Belajar Nulis Artikel Bersama Wildan Fuady

Belajar Nulis Artikel Bersma Wildan Fuady

Belajar Nulis Artikel  Bersama Wildan Fuady : Perjalanan Hingga Lolos Level 4.Kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan saya hingga bisa masuk level 4 di kelas Belajar Nulis Artikel bersama Wildan Fuady. Awal bergabung dengan kelas ini setelah mendapatkan link join dari salah satu teman di grup yang sudah menjadi anak didik Mas Wildan Fuady dan kini teman saya itu sudah menerbitkan buku di salah satu imprint pernerbit mayor.

Dulu saya adalah penulis fiksi, jarang sekali saya menulis nonfiksi. Bagi saya waktu itu, tulisan nonfiksi atau artikel adalah tulisan yang membosankan dan bisa saya temukan di laman google.  Sedang tulisan fiksi adalah tulisan yang bisa saya bawa kemana-mana sesuai dengan imajinasi saya. Dan ada rasa terpuaskan jika bisa menyelesaikan satu cerpen dalam sehari.

Beberapa waktu kemudian saya sempat hiatus menulis dan juga hiatus mengupdate blog. Saya merasakan bahwa jiwa saya pergi dalam dunia menulis (ah itu hanya alasan). Kemudian di awal-awal tahun 2018, saya membulatkan tekad untuk membeli domain berbayar dengan nama wiwidstory.com. Blog berbayar ini saya niatkan untuk diisi dengan berbagai artikel (nonfiksi), tetapi kemudian saya pun kelabakan, bagaimana saya bisa mengupdate dengan tulisan artikel yang menarik, sedang kisi-kisi menulis nonfiksi saja saya msih kurang paham? Lalu saya isi dengan berbagai tulisan inspirasi dan juga review buku, namun akhirnya saya sadar jika bukan tema ini yang ingin dituliskan di rumah maya  yang baru.

Lalu teman saya kemudian memberikan link join grup Belajar Nulis Artikel bersama Wildan Fuady. Pada awalnya grup ini terasa sangat lambat dalam memberikan respon materi, tapi karena grupnya tidak banyak berisi hahahihi alias hal-hal yang nggak penting, saya biarkan diri saya berada di dalamnya. Akhirnya suatu hari tugas pertama itu  datang. Saya masih belum mengerjakan tugas pertama yang ternyata adalah tugas untuk penyeleksian anggota untuk naik ke level 2, dan jujur saya nggak ada semangat untuk mengerjakannya. Lalu tiba-tiba seorang teman di grup japri ke saya dan bertanya,”Mbak sudah ngerjain tugas pertama?”. Saya jujur menjawab,”Belum. Saya belum punya feeling atau ikatan dengan grup itu.” Lalu teman saya itu menjawab,”Iya ya, mbak. Mungkin rasa ikatan ngaruh banyak ke hati.” Namun entah mengapa justru setelah teman saya itu  bertanya jemari saya tergerak untuk mengerjakan tugas, dan akhirnya bisa setor googledoc untuk tugas pertama.

Kelas Level 2

Setelah batas waktu pengiriman tugas selesai, Mas Wildan mengumumkan siapa saja yang berhak lolos ke level 2.  Jumlah anggota yang lolos level 2 berjumlah 20 orang dari 28 anggota yang setor tulisan. Saat itu hati rasanya dag-dig-dug loh. Saya sangat mengapresiasi Mas Wildan yang ternyata benar-benar menghargai anggotanya yang mengerjakan tugas dengan menyaringnya dan memasukkanya ke grup baru. Tugas di level 2 saat itu hanya satu tulisan tentang optimasi blog sesuai dengan materi yang diberikan, selain itu anggota juga harus merapikan blognya sesuai dengan template/tema yang telah diberikan Mas Wildan di grup. Ada bagian yang sedikit berat yaitu tulisan harus berisi minimal 5 komentar dari orang yang berprofesi sebagai penulis. Nah, bagian minta komentar ini yang kadang bikin saya berasa muka badak. Sudahlah tulisan biasa saja, sok-sok minta komentar (bahkan pikiran saya, mereka yang saya mintain komentar itu bingung mau komentar apa saking sederhananya tulisan saya). Namun, beberapa komentator adalah teman seperjuangan dalam menulis dan beberapa diantaraya sudah menerbitkan atau sedang proses menerbitkan buku solo.

Kelas Level 3

Selesai menyelesaikan tugas level 2, seperti biasa para anggota menunggu pengumuman dari Mas Wildan siapa saja yang bisa lolos level berikutnya. Akhirnya terpilih 10 orang untuk bisa masuk ke Level 3. Level 3 ini, 10 anggota yang dinyatakan naik kelas mendapatkan tugas menulis 3 artikel. Agak sedih saat saya mendapatkan materi dari Mas Wildan karena saat itu saya baru saja masuk rawat inap rumah sakit. Sudah ada rasa pesimis jika saya tidk bisa menyelesaikan tugas kali ini, sebab saya tidak tahu berapa lama saya harus dirawat di rumah sakit. Waktu itu masih ada beberapa rangkaian pemeriksaan organ tubuh bagian dalam. Antara deg-degan tidak bisa menyelesaikan tugas dan deg-degan dengan hasil tes kesehatan. Tiga hari dan tiga malam saya tidur di rumah sakit, meski masih belum 100% sehat tapi saya merasa bisa rawat jalan dan meminta pulang. Salah satu alasan karena kepikiran anak-anak. Sehari setelah kepulangan dari rumah sakit saya mulai mempelajari materi yang disampaikan di grup. Satu persatu saya coba selesaikan, meski 1 artikel terakhir benar-benar selesai beberapa menit sebelum deadline. Saya pesimis untuk bisa naik ke level berikutnya karena sebenarnya artikel yang ditulis seharusnya mengandung unsur dibawah ini (ditabel), sedang artikel yang saya tulis tidak mengandung semua unsur yang diharapkan tersebut. Unsur kriteria penilaian artikel tersebut seperti berikut dalam tabel:

Kriteria Penilaian Artikel

Kriteria Penilaian Artikel

Dan ternyata saya diloloskan naik ke level 4 oleh Mas Wildan. Tentu saja saya sangat berbahagia dengan kesempatan ini.

Kelas Level 4

Di level 4, anggota yang lolos hanya 5 orang. Level ini para anggota mendapat tugas menulis 4 artikel dengan jangka waktu seminggu. 4 tema artikel yang harus ditulis tersebut adalah

#1 Membuat tutorial lengkap bagaimana membuat blog yang menarik. Pengguna blogspot lebih memperdalam tutorial blogspot. Pengguna wordpress lebih memperdalam tutorial wordpress.

Baca di sini : 5 Langkah Sederhana Mempercantik Blog WordPress

#2 Membuat turorial bagaimana cara menulis artikel yang menarik terutama buat pengunjung blog

Baca di sini : Cara Menulis Artikel yang Menarik Bagi Pengunjung Blog

#3 Bagikan pengalamanmu menjadi seorang penulis artikel di blog (judul dan tema bebas berdasarkan kisah diri sendiri)

Baca di Sini : Pengalaman Menulis Artikel Bersama Blogpartner.id dan Rajabacklink.com

#4 Buat sebuah artikel yang menceritakan bagaimana kamu melawan rintangan sampai naik ke level 4 / akhir. (judul dan tema bebas)

4 tugas akhirnya bisa saya selesaikan, meski saya belum yakin jika itu sesuai ekpetasi mentor. Kini kami menunggu penilaian artikel dan tetap berharap bisa lolos dan masuk kelas advance.

Saya merasa sangat berterimakasih bisa bergabung di kelas BNA ini karena saya terkadang merasa jika sudah terlambat untuk belajar, secara banyak orang dibawah umur saya sudah sukses dalam dunia kepenulisan dan orang seusia saya sudah mengenyam keberhasilan mereka. Namun, akhirnya saya kembali menemukan semangat dan berkata pada diri sendiri bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. (end)


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

3 Comments

Mala · 8 March 2019 at 11:31

Mantaappp

Nia · 8 March 2019 at 12:59

Keren ei mba Wiwid

sehari · 9 March 2019 at 13:24

semoga lolos ke level berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: