampat itu waaaw bangetlah.

    Wiwid Nurwidayati · 26 April 2020 at 21:01

    Wah mbak siska orang sana ya. papua menawan sekali ya, mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: