Baju lebaran
Lifestyle

Baju Lebaran, Beli Baru Atau Pakai Baju Lama?

Baju lebaran

Baju baru Alhamdulillah

Tuk dipakai di hari raya

Tak punyapun tak apa-apa

Masih ada baju yang lama

Baju Lebaran, Beli Baru Atau Pakai Baju Lama? Hayo, siapa yang masih ingat lagu “Baju lebaran” yang dinyanyikan Dea Ananda Di atas? Iya sih, hari raya selalu identic dengan baju lebaran. Mall-mall dan pusat perbelanjaan akan dipenuhi pengunjung yang ingin membeli baju lebaran. Padahal loh, harga baju lebaran saat menjelang hari raya begini harganya lebih mahal daripada harga baju di hari-hari biasa.

Jadi pertanyaannya, perlu nggak sih kita membeli baju baru untuk dikenakan di hari raya. Seingat saya – saya lupa siapa orangnya- dulu ada yang menceritakan asal-usul tradisi membeli baju baru untuk dipakai di hari raya. Jadi begini, hari raya idul fitri kan diharapkan kita kembali fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan, manusia baru, manusia dengan penampilan baru karena telah berhasil melawan hawa nafsu selama sebulan penuh. Nah, symbol penampilan baru ini sama orang-orang diartikan dengan baju baru, maka begitulah tradisi itu terjadi bahwa orang-orang akan membeli pakaian ataupun aksesoris penampilan lainya baru untuk dipakai di hari raya idul fitri.

Masih ada satu lagi alasan mengapa tradisi membeli dan memakai baju baru di setiap hari raya, karena orang-orang tua dahulu saling silaturahmi ke saudara-saudara dan kenalan-kenalananya meskipun itu jauh tempatnya. Jadi, agar tidak membuat malu penampilan maka dianjurkan untuk memakai baju baru.

Lalu masalahnya apakah harus benar-benar baju baru? Saya sendiri berpendapat baju lebaran tidaklah harus baru, yang penting masih bagus, masih layak untuk dipakai.

Tapi nggak salah kan kalau kita membeli baju lebaran baru dan memakainya saat hari raya datang? Tentu tidak salah sama sekali, asalkan uang yang digunakan bukan hasil dari ngutang apalagi mencuri. Tapi tradisi sekarang kan kredit, bun? Wah, kalau itu sih tergantung gaya hidup, mau mengikuti tren kredit atau memakai baju lama yang masih layak pakai? Hmmm…tapi…mungkin boleh ya tetep kredit, asalkan memang bisa membayarnya dan tidak ada unsur riba.

Mengingat kembali baju lebaran, saya diingatkan kembali akan kenangan masa kecil hingga saya bisa mandiri. Saat kecil, saya jarang sekali mendapatkan baju untuk lebaran yang baru. Mengingat ibu hanyalah single parent yang harus menghidupi 6 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Maka mengingat masa kecil saya yang kurang bahagia ini karena selalu menatap iri anak-anak yang memakai baju lebaran baru, membuat saya tak ingin mengulang sejarah kepada anak-anak saya. Saya dan paksu selalu berusaha membelikan baju baru, tidak perlu mahal, yang penting harganya masih masuk akal, terlebih berbelanja baju untuk anak-anak juga jarang kami lakukan, belum tentu sebulan sekali.

Seperti minggu lalu, saya menyempatkan diri ke salah satu depstore ternama “The Sun”. awalnya saya menyerah ketika mencari baju untuk si bungsu dan si sulung di lantai 2, baju khusus anak laki-laki muda maupun dewasa. 1 baju harganya Rp. 200.000,00, harga yang mahal menurut kantong saya, belum lagi celananya. Akhirnya saya hanya duduk, memikirkan kembali dimanakah kira-kira saya bisa membeli harga satu kemeja yang masih terjangkau kantong?

Lalu saya keluar dari The Sun, dan ketika kaki melangkah menuju pintu keluar, ternyata ada stan yang masih milik The Sun menggelar baju dengan harga miring, Rp.100.000,00 sudah bisa dapat satu kemeja. Wah syukur sekali rasanya, capek karena mutar-mutar sekitar 2 jam di The Sun lantai atas mencari harga yang miring, justru dapatnya di dekat pintu keluar. Alhamdulillah, bau lebaran untuk anak-anak dan paksu sudah ada. Pastinya harganya tidak mahal, tetapi bahannya nyaman saat dikenakan. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah lebaran tahun inimembeli baju baru atau memakai baju lama? (end)

#BloggerPerempuan
#BPN30DayBlogChallenge
#30HariKebaikanBPN
#Day24

Seorang Ibu yang ingin berbagi cerita pada pembaca. Mencintai dunia baca dan tulis menulis. Berharap tulisannya bisa dinikmati dan bermanfat bagi pembacanya. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: