Kalender Mentruasai
Lifestyle

5 Hal yang Perlu diketahui Saat Si Gadis Mendapatkan Haid Pertama

Haid Pertama untuk Anak Gadis? Apa yang harus dilakukan? Kemarin sore, satu-satunya putri saya masuk ke kamar dan mendekati meja kerja tempat di mana saya biasanya menghabiskan waktu di depan laptop. Sambil menutup pintu kamar, dia berbisaik dengan wajah malu-malu, dan berkata,”Ummi, lihat ini. Ini apa?” sambil menunjukkan celana kolornya yang ternyata telah ternoda. Saya sedikit terkejut meski telah mengantisipasi kejadian ini jauh-jauh hari. Ya, putriku sudah mendapatkan haid pertamanya.

Memang beberapa hari sebelumnya dia sudah risau dan mengeluh kepada saya mengapa tiba-tiba ada beberapa jerawat nangkring di dahinya, juga komedo-komedo kecil yang menyisip di bagian kanan dan kiri hidung. Saya sempat mengatakan dengan nada bertanya kepadanya bahwa mengapa dia sudah mengalami jerawatan, tetapi belum mengalami haid? Dan ternyata kini dia mendapatkannya. Lalu dia bercerita bahwa dia menemukan tanda ini sejak siang, tetapi masih ragu dan enggan menanyakan kepada saya karena masih tidur siang.

Haid Pertama
Aku dan Putriku

Putriku juga tidak terlalu terkejut mendapatkan pengalaman ini, dia hanya butuh keyakinan bahwa apa yang dialaminya benar-benar haid. Beberapa kali kami pernah membahasnya berdua, terlebih teman dekatnya yang sama-sama sekelas dan seusia telah mendapatkan haid pertamanya jauh-jauh hari. Terlebih dia sering menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan haid kepada saya saat saya sendiri sedang mendapatkan tamu bulanan.

Mungkin sebagai ibu, ada beberapa hal yang  terlintas di benak dan itu membuat sedikit cemas saat mengetahui putri pertamanya sudah mengalami haid pertamanya, yang berarti dia benar-benar telah memasuki masa gadisnya. Saya sebagai orang tua, ibunya, merasa harus semakin dekat, menjadi teman sekaligus orang yang dipercaya untuk mendengar segala keluh kesahnya.

Berikut beberapa hal yang saya rasa harus diperhatikan dan dijelaskan kepada anak perempuannya ketika mendapatkan haid pertamanya:

#1 Mengetahui Apa itu Menstruasi

Menstruasi adalah siklus reproduksi yang biasa di dapat oleh semua wanita yang biasanya dialami ketika telah memasuki usia kurang lebih 10 tahun. Menstruasi didapat sebagai siklus bulanan yang merupakan proses reproduksi wanita yang telah mempersiapkan diri terjadinya kehamilan, dengan ditandai adanya penebalan dinding rahim, maka jika tidak terjadi pembuahan atau kehamilan maka dinding rahim yang berisi pembuluh darah tersebut akan luruh dan keluar bersama darah melalu organ intim wanita.

#2 Mengetahui Lamanya  Periode Menstruasi

Anak putri saya dulu sering menanyakan biasanya berapa hari saya mengalami masa menstruasi. Dia juga biasanya rajin menghitung dan megkonfirmasi kepada saya bila seharusnya masa mentruasi itu sudah selesai. Hal ini karena kebiasaan kami yang melakukan salat berjamaah berdua di rumah dan juga biasanya bulan Ramadhan yang membuat saya tidak bisa melakukan salat tarawih di masjid. Maka memberikan pengetahuan berapa lama periode menstruasi yang normal itu terjadi akan sangat berguna, karena jika mungkin suatu hari nanti dia mengalami periode menstruasi yang jumlah harinya lebih dari biasanya, akan memudahkan dia mendeteksi kelainan yang terjadi di dalam tubuhnya, dna tentu saja dia tidak akan meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Periode normal seorang wanita untuk mengalami menstruasi berkisar sekitar seminggu, dan secara medis dan juga hokum agama islam, jika periode menstruasi lebih dari 15 hari itu merupakan darah penyakit yang peru diwaspadai.

#3 Mengetahui Gejala-Gejala atau Efek  Menstruasi yang Umum Terjadi

Tidak setiap wanita mendapatkan gejala menstruasi yang sama, ada yang perutnya sakit, ada yang mengalami sindrom PMS (Pra Menstruasi Syndrome) ada yang mengalami tumbuhnya jerawat yang tiba-tiba. Bebebarapa gejala atau efek dari menstruasi yang perlu diketahui adalah

# Sakit perut
# Munculnya jerawat
# Mual
# Badan pegal atau meriang
# Sakit Kepala
# Emosi yang susah dikendalikan
# Payudara terasa nyeri

Namun sekali lagi, gejala-gejala sebelum mendapatkan mentruasi tidak akan sama pada setiap wanita, jadi mungkin saja ada wanita yang tidak merasakan apa-apa atau kondisi tubuhnya sama dengan kondisi tubuh kesehariannya.

Mentsruasi Pertama
Image Source

#4 Memilih Pembalut

Meski terkesan tidak penting dalam pemilihan pembalut, tetapi sejujurnya pembalut adalah hal yang paling utama yang perlu diperhatikan saat wanita mendapatkan periode menstruasinya. Memakai pembalut yang sesuai dengan kebutuhan dilihat dari banyak atau sedikitnya darah yang keluar akan membuat wanita selalu nyaman menjalani hari-harinya. Apalagi saat ini banyak tersedia berbagai ukuran dari yang maxi, bersayap hingga berbagai ukuran. Kita tinggal memilihnya meneyesuaikan dengan kebutuhan.

#5 Membersihkan Darah Haid dan Mandi Besar

Selain menjaga kebersihan ada kewajiban utama bagi wanita setelah haid mereka selesai. Di sini, peran kita sebagai orangtua wajib memberitahu bagaimana cara membersihkan darah haid dan juga mandi besar. Mandi besar adalah hukumnya wajib sebelum kita melakukan kewajiban-kewajiban agama lainnya.

#6 Memberikan Pengertian Untuk Selalu Menjaga Kehormatannya

Meski sejak kecil putri saya dididik untuk selalu mengenakan kerudung saat keluar dari rumah, namun ketika kini saya sadari dia benar-benar sudah akan beranjak remaja, lalu dewasa, tetap saja ada kecemasan yang menggelayut di hati karena saya yakin dikemudian hari saya tidak akan bisa terus menjaga di sampingnya. Jadi,  saya selalu memberikan pengertian kecil dengan diskusi ringan, percakapan ringan bahwa seluruh tubuhnya adalah satu hal penting yang harus dia jaga, tidak ada yang boleh menyentuhnya, siapapun itu, meski ada istilah mahrom. Tentu saja dia tidak akan berdiam diri menerima begitu saja larangan tersebut, dia tetap menanyakan alasannya. Meski saya belum memberikan alasan lebih detil, tapi untuk saat ini saya baru menjelaskan makna mahrom bagi wanita dan larangan dalam agama tentang hokum bersentuhan dengan laki-laki bukan mahram. Dan tentu saja, ke depannya semakin bertambahnya kedewasaan dan kepekaannya dalam berfikir saya akan menjelaskan secara perlahan hingga dia mengerti tanpa adanya rasa kekangan dari orangtua.

Itulah poin-poin yang bisa saya bagikan sesuai dengan pengalaman saya yang masih minim. Namun yang pasti sebagai orangtua kita pasti tidak menyadari bahwa begitu cepatnya anak-anak tumbuh dan banyak hal yang harus kita pelajari dan sampaikan kepada mereka sebagai bekal pengetahuan untuk menjalani kehidupannya setiap hari. (end)

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: