Raja Ampat di Papua, The Last Paradise dari Ujung Timur Indonesia. Apa yang ada dibenak teman-teman ketika mendengar kata Papua? Apakah tambang emas ataukah keindahan Raja Ampat atau mayoritas penduduknya yang memiliki ciri tertentu? Bisa jadi ketiga hal diatas memang yang terlintas di benak teman-teman. Tak salah memang karena Papua memiliki kekayaan alam yang tiada bandingannya.

Saya sendiri awal mengenal Papua secara lebih dekat lewat Novel yang berjudul Tanah Tabu karya Anindhyta S.Thayf. Novel ini menjadi juara 1 Sayembara DKJ tahun 2008. Novel yang menceritakan salah satu kehidupan Suku Dani di Papua. Dari novel ini saya sedikit banyak tahu bagaimana budaya di Papua, lingkungan kehidupan dan juga tentang tambang emas yang beberapa saat lalu menjadi polemik. Pada dasarnya Tanah Tabu mengambarkan sisi muram dari Papua.

Pada kenyataannya, selain memiliki sisi kelam, Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Sebagian besar wilayah Papua masih diselimuti hutan lebat. Tak salah jika Papua menjadi destinasi wisata hijau di Indonesia.

Wilayah Papua yang masih terbilang masih perawan, menyebabkan banyak orang melakukan penelitian di sana. Salah satunya adalah para pencinta lingkungan ataupun peneliti-peneliti dari berbagai berbagai lembaga. Selain meneliti habitat hutan, mengedukasi masyarakat-masyarakat pedalaman maupun masyarakat yang tinggal di sana, organisasi-organisasi itu juga berusaha untuk mempertahankan hutan di Papua untuk tetap menjadi hutan alami ataupun hutan lindung. Sehingga hutan tidak semakin tergerus oleh aktifitas deforestasi.

Deforestasi Hutan di Papua

Deforestasi adalah upaya pemusnahan hutan atau penggundulan hutan untuk dijadikan lahan pertanian atau peternakan ataupun pembangunan/perkotaan.

Berdasarkan situs yang membahas hutan di Papua, pada tahun 2005-2009 luas hutan Papua adalah 42 juta hektar. Namun, 2 tahun kemudian hanya tinggal 30.07 juta hektar saja. Begitu cepatnya deforestasi hutan di Papua. Seperti dalam catatan situs tersebut, berdasarkan informasi pemerintah setempat bahwa setiap tahunnya hutan Papua mengalami deforetasi seluas 143.670 hektar pertahun. Bahkan di Papua Barat sendiri deforestasi tercatat sekitar 25% atau 293 ribu hektar pertahunnya.

Mengapa kita membahas deforestasi. Kita lihat saat ini Kalimantan dan Sumatra yang dulu diharapkan menjadi penyumbang paru-paru dunia, kini sudah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Hutan Papua jika dibiarkan saja tanpa ada masyarakat ataupun lembaga berwenang yang mengontrolnya bisa jadi tidak lama lagi akan bernasib sama. Adakah dampak dari deforestasi?

Deforestasi Hutan Papua
sumber : IG @EcoNusa_Id

Berikut beberapa dampak deforestasi:

1. Kebakaran Hutan yang menyebabkan gangguan pernafasan
2. Banjir yang menghanyutkan rumah-rumah
3. Longsor yang menghancurkan desa-desa
4. Erosi menyebabkan sedimentasi
5. Nyamuk malaria yang mudah berkembang biak di air hangat
6. Penebangan bakau yang mengakibatkan pesisir mudah terkena badai dan tsunami

Bandingkan manfaat hutan alami yang bisa kita rasakan:

1. Udara yang sejuk dan bersih alami
2. Air hujan untuk tanaman
3. Air tanpa sedimentasi untuk pembangkit listrik Air
4. ketersediaan Air tawar untuk minum dan irigasi
5. Burung dan kelelawar menyerbuki tanaman dan memakan serangga
6. Makanan dan obat-obatan alami

Deforestasi Hutan Papua
Hutan yang masih utuh – sumber : IG @EcoNusa_id

Melihat betapa pentingnya menjaga hutan agar tetap ada di muka bumi ini, kitapun perlu memabntu mengupayakan hutan tetap terjaga.

5 Langkah Menjaga Hutan dari Deforestasi Bersama EcoNusa

EcoNusa adalah salah satu organisasi nirlaba di Indonesia yang memiliki tujuan mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia. Econusa juga berperan menjembatani komunikasi para pemangku wilayah kepentingan di daerah Timur yaitu Papua dan Maluku.

Seperti langkah yang dilakukan oleh EcoNusa beserta komunitas-komunitas yang telah dibangun di wilayah timur yaitu Papua dan Maluku untuk memberikan pengetahuan dan wawasan akan pentingnya menjaga hutan. Seperti yang dipaparkan EcoNusa, selain warga Papua sendiri kitapun bisa mendukung ataupun ikut berpartisipasi menjaga hutan dengan melakukan langkah-langkah dibawah ini:

1. Hemat penggunaan kertas dan minyak sawit
2. Menanam Pohon
3 Mengurangi sampah dengan menerapkan reuse, reduce, recycle
4. Memperbanyak pengetahuan tentang lingkuan atau isu-isu tentang lingkungan
5. Mengajak keluarga, teman, oranglain untuk ikut peduli lingkunab

Dengan 5 hal di atas kita diharapkan mampu menekan penebangan hutan untuk pertumbuhan kebun sawit, dan atau dijadikan bubur kertas. Selain itu, dengan memiliki ilmu yang memadai tentang lingkungan niscaya mindset kita akan selaras dengan sikap kita terutama dalam hal menjaga kelestarian lingkungan.

Daya Tarik Ekologi di Papua

Ditengah ancaman deforestasi yang semakin mengkhawatirkan, Papua memiliki daya tarik sendiri terutama dalam hal wisata dan kekayaan alam lainnya. Alam yang masih perawan membuat berbagai macam ekosistem langka bermunculan, dan bahkan telah dilindungi oleh pemerintah tentang keberadaanya. Seperti burung yang termasyur dari Papua, Cenderawasih, dimana burung ini memiliki 4 jenis yaitu Cenderawaih Raja, Cendrawasih Belah Rotan, Cenderawasih Botak dan Cenderawasih Merah.

Burung Cenderawasih dari Papua
4 Jenis Burung Cenderawasih. Sumber IG @EcoNusa_Id

Selain satwanya yang masyur, tentu kita juga sudah sering mendengar tentang keindahan alamnya terutama Raja Ampat yang sering di sebut The Last Paradise nya Indonesia. Memang, melihat postingan foto diberbagai media sosial ataupun website yang menampilkan keindahan alam Raja Ampat membuat saya ingin menelusuri beberapa daerah di sana.

Raja Ampat sendiri sebenarnya salah satu kepulaun di Papua, yaitu Kepulauan Raja Ampat. Kepulauan Raja Ampat ini mencakup 5 pulau kecil yaitu pulau Waigeo, Salawati, Misool, Batanta dan Kofiau. Kepulauan yang memang terkenal sangat memukau ini mendukung terbentuknya terumbu karang terkaya di dunia.

Wah Hal ini semakin membuat saya ingin menelusuri Kepulauan Raja Ampat dna kalau bisa Papua seluruhnya.

Tempat-Tempat Impian yang Ingin dikunjungi di Papua

Menelusuri keindahan Papua dalam cerita, didukung dengan potingan foto yang menampilkan Papua yang begitu memukau membuat saya ingin mengunjunginya secara langsung, terutama Raja Ampat di Papua yang terkenal dengan nama The Last Paradise ini. Selain itu ada beberapa tempat lain yang ingin saya kunjungi antara lain:

1. Kepulauan Raja Ampat di Papua

Setiap mendengar kata Raja Ampat yang terbayang di pikiran saya adalah Maldivesnya Indonesia. Tempat dengan gugusan-gugusan pulau kecil, air yang jernih serta resort yang dibangun secara alami adalah alasan saya ingin mengunjunginya.

Krieco Resort Raja Ampat di Papua
Kri Eco Resort. Sumber IG @Elainamin

Salah satu impian saat di Raja Ampat adalah stay di Kri Eco resort. Bangunan resort di atas laut yang terlihat sangat nyaman, sungguh akan membuat saya betah menikmati liburan disuguhi pemandangan yang sangat memukau.

Selain itu ada beberapa daerah di kepualauan Raja Ampat ini yang ingin saya kunjungi:

1a. Wayag Island di Waigeo Raja Ampat Papua

Gugusan pulau yang terlihat seperti gunung-gunung kecil atau kars yang menjulang disertai air biru jernih berkilauan membuat tempat ini terlihat seperti surga. Aduh surga saja saya belum tahu, namun begitulah menggambarkan betapa pulau ini begitu memikat. Di sini juga kabarnya para pelancong bisa bertemu dengan hiu-hiu dan berenang di antaranya.

Wayag Island Raja Apmat di papua
Wayag Island. Sumber IG @Endhyphotoarts

Untuk mendapatkan spot menarik tentang keindahan Wayag Islands, pelancong harus mendaki bukit bebatuan dengan daya tempuh sekitar 40-45 menit. Memang terbilang lama ya, tetapi setelah mencapai puncak bukit ini kelelahan akan terbayar dengan keindahannya.

1b. Pantai Kaleg Misool di Raja Ampat Papua

Salah satu alasan untuk mengunjungi pantai ini adalah pantainya begitu bersih dengan pasir putih dan juga air laut yang jernih dan berwana biru kemilau. Di sekeliling pantai tumbuh hutan berbukit yang membuat pantai semakin terlihat sejuk dan menyenangkan.

Pantai Kaleg Raja Ampat di papua
Pantai Kaleg. Sumber IG @Fathur.monkey

2. Desa Wisata Arborek

Desa ini masih berada di kepulauan Raja Ampat. Melihat postingan di IG Econusa saya begitu penasaran merasakan sensasi liburan ataupaun stay di desa yang posisinya ditengah-tengah laut ini. Hmmm, sepertinya mendebarkan dan seperti sebuah tantangan untuk menaklukannya.

Desa Wisata Arborek Papua
Sumber IG @EcoNusa_id

Seperti sebagian besar pantai yang berada di kepulauan Raja Ampat ini, pasir putih, keejernihan pantai dan kearifan lokal menjadi daya tarik sendiri bagi pelancong untuk mengunjunginya. Desa ini juga memnghasilkan topi dan tas string yang tentunya bisa dijadikan sebagai oleh-oleh atau cinderamata.

3. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman ini merupakan salah satu taman konservasi laut terbesr dan terluas di Indonesia. Salah satu hal yang membuat saya ingin mengunjungi tempat ini selain karena keindahannya dan saya kira merupakan penangkaran burung cenderawasih, saya penasaran untuk bisa bertemu atau melihat Hiu Bodok dan Hiu Paus yang bagi saya merupakan ikan paling menyeramkan seperti yang sering saya lihat di televisi.

Taman NAsional Teluk Cenderawasih di Papua
Sumber IG @EcoNusa_id

4. Digawe, Padang Rumput di Atas Awan

Penasaran sekali rasanya bagaimana menapak di padang rumput yang berada di atas awan. Tetapi menurut artikel yang saya baca, Digawe berada pada ketinggian 3000 meter di atas laut. Padang rumput Digawe ini terbentang sepanjang Pegunungan Jaya Wijaya. Jika begini berarti untuk mencapai padang rumput ini saya harus menaklukan Pegunungan Jaya Wijaya terlebih dahulu. Hmm….perlu latihan sepertinya agar bisa menaklukan dan mendapatkan hadiah istimewa berupa keindahan padang rumput di atas awan.

Digawe, padang rumput di atas awan
Sumber IG @EcoNusa_id

Nah, kalau teman-teman yang belum pernah ke Papua, daerah mana saja yang ingin teman-teman kunjungi?

#BeradatJagaHutan #PapuaBerdaya #PapuaDestinasiHijau #ECONusaXBPN #BlogCompetitionSeries