Juara
Blogging & Writing

Tips Menang Kompetisi : Belajar dari Para Juara

Juara
Source : unsplash.com

Bulan Januari 2019 yang lalu saya mencoba mengalahkan diri sendiri dan memberanikan diri mengikuti lomba blog. Sebenarnya hal ini juga merupakan salah satu resolusi saya di tahun 2019. Dari sekian banyak lomba yang deadlinenya bulan Januari, mungkin ada lebih dari 20 list lomba, tetapi saya hanya mampu ikut 3 jenis lomba (di luara lomba komunitas) Sedikit banget ya? Tetapi bagi saya hal itu sudah merupakan kemajuan yang pesat, sebuah langkah awal yang baik di tahun 2019 yang harus saya pertahankan dan tentu saja ditingkatkan.

Merasakan pengalaman menulis 3 naskah lomba tersebut ternyata benar-benar menguras waktu, pikiran dan tenaga. Apalagi biasanya saya menulis genre fiksi dan jikalaupun bukan fiksi,  postingan  di blog hanyalah berupa tulisan curhat dari pengalaman sehari-hari. Benar-benar  harus mengklikkan hati dan jemari  untuk menyusun kata-kata yang pas dan perbanyak membaca tulisan senior-senior yang sudah pandai merangkai kata. Rata-rata waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan satu naskah artikel lomba adalah 2 hari. Ya memang tidak full 48 jam tersebut mantengin laptop, tentu saja menulisnya di sela-sela waktu senggang saya setelah menyelesaikan semua urusan rumah tangga.

Dari 3 lomba tersebut, 2 diantaranya telah diumumkan siapa pemenangnya. Dan alhamdulillah, saya masih disuruh belajar banyak, nama saya tidak nyangkut di pemenang. Saya kemudian kepoin tulisan teman-teman yang menjadi juara tersebut. Dan berikut beberapa poin  sepertinya yang menjadikan tulisan mereka juara.

Belajar
Source : unsplash.com

#1 Unik

Untuk mencari ide yang berbeda memang tidak gampang. Dibutuhkan kepekaan. Seperti tulisan mas Adhi Nugraha yang memenangkan juara 2 lomba menulis blog Office99. Ide ceritanya unik tentang amsal kepala ikan. Dulu waktu masih lajang dan tinggal di Yogyakarta orangtua sering mengatakan tentang amsal-amsal ini. Salah satunya ya amsala kepala ikan ini. Atau amsal sayap ayam yang diartikan suka bepergian jauh. Dan tentang amsal kepala ikan ini memang terdengar biasa di dareah Jawa, Yogyakarta khususnya, tetapi tetap terdengar unik bagi yang belum terbiasa mendengarnya.

#2 Bahasa atau Gaya Berceritanya Luwes dan Tidak Bertele-Tele

Saya membaca tulisan pemenang 1 lomba asus Zenbook SUX391UA, dan tulisannya terasa luwes banget. Klik di sini, tulisannya. Apa ya lebih tepatnya? Boleh dikatakan tulisannya terasa luwes, padat, tidak bertele-tele, dan tidak membosankan tetapi lengkap. Saya rasa jika ingin mengikuti jejak mereka yang bisa nulis sesenak itu, saya harus lebih sering blogwalking ke para narablog senior.

#3 Gambar atau Infografis Pendukungnya Menarik dan Rapi

Ini juga penting, sebanyak apapun gambar yang disematkan di dalam tulisan kita, jika kita bisa mengaturnya dengan rapi dan menarik dan tentu saja tidak memberatkan saat loading maka pengunjung blog pasti akan sangat tertarik dengan tulisan-tulisan kita. Klik disini contoh tulisan dengan banyak gambar tetapi tetap terlihat menarik.

#4 Mengikuti Aturan Lomba

Nah ini tentu sangat penting, bagaimana kita mau menang jika persyaratannya saja tidak dipenuhi? Padahal sebagai penulis kita harus lebih jeli, teliti dan  rajin membaca. Jika kita tidak memenuhi standard ketentuan lomba, itu merupakan indikasi sedang malas membaca bukan?

Sepertinya 4 poin diatas yang bisa saya temukan untuk saat ini. Saya masih harus belajar dan membaca lebih banyak lagi. Nah, bagi kamu yang suka ikutan lomba, tetap semangat meski tidak menang dengan meningkatkan kualitas diri. (end)

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: