Book Review

Review Novel 17 Tahun Itu Bikin Pusing

Koleksi Pribadi

Judul     : 17 Tahun Itu Bikin Pusing

Penulis  : Maya Lestari GF

Penerbit : Penerbit Pastel Books

Cetakan : Cetakan 1, Rabi’ Al-Tsani 1439 H/Januari 2018

ISBN       : 978-602-6716-08-8

Halaman  : 220 hal; Ilust.: 19.5 cm

Genre       : Roman Remaja

 

Ini kisah antara Adriana, Sani dan Amanda. Adriana dan Amanda terlibat perebutan kursi Pemred Finia. Finia adalah Majalah sekolah SMA Andalas. Menjadi Pemimpin Redaksi majalah Finia adalah impian Adriana sejak dia bersekolah di Yayasan Andalas. Adriana sendiri saat itu sudah menjadi senior di Majalah tersebut.

Tetapi bagaimana jadinya ketika Amanda, murid baru itu, ternyata yang terpilih menjadi pemimpin redaksinya? Terlebih ketika Adriana mengetahui bahwa satu-satunya suara Sani yang sangat diharapkan untuk bisa mendukungnya menjadi Pemimpin Redaksi Finia justru suaranya diberikan kepada Amanda?

 

Tentu saja Adriana sangat kesal. Bagaimana bisa seorang Sani, sahabatnya sejak kecil, justru memilih Amanda yang baru dikenalnya 1 tahun? Apakah Sani menyukai Amanda? Adriana juga semakin kesal ketika hari-hari Sani, Sang Ketua OSIS, lebih banyak diberikan kepada Amanda. Amanda yang selalu menempel kemanapun Sani pergi. Sani yang kata-katanya terdengar selalu membela Amanda. Maka sejak Amanda menduduki kursi Pemimpin Redaksi Finia, Adriana memiilih tidak berteman dengan Sani dan mengundurkan diri dari Redaksi Finia.

 

Lalu mengapa Finia begitu diperebutkan? Ya, Menjadi Pemimpin Redaksi Finia berarti akan mendapatkan kesempatan undangan dari  luar untuk mengikuti event-event kejurnalistikan dan event-event bergengsi lainnya. Bahkan bisa direkomendaikan masuk perguruan tinggi favorit di Indonesia.

 

Nah, setelah Pemred Finia benar-benar ada di tangan Amanda, apakah Adriana menyerah dengan dunia tulisa menulis? Apakah Sani benar-benar menyukai Amanda? Di sinilah konflik-konflik di ramu sehingga novel ini terasa begitu greget dan penuh makna. Perjuangan-perjuangan Adriana juga rasa patah hatinya terhadap Sani yang terasa semakin jauh banyak melahirkan kali kalimat-kalimat inspirastif yang bisa kita jadikan sebagai renungan.

 

Saya menyukai novel ini karena karakter-karakter yang ditampilkan di dalamnya begitu kuat. Adriana yang cerdas, penuh inisiatif, namun egois dan susah mengendalikan emosi. Amanda yang berbakat, dermawan, pandai bersosialisai, tetapi ingin menang sendiri, selalu ingin mendapatkan apa yang dia inginkan dan selalu ingin terlihat menonjol di mata teman-teman sekolahnya. Sani yang gagah dan tegas, membuat saya bisa merasakan karakter anak usia belasan tahun tanpa terlihat salah satu sempurna. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

Konflik yang ditampilkan disini juga sangat relaistis. Alur cerita yang pas, membuat saya tidak bosan membaca novel ini berulang kali. Dari pula pengetahuan jurnalistik saya bertambah.

Satu lagi, saya suka ciri khas dari novel-novel mbak Maya, selalu mengambil latar daerah Sumatra Barat, sepertinya Mbak Maya ingin selalu mengenalkan daerah tempat tinggalnya. 4/5 untuk novel ini. Sukses terus untuk Mbak Maya, saya tunggu karya berikutnya.

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: