Bank Muamalat
Lifestyle

Makna Hijrah Bagi Blogger dalam Gerakan #AyoHijrah bersama Bank Muamalat

Makna Hijrah Bagi Blogger dalam Gerakan #AyoHijrah bersama Bank Muamalat “Buntu”. Menjadi seorang penulis di blog, alias blogger, satu kata itu seperti racun di dalam tubuh, mematikan. Buntu membuat otak tidak menghasilkan apa-apa, macet. Hidup terasa sunyi, tanpa kata-kata yang hadir apalagi mengalir bak sungai deras yang mampu menghasilkan lembaran-lembaran cerita yang tak pernah mati.

Akhir-akhir ini saya merasakan hal itu. Kepala rasanya buntu, bosan dengan rutinitas, tetapi tidak tahu harus melakukan apa, walhasil seharian tidak memproduksi sesuatu yang bisa dianggap membanggakan selain hanya kelelahan setelah mengerjakan rutintas pekerjaan rumah harian. Hal ini tentu dihubungkan dengan azam dan cita-cita yang saya tanamkan di kepala, bahwa saya ingin menjadi seorang blogger aktif atau penulis di media yang tulisannya menghiasi media nusantara baik daring maupun luring.

Bank Muamalat

Tapi apa yang saya hasilkan setiap harinya? Postingan di blog tidak lebih dari 15 tulisan setiap bulan, padahal sebulan menyediakan 30 hari. Dalam sehari 24 jam. Kemana waktu-waktu saya itu pergi? Apa yang telah saya isi dengan waktu-waktu yang berharga?

Saya sering menyadari hal itu, waktu berlalu tanpa makna. Padahal saya ingin seperti bloger-blogger lainnya, yang bisa menjuarai berbagai lomba, mendapatkan engagement dari produsen ternama atau tulisannya dimuat media. Tetapi saya hanya ingin dan ingin tanpa berusaha semaksimal mungkin. Saya sebenarnya mengerti jika harus berubah menjadi lebih baik, bila tujuan saya ingin tercapai.

Lalu, di pucak kebosanan, perlahan saya merenungi diri dan menemukan kenyataan bahwa saya telah begitu jauh mengabaikan Sang Pencipta, menduakan Dia dalam kegiatan keseharian saya. Ada beberapa hal yang membuat saya menjauh dari-Nya:

#1 Terlalu Banyak Membaca tetapi Sedikit Membaca Kalam-Nya

Membaca adalah salah satu hal yang saya sukai. Novel salah satunya, apalagi jika novel tersebut bagus, mengalir mampu mengajak saya masuk di dalam ceritanya. Saya sanggup menyelesaikan ratusan halaman dalam sekali duduk. Belum lagi jika saya harus mencari data riset untuk sebuah tulisan, berjam-jam lamanya saya sanggup duduk di depan laptop. Tetapi untuk membaca kalam-Nya, dalam sehari saya hanya mampu membaca tidak lebih dari 10 lembar tanpa belajar memaknainya, hanya sekedar dilafazkan di lidah. Padahal sebagai seorang muslim tentunya saya harus lebih paham dengan Al-Quran dibanding dengan  kitab atau buku lainnya.

#2 Sering Mengabaikan Panggilan Adzan

Ini nih, terkadang saat sedang menulis dan ide mengalir lancar, adzan berkumandang dan saya tidak mau meninggalkan sejenak  laptop karena takut ide itu akan hilang. Walhasil, keenakan menulis karena ide yang sedang banjir membuat menit-menit berlalu tanpa terasa dan semakin jauh waktu berlalu sejak adzan dikumandangkan.

#3 Tidak Merasakan Lezatnya Salat Malam dan Berdoa

Sering menulis saat deadline membuat saya terkadang tidur larut. Selain terkadang tertinggal waktu 1/3 malam, ataupun kalau terbangun tubuh saya begitu lemas dan mengerjakan salat hanya sebatas mengerjakan, tidak ada ruh di dalamnya. Berdoa pun dalam keadaan setengah sadar.

#4 Masih Menggunakan Bank Konvensional untuk Menyimpan Uang dan Bertransaksi

Jika mengingat Bank Konvensional, kata riba langsung tercetak dalam ingatan. Tetapi entah mengapa rasanya begitu malas untuk mengganti ke Bank Syariah. Bahkan terkadang di dalam kepala berkata jika tidak ada beda, sama-sama berbunga. Padahal yang membedakan dua bank itu adalah akadnya, dan akad itulah yang akan membuat lebih selamat dalam hidup saya. Dan juga beralasan bahwa Bank Konvensional itu banyak memberikan kemudahan dalam bertransaksi ataupun kebutuhan daring ataupun luring. Padahal Bank Muamalat kini telah menghadirkan produk produk syari dengan segala kemudahan transaksinya.

Bank Muamalat #AyoHijrahSetelah mengetahui kesalahan saya itu, saya mencoba bangkit sedikit demi sedikit. Jika sebelumnya mengabaikan adzan saat berkumandang, saya coba tinggalkan kegiatan menulis saya dan lalu saya coretkan ide tersebut di atas kertas atau buku. Saya tidak muluk-muluk dalam memperbaiki diri, pelan-pelan, agar saya menikmati prosesnya dan kelak hal itu yang akan membuat saya istiqomah dalam menjalaninya. Saya juga terinspirasi dari konsep #AyoHijrah Bank Muamalat dengan program #AyoHijrah nya, beberapa di antaranya adalah

#1 Hijrah itu Lebih Baik

Bank Muamalat #AyoHijrah

Bahwa apa yang saya alami di atas, kekosongan batin, adalah juga teguran dari Sang Maha Penyayang, agar saya kembali mendekat kepada-Nya. Jadi, ketika niat saya berhijrah untuk menjadi lebih baik adalah murni karena-Nya, insyaAlloh saya akan bisa melewati semua rintangan yang kelak akan ada.

#2 Hijrah Itu Menjaga

bank muamalat #ayoHijrah

Bahwa ketika tidak ada lagi nikmat saat salat malam dan berdoa, maka ketika saya mencoba untuk kembali menikmati malam-malam dengan memohon ampunan dan bermunajat kepada-Nya, doa itulah yang menjaga saya, menghilangkan noda-noda hitam yang menutup mata hati saya.

#3 Hijrah itu Siap

Bank Muamalat #ayoHijrah

Ketika niat untuk berhijrah sudah terikrar, maka saya harus siap menjadi pribadi yang tangguh yang yakin akan mampu melewati semua cobaan yang akan datang menguji niat hijrah saya.

#4 Hijrah Itu Sabar

 

Bank Muamalat

Saya menyadari ketika banyak impian seperti blogger atau penulis lainnya, bahwa saya harus sabar karena kesuksesan membutuhkan tekad dan kerja keras juga konsistensi tanpa henti.

#5 Hijrah Itu Tenang

Bank Muamalat

Tenang bahwa harta kita disimpan ditempat yang syari. Transaksi kita menguntungkan dunia akhirat. Maka sudah seharusnya saya berhijrah dari menggunakan Bank Konvensional ke Bank Syariah. Terlebih saat ini Bank Muamalat mengadakan gerakan #AyoHijrah di mana saya bisa menjadi nasabah Bank Muamalat dengan mendaftar secara online. Apa sih program#AyoHijrah Bank Muamalat?

Bank Muamalat

Seperti makna kata hijrah yang berarti lebih baik, maka program gerakan #AyoHijrah adalah sebuah gerakan yang mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan diri ketujuan yang lebih bagus dalam berbagai aspek kehidupan. Kita sebagai muslim yang seharusnya memilih cara hidup sesuai dengan tuntunan atau ajaran agama islam, maka gerakan #AyoHijrah di sini mengajak masyarakat Indonesia pada umumnya untuk menjalani hidup sesuai dengan  ajaran islam yang baik dan berkah. Ya, halalan thoyiban, halal dan baik, itulah dua hal yang sempurna yang seharusnya selalu masuk ke dalam tubuh kita, sehingga mampu menggerakan kita untuk selalu melakukan kebaikan.

Gerakan #AyoHijrah sendiri diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2018 oleh Bank Muamalat mengajak warga Indonesia untuk berhijrah dengan menggunakan layanan perbankan syariah yang tentunya akan mendatangkan hidup yang lebih berkah.

Bank Muamalat sendiri lewat gerakan #AyoHijrah memiliki tujuan sebagai pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah dan turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Sedangkan gerakan #AyoHijrah sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara perseorangan ataupuan kelompok/organisasi, sehingga mejadi muslim yang kaffah dalam menjalankan hukum agama, terutama dalam hal ini adalah layanan perbankan berbasis syariah.

Bank Muamalat
4 Alasan Masyarakat Indonesia Harus Hijrah ke Bank Muamalat

Ada 4 alasan mengapa Masyarakat Indonesia harus hijrah ke Bank Muamalat:

  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Bank Muamalat

Ada beberapa hal yang dilakukan untuk mengenalkan Perbankan Syariah di mata masyarakat Indonesia, agar mereka lebih memahami konsepnya dan kemudian tertarik untuk menggunakan layanan berbasis syariah tersebut maka #Ayo Hijrah mengadakan berbagai macam kegiatan.

4 Bentuk Kegiatan #AyoHijrah

#1 Seminar / Edukasi Tentang Perbankan Syariah

Dengan memberikan pengetahuan tentang produk-produk Bank Muamalat serta keunggulan yang dimilikinya, sehingga masyarakat mampu memahami pentingnya hijrah ke perbankan syariah.

Bank Muamalat
Sosialisasi Produk Bank Muamalat

#2 Open Booth di Pusat Kegiatan Masyarakat

Dengan Open Booth selain menjemput bola, tentu juga memudahkan masyarakat mengenal Bank Muamalat beserta produknya dengan mudah.

Bank Muamalat
Kegiatan Open Booth

#3 Kajian Islami dengan Narasumber dari Kalangan Ulama

Kajian ini tentunya diadakan untuk semakin mempertebal iman dan memantapkan masyarakat Indonesia untuk berhijrah #AyoHijrah.

Bank Muamalat
Kajian Ulama

 

#4 Pemberdayaan Masjid Sebagai Salah Satu Agen Perbankan Syariah

Masjid merupakan pusat kegiatan umat muslim, selain untuk melaksanakan ibadah salat, masjid biasanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan positif lain yang tentunya masih dalam hubungan meningkatkan iman dan taqwa.

Bank Muamalat
Kegiatan Pemberdayaan Masjid oleh Bank Muamalat

 

Adapun produk-produk Bank Muamalat dalam program #AyoHijrah ini juga mengalami pergantian nama, produk-produk itu antara lain

#1 Tabungan iB Hijrah

Adalah produk tabungan yang nyaman untuk digunakan dalam berbagai macam kebutuhan transaksi dan berbelanja dengan kartu Shar-E, selain itu juga bisa mendapatkan berbagai macam penawaran menarik di merchant-merchant dalam maupun luar negeri yang berlogo Visa-Plus. Selain itu juga bisa digunakan untuk ealtime transfer/SKN/RTGS,  isi ulang prabayar, bayar tagihan listrik, tagihan kartu pasca bayar, pembelian tiket dan pembayaran ZIS (zakat, infaq, sedekah) dengan Tabungan iB Muamalat melalui mobile banking dan internet banking.

#2 Tabungan iB Hijrah Haji & Umroh

Tabungan iB Hijrah Haji dan Umroh menawarkan solusi lengkap untuk perjalanan ibadah dan juga berkomitmen memfasilitasi nasabah untuk berhijrah dan selalu menjadi lebih baik. Selain Bank Muamalat yang juga merupakan Bank umum syariah pertama di Indonesia yang dikelola secara profesional dan murni syariah,  ia juga salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang terdaftar di SISKOHAT Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bank Muamalat
Produk-Produk Bank Muamalat yang Berganti Nama

#3 Tabungan iB Hijrah Rencana

Setiap orang pasti memiliki rencana impian masa depan yang baik, seperti memiliki rumah, menikah, meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka tabungan iB Hijrah Berencana merupakan jalan keluar perencanaan finansial  yang benar  untuk merealisasikan rencana dan impian di masa yang akan datang dengan lebih positif sesuai prinsip syariah. Perencanaan impian yang biasanya ingin kita raih adalah perencanaan pendidikan, pernikahan, perjalanan ibadah/wisata, uang muka rumah/kendaraan, berkurban saat Idul Adha, perpanjangan STNK/pajak kendaraan, persiapan pensiun/hari tua, serta rencana atau impian lainnya.

#4 Tabungan iB Hijrah Prima

Tabungan yang dilengkapi dengan Share-E debit gold yang dapat dipakai disemua jaringan Visa ini adalah jenis tabungan yang digunakan untuk transaksi usaha sekaligus invenstasi yang tentunya aman dan menguntungkan.

#5 Deposito iB Hijrah

Deposito syariah dalam mata uang Rupiah dan Dollar Amerika  yang dinamis dan memberikan hasil investasi yang maksimal bagi nasabah.

#6 Giro iB Hijrah

Produk giro berbasis akad wadiah yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan transaksi bisnis Nasabah Non-perorangan yang didukung oleh fasilitas Cash Management.

Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia adalah bank syariah pertama yang memulai bisnisnya pada 1 November 1991. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), MUI (Majelsi Ulama Indonesia), dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan pemerintah Indonesia. Kemudian Bank Muamalat resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 dan  terus berinovasi dengan produk-produknya seperti Asurasni Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi pioneer di Indonesia.

Pada tahun 2004, Bank Muamalat meluncurkan produk Shar-E yang merupakan produk simpanan instant pertama di Indondeia. Lalu pada 2011, Bank Muamalat meluncurkan produk Shar-E gold dan mendapatkan penghargaan MURI sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Semua produk-produk keluaran Bank Muamalat tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam sejarah. Tak heran jika Bank Muamalat sering mendapatkan berbagai peghargaan. Hingga saat ini telah meraih 9 penghargaan, salah satunya adalah Peringkat 1 – Satisfaction, Loyalty, and Engagement Award 2019.

Penghargaan untuk Bank Muamalat
9 Penghargaan yang Pernah Diraih Bank Muamalat

Bank Muamalat sebagai pionir Bank Syariah yang terus berinovasi meningkatkan mutu pelayanannya.  Sejak tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia telah bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi menjadi bank syariah terbaik dan termasuk dalam “10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional”

Berdasarkan namanya, syariah adalah sesuai dengan hukum islam sedangkan konvensional berarti kebiasaan yang umum dan lazim digunakan. Hingga saat ini mungkin saja masih banyak masyarakat yang awam terhadap perbedaan Perbankan Syariah dan Konvensional. Bisa jadi karena kurangnya sosialisasi ataupun enggannya masyarakat untuk mengetahui lebih detail tentang perbankan syariah itu sendiri. Hanya saja ada perbedaan dasar dalam transaksi di perbankan Syariah dibandingkan perbankan konvensional. Perbankan syariah menggunakan akad untuk setiap transaksinya dengan sistem bagi hasil, sedangkan bank konvensional langsung dipatok menggunakan system bunga.

Berikut skema perbedaan bunga dan bagi hasil:

Bank Muamalat
Perbedaan Bank Syariah Vs Bank Konvensional

Nah, sebagai pionir Bank Syariah di Indonesia, tentu saja hijrah ke Bank Muamalat merupakan langkah yang sangat cerdas diambil demi kehidupan yang lebih berkah.#AyoHijrah. (end)

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

109 Comments

  • Ane Fariz

    Wah, poin demi poinnya mengingatkan saya semua Mbak Wid. Hiks… makasih buat sharingnya. Semoga kita mampu istiqomah dalam berhijrah. Aamiin

  • Novia Anggraini

    MasyaAllah Tabarakallah Bun, tulisannya seakan nampar saya yang makin lama makin sok sibuk sama perkara dunia hiks astagfirullah. Syukron Bun, semoga kita senantiasa dekat dengan Sang Pencipta,

  • Dwi Septiyana

    wuiiih, tulisannya inspiratif bgt Mbak, Masya Allah.. menjelang Ramadhan dpt ilmu yg bermanfaat, moga kita bisa sama2 slg mengingatkan utk hijrah 🙏

  • Fery

    Tulisannya menohok banget nih,
    Entah sudah berapa ratusan purnama tidak produktif menulis.
    Saya ‘hijrah’, tapi ‘hijrah’ yang berbalik arah dan berbeda definisi dari tulisan ini.

    Terima kasih atas sharing yang bermanfaat ini.
    Sukses selalu

  • Anik

    Islam memang mengatur segala hal dalam hidup kita ya, dalam bertransaksi dan memilih bank saja diatur sedemikian rupa.

    Aku ngerasa ngaca baca tulisan ini mbak, seringnya ibadah tanpa ruh. Tanpa benar-benar menyatu sama Allah. Semoga kita sama-sama menuju lebih baik, Mbak. 🙂

  • Chairul Nisaa

    “Tetapi saya hanya ingin dan ingin tanpa berusaha semaksimal mungkin.”
    Masyaallah, di paragraf awal aja udah ngena banget ini tulisan mbak Wid. Poin-poin tentang yang melalaikan kita kepada-Nya juga menampar sekali rasanya. Astgahfirullah, semoga Allah ampuni kelalaian kita dan memampukan kita untuk lebih baik yaa mbak.

    Dan tentang #AyoHijrah bersama Bank Muamalat, alhamdulillah udah pindah ke Muamalat juga sejak 2017. Pilihan jatuh ke Bank Muamalat, karena yaa setauku juga cuma bank muamalat yang memang dari awal syariah, ngga nginduk konven. Bismillah, semoga ini jadi ikhtiar kita untuk menjauhkan diri dari riba dan kawan-kawannya yaa mbak.

    Jazakillah khair mbak Wid udah nulis ini. Tulisan mbak lengkap dan insyaallah bermanfaat :))

  • Chairul Nisaa

    “Tetapi saya hanya ingin dan ingin tanpa berusaha semaksimal mungkin.”
    Masyaallah, di paragraf awal aja udah ngena banget ini tulisan mbak Wid. Poin-poin tentang yang melalaikan kita kepada-Nya juga menampar sekali rasanya. Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni kelalaian kita dan memampukan kita untuk lebih baik yaa mbak.

    Dan tentang #AyoHijrah bersama Bank Muamalat, alhamdulillah udah pindah ke Muamalat juga sejak 2017. Pilihan jatuh ke Bank Muamalat, karena yaa setauku juga cuma bank muamalat yang memang dari awal syariah, ngga nginduk konven. Bismillah, semoga ini jadi ikhtiar kita untuk menjauhkan diri dari riba dan kawan-kawannya yaa mbak.

    Jazakillah khair mbak Wid udah nulis ini. Tulisan mbak lengkap dan insyaallah bermanfaat :))

    • Wiwid Nurwidayati

      Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni kelalaian kita dan memampukan kita untuk lebih baik yaa mbak.

      Amiin allohumma aamiin doanya

  • Ciani

    Hiksss… jadi ketampar bacanya… makasih bund udah semangatin aku… semoga lebih baik #ayohijrah

  • Rahayu Hestiningsih

    Lengkap. Satu kata buat tulisan mba wiwid. Penjabarannya mudah difahami, terjelaskan di tiap bab. Satu langkah berhijrah yang akan melengkapi hijrah kita, agar hijrah kita bisa secara kaffah. Makasih tulisan inspiratif nya mba wid,

  • lisa lestari

    Hiks..hiks…aku lom hijrah seluruhnya. Serasa ditabok nih. Makasih yo mbak diingetin. Semoga selalu menjadi pribadi yang lebih baik dalam berhijrah di segalam aspek kehidupan

  • Lia Anelia

    Wah, mba Wid terima kasih sudah mengingatkan lewat artikel ini… poin poinnya “ngena” banget. Semoga kita dimampukan untuk “hijrah” menjadi lebih baik lagi… 🤗😊

  • Ragil W.T

    Barakallah mba wid. Semoga niat hijrahnya diberi kemudahan oleh Allah swt.. aku pun udah lama gak ngeblog, padahal banyak corat coret cerpen yang ngejogrok di whatsapp. Hihiii…
    Mudah2an bisa nampil lagi di blog. Doakan aku juga yaa… semangat mba wiiid

  • Kartika

    MasyaAllah mbak penjelasannya detail sekali. Selama ini masih pakai bank konvensional karena belum paham. Semoga setelah ini bisa segera hijrah. Amin

  • Ika

    Wah menginspirasi sekali Mbak renungan hijrahnya. Terus jadi bertambah informasi nih tentang pionir bank syariah di Indonesia. Terima kasih sudah menuliskan ini Mbak Wid.

  • Anonymous

    Ya Allah, makjleb banget tulisan Mba WId. Berasa ditabok bolak-balik. Informasinya juga keren banget, gampang dipahami otak emak-emak yg kadang overload ini. Terima kasih banyak, Mba WId.

  • Silvana Sari

    Asli ini reminder dan isi postingan mbamat snagat bermanfaat. Auto pindah bank nih. Makasjh banyak ya mb postingannya. Semiga sukses bt mb wid sayang 😘😘😘😘

  • Suden Basayev

    Saya belum bisa bener2 hijrah. Nyimpen duit sih udah di BMT tanpa ATM, kalau utk trx sehari2 masih pakai bank konvensional. Banyak gebrakan harua dilakukan bank syariat agar bisa menjadi alternatif trx finansial yg bisa menggantikan peran bank konvensional. Sukses buat Muamalat. Dulu saya pernah pakai Kartu Shar-E.

  • Anonymous

    Masya Allah tulisannya Mba wiwid mengingatkan banyak hal tentang hal-hal yang selama ini buat aku lalai.

    Soal bank muamalat, alhamdulillah waktu di Malaysia kemarin, akutu nabung di bank muamala Indonesia yang ada di Malaysia. Nah, pelayanan bank muamalat luarbiasa sekali. Dan bank muamalat juga bank syariah yang paling syariah. Dr bank-bank syariah lainnya.

    Tetapi sangat di sayangkan. Ketika pulang ke Indonesia bank muamalat yang ada di kota tempat tinggal aku tutup.

  • Irma Anggraini Adi

    Mewakili banget apa yang saya rasakan, Mbak… 😔 Semoga saya juga bisa berhijrah dan menjadi lebih baik.

    Terima kasih Mbak Wiwid… Uraian tentang bank syariah-nya lengkap dan bermanfaat. Sukses selalu, Mbak 😘👍

    • Wiwid Nurwidayati

      Sama-sama bunda. Semoga kita bisa berhijrah lebih baik.
      Bank Muamalat memang patut diapresiasi, Bun. sebagai pioner Bak syariah di Indonesia

  • Rika Widiastuti Altair

    Ya Allah, aku juga lagi berusaha untuk hidup lebih berkah. Alhamdulillah sejak hadirnya Bank Muamalat, aku jadi lebih nyaman dengan pengelolaan keuanganku.

    • Wiwid Nurwidayati

      Bank Muamalat itu memang bagus, Kami pakai untuk kredit rumah dan juga pakai asuransi takaful.
      penjelasan tentang segala hal yang harus kami ketahui dijelaskan dengan gamblang

  • Nurul Hidayah

    Masya Allah, betul banget mb Wiwid, sering kali rasa itu berkecemuk, aku juga sering dilema karena ibadahku juga sering kacau. BTW, tulisannya keren dan menginsirasi, sukses selalu mbak.

    • Wiwid Nurwidayati

      iya, mbak. Kita harus sering berintropeksi diri dan lalu hijrah lagi. karena hati kita memang naik turun. Terimakasih telah sudi baca tulisanku, mbak.

  • Arin Gudesma

    Masya Allah,,, reminder di hari pertama ramadhan… Terima kasih mb wid sudah menuliskan ini,,, Semoga kita termasuk di dalam orang2 yg berhijrah menjadi lebih baik dari hari ke hari….

  • Tauhidin Ananda

    Alhamdulillaah. Terima kasih sudah berbagi cerita hijrah yang sungguh menggugah. Semoga orang-orang semakin tersadarkan untuk beralih dari konvensional ke syariah untuk hidup lebih berkah dunia akhirat.

    • Wiwid Nurwidayati

      iya betul. sebenarnya mungkin belum banyak yang paham pentingnya menggunakan Bank Syariah, terutama Bank Muamalat sebagai pioner untuk menyimpan uang dan segala transaksi yang dibutuhkan.

  • steffifauziah

    masyaallah diingatkan berulang kali tentang hijrah ini. semoga kita pun bisa selalu istiqomah ya mba. Semoga juga saya bisa hijrah ke bank syariah, hehe.

  • sri sekartadji

    Masyaallah keren mb, terima kasih remindernya. Cocok banget buat bekal ramadan. Semoga menang, ya.

  • Erin Friyana

    Bank Muamalat ternyata sudah ada sejak tahun 90’an ya mba. dengan pernghargaan yang luar biasa jadi tidak ragu membuka tabungan di sini. Ditamabah bisa terhindar dari riba.

    • Wiwid Nurwidayati

      iya, sudah lama banget ya. Sebagai pioneer Bank Syariah pertama di Indonesia, insyaAlloh nggak ragu lagi buka tabungan di sana.

  • Devi Indriasari

    Mantap mbak Wiwid. Dengan moment #AyoHijrah ini, semoga menyadarkan kita untuk tetap istiqomah selalu memperbaiki diri, berani menjadi lebih baik.
    Makasih sharingnya mbak.

  • Meykke Santoso

    Saya Juga masih memakai Bank konvensional. Pernah suami bertanya kpda Cs nya tentang penghapusan bunga Bank untuk meminimalisir riba tapi memang ngga bisa sih ya. Dan skrng baru tau kalau Bank Mua.malat benar benar bebas riba. Harus segera hijrah ya

  • Laras

    Masyaa Allah, Mbak Wid tulisanmu mengingatkanku dengan poin-poin yang bikin aku juga jauh dari-Nya. Thank you , Mbak. 🙂

  • Novarina DW

    Mbak Wid makin keren nih. Semangat ngeblog ya mbak. Ini juga salah satu bentuk hijrah mbak sebagai blogger. Kereeennn. Lope lope deh ^^
    Maaf baru ngasi komen

  • Sitatur Rohmah

    Masya Allah… keren mbak. Sudut pandang yang berbeda dari sebuah hijrah membuka mata saya. Thanks saya merasa diingatkan untuk berhijrah dari bersantai sekadar berselancar untuk berani berhijrah menjadi lebih produktif memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Jazakillah khair

  • Mutia

    Waaah… 😍 Luar biasa infonya… terima kasih nih… sudah mengingatkan untik berhijrah… 😍

  • Malica ahmad

    Sangat menarik,mbk.

    Ulasannya detil banget. Sampai saat ini saya juga masih belajar berhijrah dengan baik. Dengan membaca ini makin termotivasi lebih. Terima kasih, ya.

  • Artha Amalia

    Ternyata hijrah itu mudah ya kak. Saya juga gitu. Sedikit demi sedikit berusaha menjadi pribadi yg baik. Apalagi ramadhan kali ini sungguh istimewa. Yuk semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: