Tips Hemat Lebaran Saat Pandemi. Alhamdulillah, lebaran tinggal menghitung jari. Ini minggu terakhir di bulan Ramadan. 10 malam terakhir di mana satu malam di antaranya diyakini terdapat malam seribu bulan, lailatul qadr. Selain menunggu malam lailatul qadr, kesibukan di siang hari yang terlihat adalah persiapan masing-masing rumah menyambut Hari raya Idul Fitri.

Sayangnya Lebaran kali ini, kita harus ikhlas melewatinya #dirumahsaja. InsyaAllah itu lebih baik, karena merupakan salah satu ketaatan kita kepada ulil amri dalam memerangi Covid19.

Mengingat lebaran yang hanya di rumah saja, sudah seharusnya pengeluaran kita bisa lebih dihemat. Jika dulu biasanya kita menyiapkan masakan besar dengan jumlah prosi yang banyak karena tamu-tamu dari teman kantor atau teman pengajian akan datang, berbagai macam kue dan juga angpau untuk anak-anak yang bersilaturahim ke rumah.

Saya sendiri membayangkan bahwa lebaran kali ini saya akna menutup pintu rumah. Melakukan anjuran #dirumahsaja dengan arti sesungguhnya. Mengucapkan kata maaf lahir dan batin bisa diwakilkan via WA atau telepon. Meski kurang afdol tetapi demi kebaikan, untuk saat ini saya rasa semuanya akan dianggap oke-oke saja.

Tips Hemat Lebaran #Dirumahaja

1. Baju Baru Vs Baju Lama

Kita biasanya memiliki baju yang masih sangat layak pakai lebih dari satu kan, ya. Terlebih lebaran tahun ini hanya di rumah saja, mungkin alangkah lebih baiknya memakai baju lama yang memang masih sangat layak pakai. Bisa hemat berapa ratus ribu itu. paling tidak satu set gamis antara Rp 250.000 – Rp 350.0000.

Bagaimana untuk anak-anak? Perlakukan sama untuk anak-anak. Jika memang masih ada yang sangat pantas untuk dipakai, pakai saja. Atau beli yang memang dibutuhkan saja. Andaikan budget membeli baju baru itu rata-rata Rp 200.000/ orang, tentu jika anggotanya 5 maka bisa menghemat kurang lebih Rp 1 juta. Besar bukan?

2. Mengurangi Jenis Kue dan Masakan

Biasanya kita menyiapkan berbagai jenis kue lengkap, mulai dari kue kering, kue basah, sampai kue tradisional. Jika dihitung mungkin ada 10 jenis kue, atau mungkin lebih. Berhubung kita merayakan lebaran di rumah saja, bisa dong mengurangi jenis kue yang kita beli. Jika rata-rata kue yang kita beli harganya Rp 50.000/ jenis, budget beli kue adalah Rp 500.000,00. paling tidka kita bisa mengurangi budget membeli kue 1/3 dari anggaran atau setengahnya.

selain kue, Biasanya kita juga memasak makanan besar dengan jumlah yang banyak. Rendang mungkin cukup masak 1 kg, ayam opor 1 Kg, untuk hari berikutnya. Jika masakan itu sudah habis baru kita masak yang lainnya. Terbayangkan jika bisa menghemat rendang 1 Kg?

3. Biaya Transportasi

#Dirumahaja yang artinya bener-bener di rumah saja, berarti kita nggak kemana-mana. Nggak mudik, bahkan mungkin nggak silaturahmi ke saudara yang jauh. Saya sendiri biasanya mudik ke Tanjung Pinang. paling tidak untuk pulang pergi saya harus menyiapkan dana sekitar Rp 600.000,00. Dana sebesar itu hanya beli 4 tiket kapal, jika membeli 5 tiket kapal berarti dananya lebih dari Rp 700.000,00. Kebayangkan hemat dana sebesar itu.

Selain mudik, biasanya kita menghabiskan waktu liburan lebaran ke pantai. Bisa dihitung tuh jika nggak punya mobil sendiri, sewa mobil paling tidak Rp 300.000,00, biaya masuk pantai, jajan, sewa ban dan lain sebagainya. Bisa dihitung berapa uang yang bisa dihemat jika lebaran hanya di rumah saja.

4. Laundry Baju Sendiri

Saya biasanya memilih baju-baju yang bagus untuk dilaundry. Alasannya biar wangi dan tinggal simpan di lemari saja. Laundry baju-baju bagus yang dipakai saat lebaran, paling tidak lebih dari 5 Kg. ya, karena kami adalah keluarga besar. meskipun hanya sekitar 5-10 kg, lumayan juga jika harus mencuci sendiri di rumah.

Mungkin teman-teman lain punya tips lain cara berhemat saat lebaran di masa pandemi seperti ini. Seperti apapun kondisinya, kita syukuri saja. Semuanya pasti ada hikmahnya dan yang terpenting kita harus ikhlas menjalaninya. (end)

#Day26
#BPNRamadan2020
#Hemat


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.