Keluarga Bahagia

Sumber Gambar : www.pexels.com

Kemarin, saya melihat berita di televisi tentang suami yang membunuh istrinya, lebih parahnya istrinya sedang hamil 9 bulan dan suami itu sendiri yang mengeluarkan bayi dari perut istrinya. Bayi tersebut kini selamat dan dirawat oleh pihak keluarga. Kok tega, sih? Memangnya nggak cinta? Begitu terus hati saya bertanya. Miris sekali jika melihat berita seperti ini, belum lagi berita-berita lainnya yang lebih meyayat hati lagi.

Membangun rumah tangga memang tidak semudah yang dibayangkan. Ia benar-benar sebuah kehidupan baru dimana hak dan tanggungjawab baru harus dijalankan. Perlu waktu untuk mempelajari banyak hal termasuk memahami kesukaan dan ketidak sukaan pasangan masing-masing, dan  waktu untuk mengenal pasangan ini tidak terbatas hanya setahun dua tahun alias seumur hidup.

Lalu apakah suami yang membunuh pasangannya itu sudah tidak mencintai istrinya lagi? Bisa jadi. Tapi mari kita coba ketahui apa alasan yang membuat suami itu gelap mata hingga menghabisi nyawa istrinya. Dalam sebuah wawancara suami itu menceritakan alasannya karena dia merasa cemburu. Istrinya yang selalu mengunci gawainya dan sering melakukan hubungan daring dengan seseorang.

Tidak ada pernikahan yang baik-baik saja. Allah pasti telah memberikan cobaan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Bahkan mungkin cobaan yang ditimpakan pada seseorang itu terlihat berat, tapi keluarga itu sendiri membuatnya tidak berat. Kembali kepada pribadi masing-masing, apakah bersabar mencari jalan keluar atau membabi buta dalam menyelesaikan masalahnya.

Contoh kasus dalam pembunuhan di atas. Seperti tayangan wawancara dengan pelaku yang bisa disaksikan di salah satu channel yutube, bahwa dia dan istrinya sudah mengalami cekcok hampir empat bulan. Masalahnya sama, bahwa suami tersebut ingin mengetahui apa sesungguhnya yang ada di dalam gawai istrinya yang selalu dikunci dengan sandi (password).  Istrinya sendiri ketika ditanyai selalu berbelit-belit dan mengakui tidak mengetahui password gawainya tersebut. Tentu saja suaminya tidak percaya, karena gawai itu milik pribadi istrinya, tentu saja dia mengetahui kata sandinya. Dan ketika Si Suami mencoba mengajak berbicara baik-baik, Si Istri justru meninggalkannya begitu saja dengan mengatakan bahwa tidak ada sesuatu hal penting yang perlu di ketahui dari gawainya. Hingga puncak kesabaran lelaki itu habis, kemudian menebas leher istrinya dan juga merobek perut istrinya untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan yang telah berusia 9 bulan.

Baca juga: Film Rumah Tangga yang Meyayat Hati, Kisah Pilu Pihu, Sebuah Review Film Pihu

Dari contoh kasus di atas apa masalah sesungguhnya yang terjadi dari pasangan suami istri tersebut? Sepertinya pasangan tersebut selama ini belum mampu saling berkomunikasi dengan baik dengan menangkap bahwa tidak adanya keterbukaan dari kedua belah pihak. Namun, mungkin ada alasan yang mendasar mengapa istrinya tidak berani berterus terang. Kemungkinanya adalah bahwa tuduhan suaminya itu benar dia memiliki PIL di luar sana, atau ada sesuatu hal yang memang disembunyikan namun jika disampaikan kepada suaminya kemungkinan lelaki itu tidak akan terima.

Komunikasi dalam berumahtangga itu sangat penting, karena itulah sarana kita mengetahui apa diinginkan oleh pasangan, misalkan Si Istri tidak menyukai kebiasaan suaminya yang menaruh baju kotor sembarangan, dia bisa menyampaikannya dengan lemah lembut, dengan cara yang romantis yang tidak menyinggung hatinya. Dan bandingkan jika kelakuan Si Suami yang menyebalkan tersebut hanya dipendam dihati istri, tidak diungkapkan. Yang ada adalah Si Istri akan selalu merasa kesal, dan kekesalannya bisa menjadi dendam dan lebih berbahayanya lagi akan mengikis cinta untuk Si Suami.

Komunikasi

Menyapa
Picture : www.pexels.com

Atau misalkan Si Suami yang tidak menyukai istrinya berhubungan dengan lelaki lain, dia juga bisa mengungkapkannya dengan lembut dan mengatakan bahwa Si Istri hanya miliknya seorang atau sesekali boleh berkomunikasi dengn lelaki lain menurut urgensinya. Lihat saja, Si Istri akan tersipu-sipu. Lain halnya jika Si Suami menyampaikannya dengan marah-marah, tentu istri akan merasa dikekang dan kesal hatinya.

Maka dari itu komunikasi penting karena dengan komunikasi pasangan dalam rumah tangga akan mendapatkan manfaatnya seperti berikut:

#1 Saling Terjalin Keterbukaaan Satu Sama Lain

Dengan terbinanya komunikasi yang baik antar pasangan, hal itu menciptakan kedekatan satu sama lain. Si Istri akan lebih mengenal karakter suami, dan Si Suami begitu juga sebaliknya. Dan karena sudah mengenal karakter pasangannya dengan baik, maka suami istri bisa saling mengungkapkan apa yang diinginkan dan dirasakan satu sama lain dengan gaya bahasa yang nyaman untuk keduanya.

#2 Keluarga Semakin Harmonis

Nah ketika masing-masing berani saling mengungkapkan apa yang dirasa tentunya keharmonisan dalam rumahtangga akan semakin meningkat. Contohnya ketika Si Istri menginginkan Si Suami membawakan oleh-oleh, martabak misalkan, saat pulang kerja dan mengungkapkannya, tentu si Suami akan senang hati membelikannya. Berbeda ketika Si Istri tidak mengatakan apa-apa tetapi saat Si Suami pulang kerja justru ngomel karena tidak membawakannya oleh-oleh, maka akan timbul konflik yang bisa mencetus menjadi konflik yang berkepanjangan.

#3  Tercapainya Pemecahan Masalah dengan Baik

Karena telah terciptanya komunikasi yang baik antar pasangan dan bisa mengenali dengan baik karakternya, tentu saja ketika ada masalah yang datang dua belah pihak mampu merundingkan masalahnya dengan baik sehingga akan mendapatkan jalan keluar yang tepat. Coba bayangkan kalau salah satu pasangan hidup kita memendam masalah, wajahnya selalu muram, ketika diajak bicara tidak mengenakkan, tentu kita kesal bukan?

Nah, mari kita kembali membangun komunikasi yang baik dengan pasangan hidup kita demi kebahagiaan di dalam rumah tangga.


Wiwid Nurwidayati

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

40 Comments

lisa lestari · 27 February 2019 at 22:46

Setujuuu..komunikasi itu paling penting. Masing-masing pasangan bukanlah cenayang yang bisa tahu isi hati pasangannya tanpa berbincang. Makane ngomong yo..(seld reminder juga)

    Wiwid Nurwidayati · 28 February 2019 at 17:41

    Yo, MBak. meski nggak mudah

Susana Devi · 4 March 2019 at 13:59

Huwaaa… Ngeri sekali, Mbak.

Memang sihhh, yang namanya rumah tangga enggak mungkin nama masalah. Terkadang, membangun komunikasi memang menjadi masalah yang seringkali enggak disadari.

Makasih sharingnya, Mbak.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:09

    Iya, ngeri. Memang kadang membangun komunikasi itu tidak mudah.

steffifauziah · 4 March 2019 at 15:15

yap saling keterbukaan satu sama lain itu emang penting banget ya bun. Makasih bun remindernya, jadi kangen suamik kan kan kan, #eaaa, wkwkwk.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:09

    Iya, sama-sama, n=mbak stefi

Riska Nuraini · 4 March 2019 at 19:09

Ya Allah….ngeri
Makasih mba sharingnya, emang komunikasi dg suami itu perlu banget. Sikap saling terbuka juga menjadikan rumah tangga aman dari rasa salimg curiga

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:10

    iya, komunkasi sangat penting

Megha · 5 March 2019 at 05:31

Noted yah bunda. Komunikasi itu emang pentinf banget buat suatu hubungan. Ga usah deh so soan kode-kodean kalo ngerasa pasangan kita nih kurang peka kayak aku hehe. Mending dibicarakan langsung. Thanks bun buat sharingnya

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:10

    iya, betul. karena kadang ada pasangan beneran nggak peka. jadi kita harus bilang sejelas-jelasnya

Dewi Hepy · 5 March 2019 at 07:54

Makasih sharingnya Mbak, berumah tangga puluhan tahun gak menjamin komunikasi selalu mulus terjalin. Yang ada rasa jenuh melanda, pinter-pinternya suami istri menyiasati dengan komunikasi supaya gak semakin merenggangkan hub.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:11

    bener banget, mbak.

Lelly A. Fitriana · 5 March 2019 at 19:35

setuju bun, komunikasi memang PR pertama yang harus diselesaikan oleh pasangan suami kstri ketika baru menikah. beda latar belakang, beda pola asuh dan pendidikan keluarga pasti akan mempengaruhi bagaimana satu sama lain berinteraksi. kalau ini nggak selesai, ya memang bisa terjadi seperti kasus tadi.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:12

    iya bener. Yang pertama dilakuin ya membangun komunikasi. meski mungkin sama sukunya, tapi latar belakang pola asuh juga pastinya berbeda

Sapti nurul hidayati · 5 March 2019 at 19:46

Iya, saya kebetulan nyimak beritanya. Miris dan ngeri memang. Kadang kala peristiwa dipicu masalah sepele. Dan benar, komunikasi adalah kunci agar semua persoalan mendapatkan solusi..

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:12

    Iya, aku miris mbak. jadinya pengin nulis hal itu.

Meykke Santoso · 5 March 2019 at 23:41

Terimakasih mbak tipsnya..saya yang baru berumah tangga jalan dua tahun jelas butuh banyak tips dmacam ini.karena memang dalam rumah tangga salah satu aspek terpenting ya komunikasi.Semoga selalu bisa berkomunikasi dengan baik ya demi rumah tangga ya sakinnah mawaddah warrahmah,Aamiin..

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:13

    Aamin, allohumma aamiin.

Nur Widystuti · 6 March 2019 at 07:46

Betull ya mbak..Komuniksi itu penting agar tidak terjadi salah faham dalam kehidupan berumah tangga.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:13

    iya, yang terpenting masing-masing apsangan tahu maksud dan tujuan masing-masing

Erin · 6 March 2019 at 08:57

Kok ngeri banget ya mba. Komunikasi itu memang penting dalam rumah tangga. Jangan sampai ada yang ditutupi.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:14

    iya, ngeri ya mbak. sampai endingnya seperti itu.

Ida Nurfitriana · 6 March 2019 at 19:48

Sepakat banget dengan kata kunci ini. Komunikasi yang baik akan membawa keberhasilan pada rumah tangga, begitu pula dengan hubungan kita dengan orang sekitar.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:14

    yup mbak, bener banget

Haeriah · 6 March 2019 at 20:38

Ngeri juga ya, Mba jika mengingat peristiwa itu. Memang benar, komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam keutuhan sebuah rumah tangga

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:17

    Bener banget mbak. Nggak terbuka, akhirnya jadilah tragedi yang menyedihkan

Nyk Note · 6 March 2019 at 20:39

Betul komuikasi sangat penting bkn hnya dlm berumahtangga saja tp dlm kehidupan sehari2. Klu itu lncar insha allah semua bisa diatasi. Thx mb untuk sharingnya…

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:17

    iya, sama-sama

Alia Arifin · 7 March 2019 at 01:52

Setuju mb,, komunikasi emang paling penting dalam membina rumah tangga.. Trims tipsnya mb
Nice share

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:18

    sip mbak

Artha Amalia · 7 March 2019 at 09:53

Benar. Komunikasi yg utama. Apa susahnya jujur 1 sama lain. Kalau saya dan suami udah terbuka dg gawai masing2. Saya yg suka pinjam hp suami buat bersosmed soalnya lbh canggih sih. Hehe

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:18

    sama sih mbak, gawai kami open untuk semua.

Rahma weni · 8 March 2019 at 05:16

Bener mbk. Saya juga sempat ngikutin beritanya yg berseliweran di beranda sosmed saya. Komunikasi adalah kunci dr semua permasalahannya.

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:19

    ngeri ya. Semoga keluarga kita terhindar dari hal-hal seperti itu

Ludyah Annisah · 8 March 2019 at 14:41

Ya ampun mba, setuju banget sama tulisannya. Btw, komunikasi antar pasutri itu penting dan harus terus dijaga eksistensinya, karena salah sedikit gampang banget misscom nya hhee. Line this mbaa

    Wiwid Nurwidayati · 9 March 2019 at 10:20

    bener banget, mbak. kita harus bisa mbangun komunikasi

Grandyd · 13 March 2019 at 22:03

Ya Allah ngeri banget ya karena dampak konflik yg kecil-kecil malah jadi pemantik api d wa

Grandys · 13 March 2019 at 22:08

Ya Allah ngeri banget ya karena dampak konflik yg kecil-kecil malah jadi pemantik api d waktu yg udah sampai klimaks begini. Dan bener banget, pernikahan tidak semudah dan segampang yg ada d bayangan jika belum d jalanin hehe

    Wiwid Nurwidayati · 17 March 2019 at 23:52

    bener banget mbak.

4 Langkah Mengatasi Baby Blues Syndrome | Wiwid Story · 14 April 2019 at 01:15

[…] Baca Juga : Komunikasi, Salah Satu Cara Menjaga Keharmonisan Rumahtangga […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: